Nasional
Share this on:

Polisi Terus Bekerja Usut Penyerangan Novel Baswedan

  • Polisi Terus Bekerja Usut Penyerangan Novel Baswedan
  • Polisi Terus Bekerja Usut Penyerangan Novel Baswedan

JAKARTA - Kepolisian kembali menegaskan janjinya bakal terus mengusut kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Polisi juga berjanji tidak akan menghentikan penanganan teror air keras pada 11 April lalu itu.

”Polisi masih terus bekerja, tidak ada yang dihentikan,” kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono, kemarin.

Janji kepolisian tersebut disampaikan seiring usia penanganan perkara Novel yang masuk hari ke 200 pada Minggu (29/10). Publik menilai polisi lambat mengungkap siapa pelaku Novel meski mereka sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengantongi barang bukti.

”Semua (masih) penyelidikan,” tutur mantan Kapolres Nunukan tersebut.

Beda dengan penyerangan Novel, kepolisian justru intensif memeriksa saksi untuk penyidikan 2 penyidik KPK, Arend Arthur Durna dan Eddy Kurniawan. Total, ada 6 saksi yang diperiksa dalam perkara dugaan penyalahgunaan wewenang dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilaporkan Arief Fadillah, saksi kasus indikasi TPPU dua auditor BPK, Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli.

Hanya, Argo tidak menyebutkan detail asal para saksi. Dia menyebutkan, seseorang dijadikan saksi adalah orang yang mengerti sebuah perkara. Argo mengatakan, kedua penyidik itu dipolisikan karena memberikan keterangan yang tidak sesuai wewenang.

”Pasalnya penyalahgunaan wewenang,” terangnya saat ditemui di main hall Mapolda Metro Jaya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai status tersangka, Argo menyebutkan masih menunggu gelar perkara. Dia mengungkapkan, gelar perkara bakal menunjukkan siapa tersangkanya. Hingga kini, Arend dan Edy masih menjadi saksi. Meski status perkara telah penyidikan.

”Penyidikan belum tentu langsung ada tersangka. Tunggu gelar perkara,” ungkapnya.

Sementara itu, aksi simpati untuk Novel kemarin digelar wadah pegawai dan pimpinan KPK. Mereka mengikatkan pita hitam di lengan kanan masing-masing. Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas para pegawai atas kasus yang menimpa Novel selama ini. Bukan hanya teror air keras, tapi juga pelaporan dugaan pencemaran nama baik oleh Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman.

Wakil Ketua KPK Laode mengatakan, aksi spontan tersebut memperingati 200 hari kasus Novel yang belum diungkap kepolisian. Lembaga antirasuah itu pun berharap penyerang mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu bisa segera ditemukan.

”Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditemukan (penyerang Novel, Red),” ujarnya usai upacara peringatan Sumpah Pemuda di KPK.

Laode menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait penanganan kasus Novel. Dari koordinasi itu, kata Laode, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis yang memimpin langsung upaya pencarian pelaku Novel.

”Ya mudah-mudahan dalam waktu tidak lama bisa menemukan,” ungkap dosen Universitas Hasanuddin Makassar tersebut.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak sangat menyayangkan gelapnya penanganan kasus penyerangan Novel. Kondisi itu bertolak belakang dengan proses pengobatan mata Novel di Singapura yang cenderung membaik.

”Kami hanya bisa berdoa karena polisi masih gelap gulita proses penyidikannya,” ujar sahabat Novel itu.

Pengobatan mata Novel menunjukan progress positif meski jadwal operasi pada 20 Oktober lalu urung terlaksana lantaran belum meratanya pemulihan gusi yang terpasang di mata. Dokter yang menangani Novel memperkirakan operasi mata kiri baru bisa dilakukan 1-2 bulan kedepan atau setelah proses pemulihan gusi mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu membaik.

“Hilangnya” sosok Novel di KPK selama 6 bulan terakhir memang secara tidak langsung berdampak pada penanganan korupsi. Para penyidik, khususnya yang bermental pejuang seolah kehilangan panutan. Kondisi itu rentan dimanfaatkan koruptor untuk melawan KPK. Hal itu terbukti dari rentetan laporan terhadap penyidik dan pimpinan KPK yang begitu masif.

