Nasional
Share this on:

Polisi Endus Penghimpunan Dana Teroris lewat LSM

  • Polisi Endus Penghimpunan Dana Teroris lewat LSM
  • Polisi Endus Penghimpunan Dana Teroris lewat LSM

JAKARTA - Berbagai cara dilakukan kelompok teroris dalam menghimpun dana untuk melancarkan aksi. Salah satunya dengan berklamufase menjadi lembaga swadaya masyarakat (LSM). Anggota teroris menggunakan LSM untuk menghiumpun dana dari masyarakat yang seolah-olah digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menemukan fakta terbaru dari pengungkapan kasus terorisme oleh Densus 88 antiteror Polri. "Kita temukan dari beberapa perusahaan atau perkebunan yang diolah mereka masuk ke rekening. Mereka juga menarik dana dari masyarakat, dengan menggunakan lembaga-lembaga masyarakat untuk kepentingan masyarakat," kata Dedi, Kamis (8/8) kemarin.

Menurut Dedi, dana dari lembaga masyarakat tersebut yang digunakan oleh kelompok ini bukan untuk kepentingan umat. Tapi digunakan untuk kepentingan organisasinya dan juga tidak menutup kemungkinan dipakai membeli beberapa bahan-bahan yang dirakit jadi bahan peledak.

"Ada beberapa, ini lagi dipisahkan oleh Densus mana yang masuk dalam lembaga masyarakat jaringan JI, mana yang jaringan JAD seluruhnya ini masih dipilah-pilah," ujarnya.

Dalam hal ini, kata Dedi, Polri bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengungkap aliran dana tersebut. Lembaga yang terbukti menyalurkan dana kepada kelompok teroris akan diblokir rekeningnya. Dan tentunya, Polri tetap kedepankan asas praduga tak bersalah dulu, sehingga memang harus cukup kuat buktinya, bahwa secara individu maupun kelompok.

"Kita butuh cukup bukti untuk memastikan mereka masuk dalam jaringan JI atau JAD. Intinya, sudah sangat jelas mereka akan merencanakan aksi terorisme, maka bisa bekerja sama dengan PPATK dan perbankan untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening tersebut dan dilakukan penyitaan agar tidak bisa dimanfaatkan oleh kelompok tersebut," jelas Dedi.

Dedi pun mengimbau masyarakat, agar cermat dalam menyalurkan dana kemanusiaan. Dia juga mengatakan lembaga kemanusiaan harus melakukan audit publik agar tak terjadi penyelewengan.

"Masyarakat harus betul-betul mampu melakukan klarifikasi, konfirmasi dan verifikasi terhadap semua perusahaan dan LSM yang meminta bantuan untuk ikut serta misalnya dalam kegiatan kemanusiaan. Itu harus ada audit publik, kalau tidak diaudit publik perusahaan tersebut rawan untuk diselewengkan," pungkasnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

Dua terduga teroris anggota kelompok Jamaah Ansorut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee diringkus Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.


Kemendagri: Dana Pilkada 2020 Aman

Kemendagri: Dana Pilkada 2020 Aman

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan kesiapan dana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.


Sembilan Polisi Korban Demo Masih Dirawat

Sembilan Polisi Korban Demo Masih Dirawat

Sebanyak sembilan anggota kepolisian masih dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Mereka merupakan korban aksi demonstrasi pelajar dan mahasiswa, Senin


KPAI Klaim Temukan Rekening Penggalangan Dana Aksi Demo Pelajar

KPAI Klaim Temukan Rekening Penggalangan Dana Aksi Demo Pelajar

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengaku menemukan bukti rekening yang menampung dana untuk aksi demo para pelajar, Rabu (25/9) lalu.


Polisi Klarifikasi, Pemprov DKI Minta Pemulihan Nama Baik

Polisi Klarifikasi, Pemprov DKI Minta Pemulihan Nama Baik

Polda Metro Jaya mengklarifikasi terkait mobil ambulance yang diamankan saat demo pelajar SMK dan SMA yang berujung rusuh, Rabu (25/9).


Dana Pendidikan Sebagian untuk Riset dan Beasiswa

Dana Pendidikan Sebagian untuk Riset dan Beasiswa

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyiapkan dana anggaran untuk sektor pendidikan sebesar Rp508,1 triliun pada 2020.


Demo Mahasiswa Disusupi, Seorang Pelajar Bawa Bom Molotov

Demo Mahasiswa Disusupi, Seorang Pelajar Bawa Bom Molotov

Polisi mengamankan 94 orang yang diduga provokator pada aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR yang berakhir rusuh, Selasa (24/9) lalu.


Aturan Penggunaan Dana BOS Dikaji Ulang

Aturan Penggunaan Dana BOS Dikaji Ulang

Pemerintah menghimbau kepada pemerintah daerah (pemda), untuk tidak lagi menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membayar gaji guru honorer.


Bawaslu Usul Dana Pilkada dari APBN

Bawaslu Usul Dana Pilkada dari APBN

Banyak penyelenggara pemilu di daerah yang belum menyelesaikan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).


Sembilan Terduga Teroris JAD Bekasi dan Jakarta Ditangkap

Sembilan Terduga Teroris JAD Bekasi dan Jakarta Ditangkap

Sembilan terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diamankan Tim Densus 88 Antiteror Polri di sejumlah tempat di Bekasi dan Jakarta, Senin (23/9) kemarin.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!