Nasional
Share this on:

Postur TNI Makin Gemuk

  • Postur TNI Makin Gemuk
  • Postur TNI Makin Gemuk

**JAKARTA ** - Struktur di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertambah besar. Hal itu menyusul dibentuknya organisasi baru bernama Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI berisikan prajurit dari matra darat, laut, dan udara. Koopssus TNI dibentuk berdasarkan peraturan presiden nomor 42 tahun 2019 yang baru disahkan Presiden Joko Widodo.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi belum banyak komentar. Bagaimana bentuk organisasi baru itu dan siapa saja yang akan mengisi, dia belum bisa menjawab. Sisriadi hanya menyampaikan bahwa informasi terkait itu belum bisa dia sampaikan merujuk undang-undang nomor 14 tahun 2008. "Nanti ya, nanti tunggu saja pada waktunya," terangnya, kemarin (18/7).

Ditambahkannya, perpres tersebut juga belum lama diteken. Sehingga instansinya perlu waktu melaksanakan amanat perpres tersebut. Yang pasti, dengan perpres tersebut TNI sudah punya landasan untuk membentuk Koopsus TNI.

Menangapi hal ini, Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi pun melihat, pembentukan organisasi tersebut dilakukan untuk menghadapi potensi ancaman. Sebagaimana wacana awal pembentukan Koopsus TNI, Fahmi menyebut, ancaman yang dia maksud adalah terorisme dan separatisme.

Namun demikian, sebelum penjelasan rinci dari Mabes TNI, dirinya belum bisa melihat lebih jauh. Mengingat seperti apa bentuk Koopsus TNI belum disampaikan. Yang pasti, dia menyatakan, dalam situasi dan kondisi tertentu TNI dibutuhkan untuk menanggulangi masalah terorisme.

Karena itu, Fahmi mengungkapkan, pembentukan Koopsus TNI wajib dipastikan efisien. Tidak tumpang tindih dengan organisasi lain yang sudah ada. "Kesannya begitu ya. Saya pikit ini agar efektif dan tidak tumpang tindih," jelasnya.

Itu penting lantaran keberadaan organisasi baru nyaris pasti membutuhkan tambahan anggaran. Kalau pun organisasi itu turut menjadi salah satu cara pemerintah memecah masalah surplus perwira di tubuh TNI, Menurut Fahmi kurang tepat.

"Sebab, merujuk perpres, Koopsus TNI harus diisi personel yang punya kemampuan memadai dan prestasi mumpuni. Bukan tempat menampung perwira nonjob," jelasnya.

Untuk diketahui, dalam perpres tersebut dijelaskan, Koopsus TNI dibentuk dengan mempertimbangkan ancaman yang memiliki eskalasi tinggi dan dapat membahayakan ideologi negara, kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI), dan melindungi segenap bangsa Indonesia.

Pemerintah memandang perlu membentuk organisasi yang bercirikan kemampuan khusus dengan tingkat kecepatan gerak dan keberhasilan tinggi. Koopsus TNI diberi tugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan operasi khusus yang butuh kecepatan dan keberhasilan tinggi.

Nantinya, Koopsus TNI dipimpin oleh komandan Koopsus yang disebut dankoopsus. "Yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh kasum TNI," bunyi pasal 46b ayat (2) perpres itu. Dalam menjalankan fungsinya, dankoopsus dibantu oleh wakil komandan koopssus.

Dalam perpres itu juga disebutkan bahwa dankoopssus TNI dijabat oleh perwira tinggi bintang dua, sementara wakil komandan koopssus dijabat oleh pati bintang satu. (mhf/rls/zul/ful/fin)


Berita Sejenis

Kebakaran Hutan Makin Memprihatinkan

Kebakaran Hutan Makin Memprihatinkan

Tim asistensi yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bergerak terjun ke lapangan untuk mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Calon Kapolri, Komjen Arief Dijegal Meme

Calon Kapolri, Komjen Arief Dijegal Meme

Makin santer kabar Komjen Arief Sulistyanto menuju tampuk pimpinan Kapolri.


Bentrok Pecah, 13 Aktivis Ditangkap

Bentrok Pecah, 13 Aktivis Ditangkap

Bentrok antara demonstran dengan polisi anti huru hara di Hongkong makin beringas. Tak segan-segan aparat meluncurkan gas air mata dan peluru karet.


Koalisi Gemuk Berpotensi Koruptif

Koalisi Gemuk Berpotensi Koruptif

Banyaknya partai yang masuk ke dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dinilai kurang sehat dalam negara demokrasi.


TNI-Polri Jangan Berkhianat

TNI-Polri Jangan Berkhianat

Presiden Joko Widodo akan melantik 781 calon perwira remaja (Capaja) TNI dan Polri di Istana Merdeka, Selasa (16/7) mendatang.


Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen

Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen

Presiden Joko Widodo diharapkan dapat menaikan uang tunjangan kinerja hingga 100 persen untuk para anggota TNI-Polri


Cek HP Anda, Jika Tak Ingin Aksesnya Diblokir Agustus Nanti

Cek HP Anda, Jika Tak Ingin Aksesnya Diblokir Agustus Nanti

Penyebaran smartphone pasar gelap (black market) di Pasar Indonesia makin menjadi-jadi.


3.615 Tentara dan Polisi Dikerahkan untuk Cegah Kebakaran Hutan

3.615 Tentara dan Polisi Dikerahkan untuk Cegah Kebakaran Hutan

Sedikitnya 3.616 pasukan dari TNI-Polri diterjunkan di tiga provinsi di Indonesia yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Enam Pesawat Cari Helly MI-17

Enam Pesawat Cari Helly MI-17

Upaya pencarian pesawat Helly MI-17 milik Penerbad TNI AD yang dilaporkan lost contack, Jumat (28/6) lalu, sempat tertunda.


Tim Hukum Prabowo-Sandi Makin Pede

Tim Hukum Prabowo-Sandi Makin Pede

Tim hukum pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meyakini kesaksian yang disampaikan Hairul Anas Suaidi dalam sidang, Rabu (19/6) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!