Nasional
Share this on:

Penumpang yang Sebabkan Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diperiksa intensif

  • Penumpang yang Sebabkan Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diperiksa intensif
  • Penumpang yang Sebabkan Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diperiksa intensif

CIREBON - Kecelakaan maut terjadi di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Senin (17/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan, yaitu bus, dua minibus, dan sebuah truk, sehingga menewaskan 12 orang itu terjadi karena ada penumpang bus yang menyerang sopir.

Kecelakaan terjadi Tol Cipali KM 150.900, Majalengka, Jawa Barat. Selain menewaskan 12 orang, kecelakaan juga mengakibatkan 11 orang luka berat, serta 32 lainnya mengalami luka ringan. Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kecelakaan bermula kala terjadi keributan di Bus Safari Lux (H 1469 CB) antara sang supir dan salah satu penumpang. Saat itu bus sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.

"Puncaknya, bus yang kala itu sedang melaju di ruas tol lajur A (arah Cirebon) tergelincir dan masuk ke lajur B, atau lajur sebaliknya (arah Jakarta). Alhasil, badan bus tersebut menabrak kendaraan lain yang saat ikut melaju di lajur B, di antaranya Mobil Mitsubishi Expander, Toyota Innova, dan truk pengangkut ayam," kata Trunoyudo, Senin (16/6).

Dijelaskan Truno, salah seorang saksi, Winda mengatakan sebelum kecelakaan dirinya melihat seorang penumpang menghampiri sopir bus dan berusaha mengambil ponsel yang digenggam sopir. Penumpang itu, juga mencoba merebut kemudi yang dikendalikan sehingga terjadi keributan.

Mobil kemudian oleng ke kanan, hingga masuk ke median, dan menyeberang lajur sebaliknya atau jalur B (arah Jakarta). Kemudian bus pun menabrak beberapa kendaraan di lajur tersebut, diawali dengan mobil Innova dan Mitsubishi Expander.

"Satu lagi kendaraan yang ikut terlibat, yakni truk pengangkut ayam yang saat kecelakaan maut itu terjadi datang dari belakang mobil Innova. Truk itu meluncur untuk berusaha menghindari tabrakan, tapi terguling masuk ke median jalan," kata Truno.

"Jadi, kendaraan yang ditabrak saat Bus yang masuk ke jalur B itu, Innova dan Expander. Dimana, pertama Innova dan kedua, di jalur lambat kembali menabrak Mitsubshi Expander dan menindih kendaraan tersebut," lanjutnya.

Trunoyudo mengungkapkan, penumpang yang menjadi pelaku penyerangan sudah diamankan, dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut tersebut. Dia diketahui bernama Amsor (29), warga Desa Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

"Jadi Amsor memaksa sopir untuk berhenti dengan cara mengambil alih secara paksa kemudi tersebut dan berujung pada kecelakaan," ungkap Trunoyudo.

Dikatakan Trunoyudo para korban akibat kecelakaan tersebut berada di dua rumah sakit berbeda. Sebanyak 12 korban meninggal dibawa ke RS Cideres, Majalengka. Sedangkan, 43 orang korban luka menjalani perawatan di RS Plumbon, Cirebon.

Para korban-korban ini, terdiri dari para penumpang empat kendaraan yang terlibat dalam insiden maut di lokasi tersebut, diantaranya lain Bus PO Safari Lux Salatiga nopol H 1469 CB, Mitsubishi Expander nopol, Toyota Inovva nopol B 168 DIL, dan truk nopol R 1436 ZA.

Sementara, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi yang mendatangi para korban di RS Plumbon, Cirebon mengatakan hasil pengakuan korban atau saksi menyebutkan kecelakaan terjadi karena adanya penyerangan seseorang penumpang terhadap sopir bus, atas nama Roni Tampubolon.

"Jadi, ada ibu seorang korban atau saksi usia sekitar 49 tahun, tidak usah saya sebutkan namanya. Dia bilang, sebelum kejadian kernet dan sopir bergantian telepon. Dan tiba-tiba, ada orang datang ke tempat sopir menyerangnya untuk ambil alih kemudi, tapi setelah itu si ibu pun tidak lihat lagi kejadian rincinya," kata Rudy kepada awak media di RS Plumbon, Cirebon, Senin (17/6).

Rudy mengatakan pria bernama Amsor terdata sebagai seorang Security di Gandaria Tower, Jakarta. Dan telah ditetapkan tersangka. Kini Amsor masih diperiksa intensif oleh petugas guna memastikan motif penyerangannya.

"Dari penyelidikan sementara, pelaku mengakui ke saya katanya pelaku mau dibunuh oleh kernet dan sopir usai mereka menggunakan telepon. Dan untuk memastikannya,tersangka masih kita periksa intensif, termasuk para korban dan saksi lainnnya," imbuh Rudi.

Rudy menambahkan, selain melakukan pemeriksaan intensif itu pihaknya juga berencana untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka Amsor. "Kita bakal terus dalami motif kasus ini, dan dari hasil test urine dia negatif, maka kita berencana lakukan test kejiwaan," tuturnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lima Provinsi Darurat Kekeringan

Lima Provinsi Darurat Kekeringan

BNPB mencatat sudah 1.963 desa, 556 kecamatan, dan 79 kabupaten yang terdampak kekeringan.


Oposisi Masih Dibutuhkan

Oposisi Masih Dibutuhkan

keberadaan oposisi untuk mengawal kinerja pemerintahan masih sangat dibutuhkan. Oposisi disebut menjadi syarat negara yang berdemokrasi.


Ketemu dengan Jokowi, Prabowo Serba Salah

Ketemu dengan Jokowi, Prabowo Serba Salah

Apa saja yang dibicarakan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat bertemu pada Sabtu (13/7) lalu?


Pansel Capim KPK Harus Hati-hati

Pansel Capim KPK Harus Hati-hati

KPK mengingatkan pansel capim KPK untuk teliti menelusuri rekam jejak 192 pendaftar yang lolos administrasi.


Pansel KPK Tak Indahkan LHKPN

Pansel KPK Tak Indahkan LHKPN

Sejumlah penyelenggara negara yang masuk dalam daftar 192 nama yang lolos seleksi administrasi, ternyata belum sepenuhnya memberikan laporan harta kekayaan.


Jokowi-Prabowo Masih Akan Bertemu Lagi

Jokowi-Prabowo Masih Akan Bertemu Lagi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan tidak ada syarat apapun yang diajukan pada pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.


Jangan Hujat Prabowo

Jangan Hujat Prabowo

Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, mampu meredam iklim politik yang memanas pascapilpres.


Dicari Menteri yang Jago Eksekusi

Dicari Menteri yang Jago Eksekusi

Presiden Joko Widodo diminta mencari menteri yang mampu merealisasikan janji politik pada kabinet 2019-2024 mendatang.


11 Pati yang Direkomendasikan Kapolri Lolos Seleksi Capim KPK

11 Pati yang Direkomendasikan Kapolri Lolos Seleksi Capim KPK

Sebanyak 11 perwira tinggi (pati) polri yang mengikuti seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lolos seleksi administrasi.


KPU Minta Aturan Lebih Rinci perihal Masa Kampanye Pilkada Serentak 2020

KPU Minta Aturan Lebih Rinci perihal Masa Kampanye Pilkada Serentak 2020

Wacana pemangkasan masa kampanye Pilkada Serentak 2020 ramai diperbincangkan. Ada yang setuju, ada pula yang menolak.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!