Nasional
Share this on:

Polisi Kejar Aktor Produsen Hoax Surat Suara

  • Polisi Kejar Aktor Produsen Hoax Surat Suara
  • Polisi Kejar Aktor Produsen Hoax Surat Suara

JAKARTA - Proses hukum kasus hoax surat suara tercoblos berjalan cepat. Kemarin (4/1) polisi menangkap dua pelaku yang diduga menyebarkan hoax surat suara berinisial HY di Bogor dan LS di Balikpapan. Dengan penangkapan keduanya, Polri berupaya untuk mengetahui siapa inisiator dan produsen pembuat hoax.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dua terduga tersebut terdeteksi merupakan pelaku penyebaran paling aktif, sehingga membuat hoax surat suara tersebut viral. ”Penyebaran via WhatsApp dan sejumlah media sosial,” tuturnya kemarin (4/1).

Menurut dua, dua terduga kini menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam, sebelum diputuskan apakah perlu dilakukan penahanan atau tidak. ”Penyebaran yang dilakukan keduanya, salah bukti yang diserahkan ketua KPU,” ungkapnya.

Dedi menjelaskan, dari informasi keduanya, penyidik mulai bisa meraba siapa yang memberikan rekaman video hoax surat suara tercoblos tersebut. Selain itu dikerucutkan dengan saksi ahli Informasi dan teknologi (IT), maka akan diketahui siapa yang membuat hoax dan inisiatornya. ”Tim ini terus bekerja,” jelasnya.

Laboratorium forensik (labfor) juga bekerja untuk mengetahui identitas pemilik suara dalam video hoax tersebut. Setelah dianggap diketahui identitasnya tentu perlu konfrontir antara yang diduga pemilik suara dengan data suara dalam video. ”Ini kerja labfor,” paparnya.

Dia menjelaskan, bila semua telah diketahui aktor-aktor pembuat dan inisiator hoax surat suara tercoblos, akan terungkap kejahatan ini terencana atau hanya spontan. ”Tapi, penyidik juga bekerja dengan asas kehati-hatian,” urainya.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengapresiasi kinerja kepolisian atas penangkapan dua terduga penyebar hoax surat suara itu. Dia berharap proses hukum bisa berjalan dengan baik dan adil. ’’Tapi kami harap yang diproses hukum itu termasuk siapa yang mendalangi (penyebaran hoax),’’ terangnya di KPU kemarin.

Dia menduga serangan kali ini bukan sesuatu yang bersifat natural atau sporadis. Melainkan, sudah menjadi serangan yang terorganisir. ’’Tujuan utamanya untuk meruntuhkan kredibilitas KPU sebagai penyelenggara pemilu,’’ lanjut mantan Ketua Bawaslu provinsi Banten itu.

Menurut Pramono, dengan isu tersebut, KPU bisa dianggap tidak netral. Kritikan juga selalu datang bertubi-tubi. Selama masih berkaitan dengan kebijakan tentu pihaknya akan menerima dengan terbuka. Namun, ketika serangan itu bertujuan meruntuhkan kepercayaan publik, KPU bakal melawan lewat proses hukum.

Yang jelas, tambah Pramono, KPU sudah berupaya menyelenggarakan pemilu dengan transparan. Semua informasi terkait pemilu tersedia di website KPU. ’’Kalau ada informasi yang diragukan, silakan dikonfirmasi kepada akun media sosial kami atau kepada komisioner KPU,’’ tambahnya. Dia memastikan semua komisioner akan menanggapi dengan terbuka.

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengapresiasi kerja polisi yang berhasil menangkap pelaku penyebar hoax. "Kerja polisi bagus," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding.

Namun, kata dia, polisi jangan hanya berhenti di situ saja. Polisi harus membongkar dan mengusut tuntas semua yang terlibat dalam kasus tersebut. Siapapun yang terlibat harus ditangkap dan dijatuhi hukuman sesuai undang-undang. Sebab, mereka sudah menyebar kebohongan, menimbulkan kegaduhan, dan membodohi masyarakat.