”Anehnya, polisi menerima laporan tersebut. Saya tidak paham kenapa?” ujar pria yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil antikorupsi itu. Untuk diketahui, selain mengusut laporan Dirdik KPK Brigjen Aris Budiman terhadap Novel dan dua penyidik komisi antirasuah, polisi juga mengusut dugaan korupsi Ketua KPK Agus Rahardjo.

Indikasi itu dilaporkan Madun Hariyadi atas dugaan korupsi tujuh item pengadaan di komisi antirasuah. Laporan 4 Oktober lalu itu merujuk pada kejanggalan dalam dokumen informasi pemenang lelang di situs resmi layanan pengadaan secara elektonik (LPSE) Kementerian Keuangan. Laporan itu kini tengah ditangani Bareskrim Polri.

Berkaitan dengan kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan yang tidak kunjung mengalami perkembangan signifikan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan bahwa dirinya belum menerima laporan terbaru dari Polri.

”Belum, saya belum ketemu polisi,” ungkap dia ketika diwawancarai kemarin. Menurut dia, kasus Novel bakal dibicarakan bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. ”Kemarin beliau itu urusan ke Amerika (Serikat) dan belum ketemu saya. Setelah itu baru kami bicara-bicara lagi,” terangnya. (sam/tyo/syn/jpnn)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

2018, Kemenag Stop Transaksi Tunai
2018, Kemenag Stop Transaksi Tunai

Berita Sejenis

Polri Waspadai Enam Modus Kecurangan Pilkada

Polri Waspadai Enam Modus Kecurangan Pilkada

Pilkada serentak 2018 membuat Polri terus memperkuat diri dalam memahami kemungkinan terjadinya kecurangan.


TKI Rentan Hamil di Luar Nikah

TKI Rentan Hamil di Luar Nikah

Tenaga kerja Indonesia (TKI) hamil ketika bekerja di luar negeri bukan saat ini saja terjadi. Hal itu menjadi suatu fenomena tersendiri.


Ayo KPK, Kejar Terus Sjamsul Nursalim

Ayo KPK, Kejar Terus Sjamsul Nursalim

KPK diminta tidak tebang pilih terkait penanganan skandal dugaan korupsi surat keterangan lunas (SKL) bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI).


Seleksi CPNS 2018, Hati-hati Honorer Siluman

Seleksi CPNS 2018, Hati-hati Honorer Siluman

Tahun depan pemerintah direncanakan mengangkat CPNS daerah. Di antaranya adalah mengakomodasi para tenaga honorer guru yang sudah lama bekerja.


Setnov Ganti Serang KPK

Setnov Ganti Serang KPK

Kubu Setya Novanto (Setnov) terus mencari celah agar bisa lolos dari jeratan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


112 Orang Terinfeksi Difteri

112 Orang Terinfeksi Difteri

Laju penyebaran virus difteri belum melambat. Hingga berita ini diturunkan, pasien terindikasi difteri masih terus bertambah.


Gempa Tasikmalaya Rusak 3.290 Rumah

Gempa Tasikmalaya Rusak 3.290 Rumah

Data jumlah rumah rusak akibat gempa berkekuatan 6,9 skala richter empat hari lalu (15/12) terus bertambah.


Kasus BLBI Lanjut Terus

Kasus BLBI Lanjut Terus

Perkara dugaan korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) bantuan liquiditas Bank Indonesia (BLBI) terus berjalan.


KPK Garansi Usut Legislator Penerima Uang

KPK Garansi Usut Legislator Penerima Uang

KPK meminta publik untuk bersabar terkait hilangnya sebagian nama anggota DPR periode 2009-2014 dalam surat dakwaan Setya Novanto.


Polri Bikin Terobosan Ukur Kinerja Polres

Polri Bikin Terobosan Ukur Kinerja Polres

Polri terus berbenah dalam melayani masyarakat. Kemarin (13/12) Polri menggelar hasil penilaian indeks tata kelola (ITK) Polri.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!