Nasional
Share this on:

Perpres Mobil Listrik Segera Terbit

  • Perpres Mobil Listrik Segera Terbit
  • Perpres Mobil Listrik Segera Terbit

JAKARTA - Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur masalah mobil listrik sudah hampir selesai. Saat ini draft Perpres itu ada di Menteri Keuangan untuk mendapatkan paraf persetujuan. Ini menandakan tidak ada lagi hal subtansif yang dipermasalah dari draft Perpres mengenai mobil listrik itu. Namun ia mengisyaratkan, dalam Perpres itu juga diatur mengenai penggunaan content local.

"Saya berharap bulan ini, sekali lagi. Nanti saya mau telepon Menteri Keungan karena di luar kota mengenai paraf dia, tinggal paraf dia aja," ujar Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitanusai menghadiri rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (19/7).

Ia mengaku telah sepakat dengan Menteri Perindustrian untuk memberikan kuota impor kepada perusahaan yang membikin industri mobilnya sampai industri itu jadi. "Kita tadi ingin supaya nanti litium batre yang mau kita bangun di sini itu betul-betul itu yang menjadi daya tarik, karena kan bahan-bahan bakunya di kita. Mungkin dalam dua tahun, kita bikin waktunya dan jumlahnya berapa," ujarnya.

Perhitugan jangka waktu dua tahun itu, menurut Luhut, menyesuaikan waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik mobil. Sementara, kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah, ternyata direspon pasar.

Produsen mobil asal Cina Dongfeng Sokonindo (DFSK) misalnya. Telah mengantisipasi perkembangan mobil listrik di Indonesia dengan memboyong Glory E3, meski kendaraan bermodel sport utility vehicle (SUV) itu belum dijual di Tanah Air.

"Kami sengaja membawa DFSK Glory E3 untuk diperkenalkan kepada konsumen di Indonesia," kata Managing Director Sales Center PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, ICE BSD, Tangerang, kemarin.

Franz menjelaskan bahwa DFSK memiliki jaringan riset dan pengembangan di Silicon Valley, Amerika Serikat, sehingga tidak heran jika mereka sudah memiliki mobil listrik meski baru masuk ke pasar Indonesia pada dua tahun lalu.

Glory E3 yang tampil perdana pada Shanghai Auto Show 2018, berdimensi 4385mm x 1850mm x 1647mm (panjang x lebar x tinggi) dengan wheelbase 2655mm yang memberikan nuansa urban untuk penggunanya, terutama pada tampilan eksterior dan kaki-kaki berukuran 18 inci.

Sistem penggerak yang dipakai Glory E3 adalah motor listrik dan baterai dengan jarak tempuh mulai dari 405 kilometer berkat kapasitas baterai 52,56 kwh yang disandingkan dengan motor listrik tipe Permanent Magnet Synchronous Motor.

Glory DFSK E3 hanya memerlukan waktu 30 menit untuk mencapai 80 persen daya baterai dengan menggunakan teknologi pengisian cepat. Meski bisa melaju jauh, DFSK tetap memperhatikan performa. Glory E3 bertenaga 163 PS dan torsi mencapai 300 Nm, yang mampu berakselerasi 0-50 km dalam waktu 3,9 detik.

Sistem kendali kendaraan menggunakan sistem operasi Lin OS 4.0, ditambah i-talk yang bisa menjalankan perintah melalui suara pengemudi. DFSK menyatakan masih menunggu peraturan pemerintah tentang mobil ramah lingkungan, termasuk mobilitas terelektrifikasi, kemudian menyiapkan model ini untuk dipasarkan di Tanah Air.

"Mengenai harga, kami masih riset pasar. Nanti akan diumumkan lebih lanjut," ujar Franz Wang. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan
Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Indonesia Revisi Perjanjian Perdagangan Lintas Batas dengan Malaysia

Indonesia Revisi Perjanjian Perdagangan Lintas Batas dengan Malaysia

Pemerintah Indonesia dan Malaysia tengah berkomitmen untuk segera menyelesaikan proses peninjauan kembali Perjanjian Perdagangan Lintas Batas (Border Trade Agre


30 Kabupaten Kota Dapat Potongan Tagihan Listrik

30 Kabupaten Kota Dapat Potongan Tagihan Listrik

PT PLN (Persero) menyatakan, akan memberikan kompensasi bagi pelanggan yang terkena pemadaman listrik 'berjamaah' pada Minggu (4/8) dan Senin (5/8) lalu.


Kompensasi 300 Persen, PLN Terancam Bangkrut

Kompensasi 300 Persen, PLN Terancam Bangkrut

Upaya pemerintah merevisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 27 tahun 2017 bisa mengancam keuangan Perusahaan Listrik Negara (PLN)..


Buntut Listrik Mati Massal, Direksi PLN Dituntut Mundur

Buntut Listrik Mati Massal, Direksi PLN Dituntut Mundur

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) harus menutup kerugian materi pelanggan yang dikalkulasi berkisar Rp839 miliar.


Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

PT PLN Persero menggandeng Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan yang menyebabkan mati listrik massal alias blackout di Jakarta, Banten, Jawa Barat, da


MRT Rugi Rp507 Juta saat Listrik Padam

MRT Rugi Rp507 Juta saat Listrik Padam

Padamnya aliran listrik di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Minggu (4/8), berdampak kerugian pada sejumlah perusahaan.


Bukan Ulah Teroris, Dugaan Sementara Akibat Pohon Sengon

Bukan Ulah Teroris, Dugaan Sementara Akibat Pohon Sengon

Mabes Polri menyampaikan terkait penyebab pemadaman listrik secara serentak di Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat pada Minggu (4/8) akibat gangguan pohon baru


Listrik Mati Tanggung Jawab Menteri BUMN

Listrik Mati Tanggung Jawab Menteri BUMN

Listrik di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten mengalami padam massal pada Minggu (4/5).


Jokowi Minta Listrik Mati Jangsn Terulang Lagi

Jokowi Minta Listrik Mati Jangsn Terulang Lagi

Ada yang berbeda dengan inspeksi mendadak yang dilakukan Presiden Joko Widodo ke kantor Pusat PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Senin (5/8).


Listrik Padam, Jokowi dan Para Menteri Tertawa saat Family Gathering

Listrik Padam, Jokowi dan Para Menteri Tertawa saat Family Gathering

Aktivitas presiden dan menterinya yang menggelar family gathering bersamaan dengan pemadaman listrik dinilai sebagai peristiwa sosial yang bertentangan.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!