Nasional
Share this on:

Potensi Zakat PNS Tembus Rp15 Triliun

  • Potensi Zakat PNS Tembus Rp15 Triliun
  • Potensi Zakat PNS Tembus Rp15 Triliun

JAKARTA - Aparatur pegawai negeri sipil (PNS) menjadi bidikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tahun depan. Mereka ingin ada sistem pembayaran zakat PNS ditarik atau dipungut langsung dari gaji yang diterima.

Baznas menaksir potensi zakat dari kalangan abdi negara bisa tembus Rp15 triliun. Keinginan untuk bisa memungut zakat secara langsung ke PNS itu disampaikan Deputi Baznas Arifin Purwakananta dalam paparan akhir tahun Baznas di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan zakat yang dikeluarkan 2,5 persen dari gaji. Untuk memperkuatnya dibutuhkan landasan hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres). ’’Sehingga gaji yang dibawa pulang (PNS, red) dalam keadaan bersih,’’ tuturnya.

Arifin menjelaskan Baznas memperkirakan jumlah PNS yang beragama Islam mencapai 80 persen. Kemudian dihitung juga PNS Islam yang tidak ingin menyalurkan zakatnya ke Baznas pusat maupun daerah (untuk PNS daerah).

Dari perhitungan tersebut, maka keluarlah angka taksiran potensi zakat dari kalangan PNS yang mencapai Rp15 triliun. Selain itu Baznas juga ingin memungut langsung zakat dari kalangan pegawai BUMN/BUMD.

Namun mereka kesulitan menghitung potensi zakat dari kalangan pegawai BUMN/BUMD. Sebab alokasi gaji mereka rahasia dan tidak seterbuka postur anggaran gaji PNS. Meskipun demikian hitungan kasar Baznas menyebutkan potensi zakat dari pegawai BUMN/BUMD bisa mencapai Rp5 triliun.

Arifin menegaskan pemungutan zakat dari gaji itu tidak sekaku tarikan pajak. Artinya PNS tetap diberi keleluasan apakah memilih berzakat ke Baznas pusat atau daerah maupun ke lembaga amil zakat (LAZ) swasta. Bagi yang memilih berzakat ke LAZ swasta, PNS diharuskan mengisi formulir khusus.

Dia menegaskan dalam mengejar mimpi memungut zakat dari PNS, Baznas cukup hati-hati. Mereka menghindari istilah potong gaji. ’’Kita (Baznas, red) kedepankan layanan,’’ jelasnya. Bukan pemaksaan penarikan zakat layaknya pungutan pajak. (wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

BPJS Kesehatan Kembali Disuntik Dana Segar Rp5,2 Triliun

BPJS Kesehatan Kembali Disuntik Dana Segar Rp5,2 Triliun

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali memperoleh dana segar.


Talangan Rp4,9 Triliun Ludes, BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp11,6 Triliun

Talangan Rp4,9 Triliun Ludes, BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp11,6 Triliun

Kucuran dana talangan atau bailout untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp 4,9 triliun, ternyata belum menyelesaikan persoalan defisit.


Jumlah Pelamar Hampir Tembus 5 Juta

Jumlah Pelamar Hampir Tembus 5 Juta

Pendaftaran CPNS baru secara online di website sscn.bkn.go.id ditutup tadi malam (15/10) pukul 23.59 WIB.


Tutupi Defisit BPJS Jangan Hanya Bergantung Cukai dan Pajak Rokok

Tutupi Defisit BPJS Jangan Hanya Bergantung Cukai dan Pajak Rokok

Pemerintah telah menetapkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebesar Rp1,48 triliun untuk dana talangan BPJS Kesehatan.


Kemenkeu Janji Dana Talangan untuk BPJS Keluar Senin

Kemenkeu Janji Dana Talangan untuk BPJS Keluar Senin

Hingga kemarin (21/9) BPJS Kesehatan belum menerima dana bailout dari pemerintah sebesar Rp 4,9 triliun.


Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan akhirnya memang mendapat dana talangan Rp4,9 triliun dari defisit Rp7 triliun. Tapi itu hanya solusi jangka pendek.


BPJS Kesehatan Defisit Rp7 Triliun

BPJS Kesehatan Defisit Rp7 Triliun

Rapat pengucuran dana Rp4,993 triliun untuk talangan defisit BPJS Kesehatan berlangsung cukup alot di Komisi IX DPR kemarin (17/9).


Pemerintah Berhentikan 2.357 PNS Koruptor

Pemerintah Berhentikan 2.357 PNS Koruptor

Pemerintah pusat akan menindak tegas pegawai negeri sipil (PNS) yang terbukti melakukan korupsi.


Tukin 120 Ribu Guru PNS Kemenag Macet

Tukin 120 Ribu Guru PNS Kemenag Macet

Penganggaran untuk tunjangan guru PNS di Kementerian Agama (Kemenag) menyisakan masalah.


Tambahan Subsidi Listrik Diperkirakan Rp 30 Triliun

Tambahan Subsidi Listrik Diperkirakan Rp 30 Triliun

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdampak pada subsidi listrik.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!