Nasional
Share this on:

Polisi Dalami Minyak Tumpah atau Sengaja Dibuang

  • Polisi Dalami Minyak Tumpah atau Sengaja Dibuang
  • Polisi Dalami Minyak Tumpah atau Sengaja Dibuang

JAKARTA - Penyebab tumpahan minyak di Teluk Balikpapan yang kemudian menyulut kebakaran dengan korban jiwa dua nelayan masih menjadi tanda tanya. Namun, kepolisian mencurigai adanya kapal yang mengalami kebocoran atau malah membuang minyak tersebut.

Dihubungi Jawa Pos, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra menuturkan bahwa pendalaman masih dilakukan untuk mengetahui penyebab dan asal muasal dari tumpahan minyak. ”Kami sedang menelusuri dari mana minyak ini,” terangnya kemarin.

Ada beberapa kemungkinan sumber minyak tumpah ini, sesuai hasil uji laboratorium sulit untuk disebut bahwa minyak ini berasal dari kilang PT Pertamina. Hal itu mengarahkan petugas untuk memeriksa beberapa kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

”Ada beberapa awak kapal yang diperiksa, khususnya kapal yang berada di sekitar kejadian,” ujarnya.

Untuk total jumlah saksi yang telah diperiksa saat ini mencapai enam orang. Namun, jumlah saksi ini akan terus bertambah, karena masih dalam proses. ”Sayangnya, kami belum temukan adanya saksi yang melihat secara langsung tumpahnya minyak,” tegasnya.

Bisa jadi, tumpahan minyak ini berasal dari salah satu kapal yang sedang mengisi bahan bakar atau sedang memindah bahan bakar. ”Maka dari itu kami cek,” terangnya. Namun, soal kemungkinan minyak itu dibuang, dia masih berupaya untuk mencari buktinya.

Menurutnya, setelah diketahui kapal mana atau minyak ini bersumber dari mana, baru akan diketahui apa motif dibalik tumpahan minyak. ”apakah tumpah karena ketidaksengajaan atau dibuang dengan sengaja,” tegasnya.

Yang pasti, Polri berupaya untuk bekerja dengan cepat, untuk melindungi masyarakat dan lingkungan. Dalam kejadian ini, tidak hanya dua orang meninggal, namun juga ada kerusakan lingkungan yang terjadi. ”Tentu ini merupakan kewajiban bersama,” terangnya.

Sementara terkait dua nelayan yang tewas, dia menjelaskan bahwa identitasnya telah diketahui. Saat ini kedua jenazah telah diambil keluarganya. Saat ditanya identitas kedua nelayan, dia tidak menjawabnya. ”Yang penting telah diambil keluarga jenazahnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tidak akan berhenti mengusut kasus tumpahan minyak yang kemudian terbakar tersebut. Siapapun yang terlibat dalam kejadian tersebut tentunya harus bertanggungjawab. ”Kita kejar,” tegas polisi dengan dua melati di pundaknya tersebut. (idr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kejar Target, Lusa RUU Terorisme Diketok

Kejar Target, Lusa RUU Terorisme Diketok

Pembahasan RUU Antiterorisme terus dikebut. DPR menarget Jumat akhir pekan ini atau lusa (25/5) sudah bisa membawa RUU tersebut ke paripurna untuk kemudian dike


Terduga Provokator Kerusuhan, Aktif Serukan Teror ke Polisi

Terduga Provokator Kerusuhan, Aktif Serukan Teror ke Polisi

Sekitar pukul 09.00 kemarin (10/5), beberapa polisi tampak memasang garis polisi di sekitar kamar jenazah RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.


Wakapolri: Videokan Polisi di Jalan, Kalau Benar Langsung Saya Pecat

Wakapolri: Videokan Polisi di Jalan, Kalau Benar Langsung Saya Pecat

Presiden Jokowi memerintahkan langsung Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin memberantas praktik pemalakan terhadap para sopir truk.


Tuntut Kesejahteraan dan Tolak Buruh Asing

Tuntut Kesejahteraan dan Tolak Buruh Asing

Ribuan buruh dari puluhan organisasi berbeda tumpah ruah di Jalan Medan Merdeka Barat sejak pagi hingga sore kemarin (5/1).


Tak Perlu Cemas Sistem Baru Scoring SBM PTN

Tak Perlu Cemas Sistem Baru Scoring SBM PTN

Tahun ini panitia SBM PTN menerapkan sistem baru penilaian atau scoring hasil ujian tulis.


Pemerintah Cermati Fluktuasi Harga Minyak

Pemerintah Cermati Fluktuasi Harga Minyak

Pada perdagangan akhir pekan lalu indeks harga minyak dunia berada pada level tertinggi selama 3 tahun terakhir menjadi USD 67,39 per barel.


Tumpahan Minyak Mulai Cemari Tanah

Tumpahan Minyak Mulai Cemari Tanah

Selain mencemari perairan, tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menemukan kontaminasi minyak mentah (crude oil) dari pipa pertamina.


Pasar Tumpah hingga Tol Menjadi Perhatian saat Arus Mudik

Pasar Tumpah hingga Tol Menjadi Perhatian saat Arus Mudik

Tol hingga pasar tumpah menjadi pembicaraan yang serius dalam rapat persiapan penyelenggaraan angkutan lebaran.


Sudah Minta Maaf, Laporan Puisi Sukmawati ke Polisi Bertambah

Sudah Minta Maaf, Laporan Puisi Sukmawati ke Polisi Bertambah

Sambil terisak, putri keempat Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri menyampaikan permintaan maafnya di hadapan publik kemarin.


Polisi Dalami Pengaduan Kasus Sukmawati

Polisi Dalami Pengaduan Kasus Sukmawati

Puisi berjudul Ibu Indonesia yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri, Jumat (30/3) tampaknya bakal bergulir ke proses hukum.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!