Nasional
Share this on:

Pesawat N-219 Kekurangan Duit Uji Terbang

  • Pesawat N-219 Kekurangan Duit Uji Terbang
  • Pesawat N-219 Kekurangan Duit Uji Terbang

JAKARTA - Perjalanan pesawat buatan dalam negeri N-219 menuju produksi terkatung-katung. Penyebabnya adalah ketiadaan dana untuk sertifikasi uji terbang yang mencapai Rp81,8 miliar.

Pengamat penerbangan sekaligus anggota Ombudsman Alvin Lie prihatin dengan kondisi tersebut. Seharusnya, pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kekurangan dana itu. Sebab, dalam industri penerbangan, itu adalah angka yang sangat kecil.

”Jangan cuma publikasinya, tetapi gak mau keluar duitnya,’’ kritiknya, kemarin.

Kritikan Alvien itu terkait dengan klaim pemerintah bahwa N-219 telah dipesan sebanyak 200 unit. Pada November tahun lalu, Presiden Jokowi bahkan memeriksa perkembangan pesawat tersebut dan memberi nama Nurtanio.

Kemarin, N-219 menjalani uji terbang ke-15 di Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung. Total, pesawat besutan PT DI dan Lapan itu baru mengantongi 18 jam uji terbang. Padahal, syarat minimal sebelum produksi masal 300 jam.

Menurut Alvien, untuk bisa diproduksi masal, perjalanan N-219 masih sangat panjang. Rp81,8 miliar adalah bagian kebutuhan dana yang sangat kecil. Jika nanti masuk tahap produksi massal, modal yang harus disiapkan pemerintah jauh lebih besar lagi.

Dirjen Penguatan Inovasi (PI) Kemenristekdikti Jumain Appe mengatakan sempat ada desakan supaya kekurangan anggaran sertifikasi layak terbang itu diambil dari APBN Kemenristekdikti. Tetapi, itu belum diputuskan.

Dia berharap ada skema perusahaan atau lembaga swasta ikut ambil bagian dalam pendanaan proyek pesawat nasional itu. (wan/ang/jpg)

Berita Sebelumnya

Kejanggalan Proyek E-KTP Mulai Dibeber
Kejanggalan Proyek E-KTP Mulai Dibeber

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Sukhoi SU-35 Mendarat Oktober

Dua Sukhoi SU-35 Mendarat Oktober

Pesawat tempur Sukhoi SU-35 dipastikan bakal tiba di tanah air tahun ini.


Puncak Musim Hujan, Risiko Delay Pesawat Tinggi

Puncak Musim Hujan, Risiko Delay Pesawat Tinggi

Februari tahun ini diprediksi menjadi puncak musim hujan. Curah hujan pun tinggi. Salah satu risikonya adalah delay pesawat terbang.


Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Lanjutan sidang kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto berlangsung sebagaimana mestinya.


Taksi Online Kesulitan Urus Uji Kir

Taksi Online Kesulitan Urus Uji Kir

Kuota yang disediakan oleh Dinas Perhubungan masing-masing daerah masih banyak yang belum terpenuhi.


Rusia Ingin Pengadaan Sukhoi Segera Tuntas

Rusia Ingin Pengadaan Sukhoi Segera Tuntas

Pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 menjadi salah satu topik yang dibicarakan oleh Menko Polhukam Wiranto dengan utusan presiden Rusia.


Pemerintah Diminta Segera Buka CPNS Guru

Pemerintah Diminta Segera Buka CPNS Guru

Kekurangan guru PNS, khususnya di jenjang SD sudah sangat mendesak.


TKW Lahirkan Bayi di Toilet Pesawat

TKW Lahirkan Bayi di Toilet Pesawat

Nama Etihad Airways mendadak menjadi buah bibir. Setelah air crew maskapai Etihad Airways menemukan sesosok janin laki-laki di tempat sampah toilet pesawat.


Tertipu, 1.800 Calon Jamaah Umrah Gagal Terbang

Tertipu, 1.800 Calon Jamaah Umrah Gagal Terbang

Kasus penipuan travel umrah Hannien Tour (HT) membuka fakta bahwa kejahatan umrah tidak melulu terjadi di paket umrah murah.


Geger Pesawat TNI AU Angkut Miras

Geger Pesawat TNI AU Angkut Miras

Penemuan 797 botol miras jenis Vodka di pesawat angkut TNI-AU C-130 Hercules, Rabu (29/11) lalu, kini tengah diselidiki oleh Polisi Militer.


Amerika Serikat Cekal Jenderal Gatot, Dubesnya Minta Maaf

Amerika Serikat Cekal Jenderal Gatot, Dubesnya Minta Maaf

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kecewa dengan penolakan tiba-tiba untuk terbang ke Amerika Serikat (AS).



Berita Hari Ini

hari pers

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!