Nasional
Share this on:

Polisi Terima Dua Kantong Jenazah Tambahan Pabrik Petasan

  • Polisi Terima Dua Kantong Jenazah Tambahan Pabrik Petasan
  • Polisi Terima Dua Kantong Jenazah Tambahan Pabrik Petasan

(Foto: dok. Jawapos)

JAKARTA - Identifikasi korban kebakaran Pabrik Kembang Api PT. Panca Buana Cahaya Sukses (PT. PCBS) di Tangerang Banten menunjukkan progres yang signifikan. Kemarin, tim DVI Rs Polri mengenali 13 Jenazah.

Ditambah 15 yang sudah teridentifikasi di hari sebelumnya, sudah total 28 Jenazah dari 47 kantong yang berhasil dikenali dan dikembalikan ke pihak keluarga.

Ketiga belas Jenazah tersebut terdiri dari korban asal Tangerang, Banten, yakni Yanti, Rahmawati, Rohimah, Khoiriyah, Arsiah, Abdul Arif, Neli, Siti Subaikah, serta Siti Almawati. Mereka dikenali rata-rata lewat kecocokan DNA, Gigi, dan rekam medis.

Sementara korban asal Bandung, Jawa Barat terdiri dari Iyus Hermawan, Ade Rosita, serta Oleh Bin Nurdin. Kemudian satu korban lagi berasal dari Tegal bernama Muhammad Taneri.

Selain itu, Tim DVI RS Polri juga mendapatkan tambahan dua kantong jenazah dari tim olah TKP kedua Polda Metro Jaya. Kepala Instalasi Forensik RS Polri, Kombespol Edy Purnomo mengatakan bahwa dua kantong jenazah tambahan tersebut tiba di RS Polri senin sore (30/10).

“Kami langsung lakukan pemeriksaan,” katanya.

Edy menjelaskan, satu kantong diketahui berisi satu jenazah, sementara kantong lainnya berisi serpihan tubuh. Dari info petugas lapangan, serpihan-serpihan tersebut tidak berasal dari satu tempat.

“Jadi ngambilnya terpisah-pisah,” jelasnya.

Berdasarkan tes DNA, Edy menyebut ada kemungkinan isi kantong ke-49 merupakan milik dari korban di kantong-kantong lainnya.

Wakil ketua tim DVI Kombespol Yusuf Mawadi mengatakan bahwa meskipun jumlah kantong bertambah, tidak bisa dijadikan patokan jumlah korban. Dalam satu kantong bisa saja terdapat dua tubuh yang menyatu.

“Kalau ada 49 kantong, jumlah korban bisa lebih atau kurang,” katanya.

Yusuf mengatakan, hingga saat ini sudah ada 50 laporan yang masuk. Namun dua laporan menunjukkan ke orang yang sama. Sehingga total laporan keluarga berjumlah 49 orang.

Sementara itu, keberadaan Subarna Ega masih buram. Yusuf menyebut, keluarga yang mencari Ega memang sudah datang ke posko DVI, tapi masih tes DNA tidak bisa dilakukan. “Yang datang keluarga dari kalangan ipar, untuk bisa dites, harus Ayah, Ibu, Anak, atau saudara kandung,” pungkas Yusuf. (tau/jpnn)


Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Head to Head Ketiga Khofifah vs Gus Ipul

Head to Head Ketiga Khofifah vs Gus Ipul

Pemilihan gubernur (pilgub) Jatim akhirnya hanya diikuti dua pasangan calon (paslon).


Kelangkaan Gas Melon Mulai Diselidiki Polisi

Kelangkaan Gas Melon Mulai Diselidiki Polisi

Kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) di sejumlah daerah membuat Bareskrim turun tangan.


Dhani Diizinkan Pulang, Polisi Belum Tentukan Pemeriksaan Lagi

Dhani Diizinkan Pulang, Polisi Belum Tentukan Pemeriksaan Lagi

Akhirnya, musisi Ahmad Dhani menghirup udara bebas kemarin. Setelah diperiksa 15 jam oleh penyidik terkait dugaan kasus ujaran kebencian.


Geger Pesawat TNI AU Angkut Miras

Geger Pesawat TNI AU Angkut Miras

Penemuan 797 botol miras jenis Vodka di pesawat angkut TNI-AU C-130 Hercules, Rabu (29/11) lalu, kini tengah diselidiki oleh Polisi Militer.


Polisi Sebar Sketsa Pelaku Penyiram Novel

Polisi Sebar Sketsa Pelaku Penyiram Novel

Langkah polisi tidak hanya berhenti dalam menunjukkan dua sketsa terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.


Polisi Buka Dua Sketsa Terduga Pelaku Penyiraman ke Novel Baswedan

Polisi Buka Dua Sketsa Terduga Pelaku Penyiraman ke Novel Baswedan

Meski lambat, asa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan masih terbuka.


Dua Perencana Teror Kantor Polisi Ditangkap

Dua Perencana Teror Kantor Polisi Ditangkap

Densus 88 Anti Teror berhasil menangkap dua terduga teroris perencana aksi teror pada Polres Dharmasraya.


Salah Satu Terduga Teroris Pembakar Polres Dharmasraya Anak Polisi

Salah Satu Terduga Teroris Pembakar Polres Dharmasraya Anak Polisi

Upaya Polri mengetahui identitas dua terduga teroris pembakar Polres Dharmasraya menemukan fakta mengejutkan.


Dua Terduga Teroris Muncul, Polres Dharmasraya Terbakar

Dua Terduga Teroris Muncul, Polres Dharmasraya Terbakar

Aksi teror dengan modus baru terjadi di Polres Dharmasraya kemarin dinihari (12/11).


Pimpinan KPK Dipolisikan, Febri: Statusnya Terlapor

Pimpinan KPK Dipolisikan, Febri: Statusnya Terlapor

Surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap dua pimpinan Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK) sudah diterbitkan kepolisian Selasa lalu (7/11).



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!