"Apa yang mereka lakukan sangat berbahaya," tegas Ketua DPP PKB itu.

Terkait rencana pemeriksaan Andi Arief, pihaknya masih akan menunggu langkah selanjutnya yang dilakukan penyidik. Apakah Andi Arief ikut serta atau langsung menjadi pelaku penyebar hoax, perkembangan itu yang akan dia tunggu.

Namun, jika melihat dan membaca cuitan dalam akun twitternya, Andi yang juga politikus Partai Demokrat itu diduga sengaja menyebar berita bohong tersebut. Tujuannya, lanjut Karding, publik menjadi geger, bahkan termakan berita murahan yang merusak demokrasi Indonesia.

Selain Andi Arief, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain juga perlu diperiksa, karena dia juga ikut menyebar berita surat suara yang sudah dicoblos. "Sekali lagi ini sangat berbahaya," ungkapnya. (idr/byu/lum/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Sespri Menpora Diperiksa 9 Jam
Sespri Menpora Diperiksa 9 Jam

Berita Berikutnya

Kasus Match Fixing Bakal Naik Status
Kasus Match Fixing Bakal Naik Status

Berita Sejenis

Baku Tembak dengan KKSB, Seorang Polisi Gugur Lagi di Nduga

Baku Tembak dengan KKSB, Seorang Polisi Gugur Lagi di Nduga

Bumi Cenderawasih belum sepenuhnya bebas dari aksi kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).


Tak Ada Perempuan di Kamar Andi Arief saat Digerebek Polisi

Tak Ada Perempuan di Kamar Andi Arief saat Digerebek Polisi

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus mengembangkan penyelidikan pascamenangkap Andi Arief di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat.


Proses Hukum Ketua Alumni 212 Slamet Ma’arif Dihentikan Polisi

Proses Hukum Ketua Alumni 212 Slamet Ma’arif Dihentikan Polisi

Pengusutan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang menyeret Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma’arif sebagai tersangka, akhirnya resmi dihentikan polisi.


Joko Driyono Akan Diperiksa Pekan depan

Joko Driyono Akan Diperiksa Pekan depan

Setelah melakukan pemeriksaan yang kedua selama 22 jam, kemarin, Polisi memutuskan tidak menahan Ketua Umum PSSI Joko Driyono.


Lari Hindari Razia Polisi, DPO Teroris Ditangkap di Sawah

Lari Hindari Razia Polisi, DPO Teroris Ditangkap di Sawah

Seorang terduga teroris berinisial TWA alias A alias H tertangkap di Temanggung Kamis lalu (14/2).


Ledakan di Lokasi Debat ternyata Hanya Petasan

Ledakan di Lokasi Debat ternyata Hanya Petasan

Suara ledakan terdengar di dekat Parkir Timur Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, tadi malam.


Pemerintah Kejar Penuntasan Wajib Belajar 12 Tahun

Pemerintah Kejar Penuntasan Wajib Belajar 12 Tahun

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 resmi dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin (12/2).


Tagih Pencabutan Remisi Susrama, Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi

Tagih Pencabutan Remisi Susrama, Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi

Kementerian Hukum dan HAM kini mengkaji kemungkinan pencabutan remisi untuk I Nyoman Susrama, otak pembunuh wartawan Jawa Pos Radar Bali AA Gde Bagus Narendra P


Sudah 30 Motor dan Mobil Dibakar, Modus Sama, Pelaku Misterius

Sudah 30 Motor dan Mobil Dibakar, Modus Sama, Pelaku Misterius

”Awalnya suara keretek-keretek kayak hujan. Tapi, saat dicek di depan rumah, tidak ada hujan.


Kasus Prostitusi Online, Polisi Jadwalkan Periksa Maraton 45 Artis

Kasus Prostitusi Online, Polisi Jadwalkan Periksa Maraton 45 Artis

Pemeriksaan perdana Vanessa Angel sebagai tersangka kasus prostitusi online diundur Jumat (25/1).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!