Nasional
Share this on:

Peraturan Kebiri Terus Digodog

  • Peraturan Kebiri Terus Digodog
  • Peraturan Kebiri Terus Digodog

JAKARTA - Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih terus marak. Salah satu hukuman yang diusulkan adalah kebiri. Walaupun mendapatkan pro kontra atas wacana tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) masih terus menggodog aturan kebiri.

Kepala Biro Hukum dan Humas Kementrian PPPA Hasan menuturkan jika peraturan kebiri sudah satu tahun digodog. Salah satu wacana yang dikemukakan, menurut Hasan adalah masalah siapa yang akan melakukan kebiri. ”Kebiri nantinya akan jadi tanggung jawab jaksa. Jadi jaksa yang akan menentukan di mana akan melakukan kebiri,” ujarnya.

Keputusan kebiri ini sebelumnya mendapat pertentangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). IDI tidak berkenan untuk menjadi pengeksekusi lantaran bertentangan tentang kode etik kedokteran.

Hasan membeberkan jika kebiri tidak berlaku selamanya. Artinya, untuk sementara zat yang digunakan untuk kebiri disuntikkan. Berlaku setiap tiga bulan sekali. ”Zat ini untuk mengurangi testosteron pelaku kejahatan,” ungkap Hasan.

Sebelum dilakukan pengkebirian, pelaku akan didampingi psikiater. Tujuannya memang untuk menjaga psikis pelaku. Menurut Hasan, walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka pelaku, KemenPPPA tetap menghargai hak asasi manusia.

Menurut Hasan dalam pemberlakuan hukuman kebiri ini nantinya bekerja sama dengan kementerian lainnya. Dia menyebutkan jika Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Hukum dan HAM.

”Kami sedang menggodog antar kementerian. Sekarang drafnya sudah di Kemenkumham,” beber Hasan.

Selain kebiri, hukuman lain yang tengah digodog adalah pengumuman identitas pelaku publik dan pemasangan cip. Cip nantinya akan dipasang di kaki atau tangan pelaku. Sehingga pelaku kejahatan seksual terhadap anak dapat terpantau.

Semua itu menurut Hasan akan menjadi opsi bagi pengadilan untuk menjatuhkan hukuman. Pengadilan bisa memilih hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada pelaku, selain hukuman kurungan fisik.

Menteri PPPA Yohana Yembise dalam keterangan persnya mengakui jika pemerintah menilai kasus-kasus kekerasan terhadap anak sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Hukuman yang tengah digodog ini merupakan langkah konkret memperberat hukuman bagi para pelaku untuk memberikan efek jera.

”Wacana hukuman kebiri ini sebagai wujud keseriusan pemerintah untuk memberikan hukuman dan efek jera bagi pelaku dan predator kejahatan seksual,” ujar Yohana. (lyn/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

2019, Kelurahan Dapat Dana Seperti Desa

2019, Kelurahan Dapat Dana Seperti Desa

Distribusi anggaran dari pusat ke daerah terus dilakukan. Setelah dana desa, pemerintah akan segera mengeluarkan program dana kelurahan.


Rumah Bos Lippo Group Digeledah KPK

Rumah Bos Lippo Group Digeledah KPK

KPK terus mencari bukti-bukti tambahan untuk melengkapi pengungkapan kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta.


Presiden Semprot Manajemen BPJS

Presiden Semprot Manajemen BPJS

Persoalan yang terus membelit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedikit geram.


Dua Oknum TNI Jadi Kurir Bandar Napi

Dua Oknum TNI Jadi Kurir Bandar Napi

Bandar narkotika terus menyasar aparat pemerintah untuk melancarkan bisnisnya.


Pajak Rokok Tak Mampu Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Pajak Rokok Tak Mampu Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang mengatur penggunaan pajak rokok untuk BPJS Kesehatan memang telah berlaku.


Cukai Rokok untuk BPJS disetujui Daerah

Cukai Rokok untuk BPJS disetujui Daerah

Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara terkait keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Jaminan Kesehatan.


Jokowi Bantah Kampanye di Iklan Capaian di Bioskop

Jokowi Bantah Kampanye di Iklan Capaian di Bioskop

Penayangan iklan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menayangkan capaian pemerintah terus mendapat protes dari partai Gerakan Indonesia Raya.


Terpuruk, Rupiah Nyaris Sentuh Rp15 ribu

Terpuruk, Rupiah Nyaris Sentuh Rp15 ribu

Sejak awal pekan ini, kinerja rupiah terus memburuk. Pada Senin (3/9) lalu, pada penutupan perdagangan, nilai tukar rupiah terpuruk di angka Rp14.816 per dolar


Aksi Tagar Tidak Termasuk Kampanye

Aksi Tagar Tidak Termasuk Kampanye

Kericuhan akibat deklarasi ganti presiden di beberapa daerah memang tidak diatur oleh regulasi. Baik UU Pemilu maupun Peraturan KPU.


Senin Mangkir, Romy Dipanggil KPK Lagi Besok

Senin Mangkir, Romy Dipanggil KPK Lagi Besok

Penyidikan kasus dugaan korupsi usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 terus berkembangan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!