Nasional
Share this on:

Perpres Baru Permudah Tenaga Kerja Asing Masuk

  • Perpres Baru Permudah Tenaga Kerja Asing Masuk
  • Perpres Baru Permudah Tenaga Kerja Asing Masuk

JAKARTA - Kajian dan ivestigasi Ombudsman Republik Indonesia (IRI) soal tenaga kerja asing (TKA) memang belum menyentuh Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Tapi, Komisoner ORI Laode Ida menyampaikan, argumen pemerintah soal perpres tersebut malah menegaskan bahwa pemerintah membuka pintu lebih lebar untuk tenaga kerja dari luar negeri.

Laode menuturkan, perpres tersebut bisa dibilang sebagai salah satu upaya pemerintah memaksimalkan pelayanan terhadap TKA. Bukan sebatas pandangan, dia menyampaikan itu lantaran pemerintah juga mengakui bahwa perpres itu dibuat untuk mempermudah prosedur TKA masuk Indonesia.

”Itu artinya cenderung memberikan pelayanan prima kepada TKA,” ujarnya.

Namun demikian, langkah itu tidak dibarengi dengan skenario yang bisa memberikan jaminan pasti bahwa kedatangan TKA benar-benar tidak akan mengesampingkan pekerja lokal. Sebab, masih banyak masyarakat Indonesia butuh pekerjaan. Buruknya, hasil kajian dan investigasi ORI menunjukan bahwa banyak pelanggaran dilakukan TKA.

Meski pemerintah terus menyuarakan niatan baik dibalik kedatangan TKA ke tanah air. Transfer teknologi maupun transfer pengetahuan lewat TKA saat ini dinilai belum efektif oleh ORI. Sebab, sejauh ini mereka lebih banyak menemukan TKA yang menjadi pekerja kasar ketimbang TKA yang mampu mentransfer pengetahuan mereka kepada tenaga kerja lokal.

Fakta di lapangan, sambung Laode, berkata demikian. ”Sulit sekarang untuk menyatakan bahwa itu (transfer pengetahuan) bisa diimplementasikan dengan baik,” bebernya. Karena itu, pemerintah perlu berbenah diri. Mereka tidak boleh tinggal diam dengan fakta yang ditemukan oleh ORI melalui kajian dan investigasi yang sudah lakukan.

Sementara itu, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya kemarin menginisiasi penggalangan dukungan terbentuknya panitia khusus (pansus) TKA. Dua anggota Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon dan M Syafii menandatangani surat pembentukan pansus TKA, saat menerima audiensi dari Kesatuan Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan pengemudi ojek online.

”Kami sudah siapkan TOR (Term of reference, red) pansus TKA, saya dan Romo (M Syafii, red) akan tanda tangan,” kata Fadli di ruang rapat pimpinan DPR, kemarin (26/4). Menurut Fadli, keberadaan TKA terutama pekerja kasar tidak mendapat penanganan berarti dari pemerintah. Secara ekonomi, TKA unskilled telah merebut hak pekerja lokal.

Dari sisi politik, TKA asing juga berpotensi menganggu konfigurasi politik. Belum termasuk dari sisi keamanan yang bisa mengganggu. ”Kalau yang skilled worker tidak masalah, tapi yang unskilled ini masuk tanpa verifikasi,” kata Fadli. Pemerintah, sambung Fadli, juga tidak memiliki data akurat terkait jumlah TKA.

Munculnya Perpres TKA juga makin membuka pintu bagi warga asing untuk menguasai sektor kerja di tanah air. ”Kami perlu untuk membuat pansus, demi mendalami masalah ini,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu. Sesuai aturan, usulan Pansus bisa diajukan ke paripurna DPR jika didukung minimal 25 anggota dewan dari dua fraksi.

Fadli menyatakan, usulan pansus TKA ini akan disebarkan ke masing-masing fraksi untuk dimintai dukungan, usai masa reses nanti. ”Saya dengar pak Taufik Kurniawan (Fraksi PAN) dan pak Fahri (Fahri Hamzah, Fraksi PKS) siap tanda tangan,” ujarnya. Dia membantah jika usul pembentukan pansus TKA bernuansa politis.

Apalagi, saat ini tahapan pemilu presiden pada bulan Agustus juga semakin dekat. ”Pansus ini hak DPR. Katanya DPR suruh kerja, haknya harus digunakan maksimal dong,” kata Fadli. (bay/syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Keluarkan Permendikbud Baru untuk PPDB 2019

Keluarkan Permendikbud Baru untuk PPDB 2019

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) baru.


Honorer Ingin Semua Diakomodasi

Honorer Ingin Semua Diakomodasi

Tawaran pemerintah untuk mengundang 159 ribu guru honorer K2 mengikuti tes calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) belum mendapat respon positi


Alhamdulillah, 159 ribu Guru Honorer K2 Bisa Jadi PPPK

Alhamdulillah, 159 ribu Guru Honorer K2 Bisa Jadi PPPK

Jumlah guru honorer K2 yang akan mengikuti tes Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) sudah selesai dipetakan.


Pencarian Empat Pekerja PT Istaka Karya Terus Berlanjut

Pencarian Empat Pekerja PT Istaka Karya Terus Berlanjut

Sempat jeda saat Natal dan tahun baru, operasi pencarian empat pekerja PT Istaka Karya yang masih hilang dilanjutkan.


Ratusan Mahasiswa Indonesia Jalani Kerja Paksa di Taiwan

Ratusan Mahasiswa Indonesia Jalani Kerja Paksa di Taiwan

Kabar mengejutkan datang dari Taiwan. Sekitar 300 mahasiswa yang mengikuti kuliah sambil magang di sana, ternyata harus menjalankan kewajiban kerja paksa.


Satker Dicopot, Perusahaan Diblacklist

Satker Dicopot, Perusahaan Diblacklist

Kementerian PUPR mengambil langkah tegas menyikapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap oknum pegawai pada dua Satuan Kerja (Satker) mereka.


Jakarta Surabaya Tersambung Tol, Tak Ada Penurunan Minat pada Moda Lain

Jakarta Surabaya Tersambung Tol, Tak Ada Penurunan Minat pada Moda Lain

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kemarin meninjau persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Stasiun Pasar Senen kemarin (21/12).


Tersambung Tol, Jakarta- Surabaya Bisa 10 Jam

Tersambung Tol, Jakarta- Surabaya Bisa 10 Jam

Persiapan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dinilai sudah matang.


Jakarta-Cikampek Macet, Cirebon-Surabaya Rawan Kecelakaan

Jakarta-Cikampek Macet, Cirebon-Surabaya Rawan Kecelakaan

Persiapan angkutan Natal dan Tahun Baru sudah dilakukan. Pemerintah telah melakukan pemetaam jalur, moda, dan jumlah penumpang.


Jakarta-Surabaya Tersambung, Waspada Ngebut di Tol Lurus

Jakarta-Surabaya Tersambung, Waspada Ngebut di Tol Lurus

Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi berbeda dari biasanya.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!