Nasional
Share this on:

Penyusunan Turunan UU Pesantren Hadapi Dua Tantangan

  • Penyusunan Turunan UU Pesantren Hadapi Dua Tantangan
  • Penyusunan Turunan UU Pesantren Hadapi Dua Tantangan

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyusun peraturan turunan dari Undang-undang Pesantren. Setidaknya, ada dua Peraturan Presiden (PP) dan 11 Peraturan Menteri Agama (PMA) yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun ke depan.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Ahmad Zayadi mengatakan, dalam menyusun peraturan turunan dari UU pesantren tersebut, setidaknya ada dua tantangan yang akan menjadi pertimbangan.

Pertama, tentang standar mutu lulusan, karena istilah standar itu bisa ditafsirkan sebagai penyeragaman. Padahal, pesantren adalah pendidikan masyarakat yang aslinya sudah memiliki kekhasannya sendiri-sendiri.

"Kita harus menghindari penyeragaman, tapi kita ingin semua lulusan pesantren memiliki mutu yang sama," kata Zayadi di Jakarta, Selasa (15/10)

Menurut Zayadi, yang akan digunakan bukan istilah standar, melainkan kriteria mutu. Jika standar itu berarti maknanya harus sama, berbeda dengan kriteria itu lebih pada kompetensi dan kualitas lulusannya.

Tantangan lainnya adalah, membahasakan hal teknis yang sifatnya kualitatif. Karena hal itu bisa menjebak pada penyeragaman padahal itu yang harus dihindari.

"Tapi saya yakin para kiai pasti memiliki formula untuk menemukan tantangan ini," ujarnya.

Zayadi menuturkan, bahwa munculnya UU Pesantren ini adalah anugerah yang harus disyukuri, karena akan mengembalikan pesantren pada fungsi aslinya. Mengingat, selama ini pesantren hanya terlihat dari fungsi pendidikannya saja sementara fungsi lainnya tidak.

"Fungsi lain dari pesantren seperti pemberdayaan masyarakat dan dakwah dalam 20 tahun terakhir seperti tidak terlihat, karena yang terlihat hanya fungsi pendidikannya saja," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mengatakan, disahkannya RUU Pesantren adalah salah satu bentuk pengakuan negara terhadap pesantren. Selain itu, Lukman menilai RUU Pesantren adalah upaya untuk memfasilitasi pesantren di Indonesia.

"Jadi undang-undang itu sangat menguntungkan pondok pesantren karena itu bukti pengakuan, afirmasi, dan fasilitasi negara atas eksistensi pondok pesantren," katanya.

Lukaman juga menegaskan, bahwa UU Pesantren pada intinya tidak mengintervensi kemandirian pesantren. Regulasi tersebut merupakan pengakuan pesantren sebagai bagian dari pendidikan nasional. "Di dalamnya diatur tentang jaminan mutu lulusan, kesetaraan akses pendidikan, dan lapangan pekerjaan bagi lulusan pesantren," terangnya. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jokowi tambah Dua Wamen Lagi

Jokowi tambah Dua Wamen Lagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 12 wakil menteri (wamen). Keberadaan para menteri tersebut untuk memudahkan kerja menteri.


Dua Warga Ditembak Mati, Separatis Kirim Kode ke Jokowi

Dua Warga Ditembak Mati, Separatis Kirim Kode ke Jokowi

Dua jenazah korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua, akhirnya diterbangkan, Minggu (27/10) kemarin.


Undang-undang Pilkada Tumpang Tindih

Undang-undang Pilkada Tumpang Tindih

Dua lembaga pengawas pemilu dibuat ambigu pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 mendatang.


Ada Peran Arief Poyuono Dibalik Merapatnya Prabowo ke Jokowi

Ada Peran Arief Poyuono Dibalik Merapatnya Prabowo ke Jokowi

Drama menyatunya dua kutub kekuatan, antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto tentu tidak terlepas dari peran genial seorang Arief Poyuono.


Investor Tunggu Janji Jokowi

Investor Tunggu Janji Jokowi

Presiden Joko Widodo berjanji akan memangkas birokrasi dengan menyederhanakan eselonisasi yang sebelumnya empat level menjadi menjadi hanya dua dalam lima tahun


Tak Libatkan KPK, Penyusunan Kabinet Dianggap Episode Terburuk

Tak Libatkan KPK, Penyusunan Kabinet Dianggap Episode Terburuk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak dilibatkan dalam proses penyusunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin.


Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

Dua terduga teroris anggota kelompok Jamaah Ansorut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee diringkus Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.


Nama Menteri-menteri Jokowi-Ma'ruf Masih Disempurnakan

Nama Menteri-menteri Jokowi-Ma'ruf Masih Disempurnakan

Proses penyusunan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024 tengah disusun dan disempurnakan.



Wiranto Kena Dua Tusukan di Perut, Ajudan dan Kapolsek Juga Jadi Korban

Wiranto Kena Dua Tusukan di Perut, Ajudan dan Kapolsek Juga Jadi Korban

Mekopolhukam Wiranto terkena dua tusukan di bagian perutnya saat diserang dua orang, Kamis (10/10).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!