Nasional
Share this on:

Prabowo Pilih Sandiaga Uno

  • Prabowo Pilih Sandiaga Uno
  • Prabowo Pilih Sandiaga Uno

JAKARTA - Dari kubu oposisi, koalisi pendukung Prabowo Subianto sudah melakukan persiapan di Kertanegara, kediaman Prabowo, sejak pagi. Namun, baru pada malam sekitar pukul 19.00 persiapan deklarasi mulai terlihat dengan pemasangan karpet merah dengan mimbar, lengkap dengan 17 bendera merah putih di bawah kerindangan pohon trembesi di pekarangan kediaman Prabowo.

Baru pada pukul 23.25, pengumuman terkait capres dan cawapres dari luar pemerintah disampaikan. Hanya terlihat tiga pimpinan partai yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan didampingi Sekjen Eddy Soeparno, Presiden PKS Sohibul Iman bersama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, dan puluhan pengurus dan simpatisan Partai Gerindra. Tidak ada perwakilan dari Partai Demokrat di deklarasi itu.

"Baru saja tiga pimpinan partai Gerindra PKS PAN telah memutus dan memberi kepercayaan pada saya dan saudara Sandiaga Uno untuk maju sebagai capres dan cawapres masa bakti 2019 2024," kata Prabowo, disambut sorak para simpatisan tiga partai.

Prabowo mengakui proses penentuan cawapres tidak mudah dan melelahkan. Selain PKS dan PAN, Prabowo mengakui banyak berkomunikasi dengan Partai Demokrat. "Membangun koalisi memang tidak mudah, karena harus ada yang dipertemukan," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan koalisi tiga partai itu memang secara defakto terbentuk sejak pilkada DKI Jakarta. Prabowo berterima kasih atas rekomendasi ijtima ulama, termasuk sikap legowo PKS yang rela tidak mendapat jabatan apapun. Ada pak Salim yang juga didorong sebagai cawapres, beliau dengan rela tidak memaksakan diri, bahkan legowo menyerahkan yang lain. Begitu juga pimpinan partai lain," kata Prabowo.

Prabowo juga menyebut Sandi sebagai pilihan terbaik dari yang ada. Sandi dinilai telah berkorban karena mundur dari jabatan Wagub DKI Jakarta. "Karena beliau harus diterima partai lain, beliau juga saya minta mundur dari Partai Gerindra, sehingga diterima sebagai calon independen," kata Prabowo.

Sementara itu, Wasekjen Andi Arief mengatakan, Partai Demokrat menolak pencawapresan Sandiaga Uno, karena melanggar etik koalisi. Sandi berasal dari partai yang sama dengan Prabowo. Pihaknya juga belum bisa menerima alasan Prabowo tidak menunjuk AHY sebagai cawapres.

Menurut dia, pagi ini partainya akan menyampaikan sikap terhadap kelanjutan dalam koalisi. “Karena menurut aturan tidak boleh netral,“ kata Andi melalui akun twitternya

Partai Demokrat berharap ujian leadership Prabowo bisa diatasi oleh dirinya. Jika takdir sejarah Prabowo memenangi pilpres, maka persoalan bangsa akan lebih kompleks dari ini.

Prabowo masih melanjutkan proses komunikasi dengan pimpinan parpol dari pagi hingga malam. Mulai dari menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, berlanjut bertemu Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Aljufri pada sore, sampai kembali menemui SBY pada malam hari.

Sebelum keputusan terkait capres dan cawapres diambil, PKS bersama Partai Amanat Nasional melakukan pertemuan internal. Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS sekitar pukul 19.30 WIB menyampaikan keputusan dari proses komunikasi dengan berbagai pihak.

Sekjen PKS Mustafa Kamal menyatakan, sebagai partai politik PKS sudah berusaha secara maksimal memperjuangkan hasil rekomendasi Ijtima’ Ulama. Karena terkait keterbatasan waktu dan peraturan perundang-undangan, maka PKS harus segera mengambil keputusan politik.

"PKS telah memutuskan untuk memberi dukungan kepada Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden yang disepakati bersama mitra koalisi," kata Mustafa Kamal, Sekjen PKS.

PAN juga telah mengambil keputusan terkait Rapat Kerja Nasional. Sesuai prediksi, Rakernas PAN memutuskan memberi dukungan kepada Prabowo. Dari pandangan DPW PAN, mayoritas telah memberi dukungan kepada Prabowo.

'Dalam rakernas ke-4 PAN, dengan ini kami sampaikan keputusan bahwa untuk capres yang akan diusung adalah Bapak Prabowo Subianto, dan untuk wakil presiden yang pertama Zulkifli Hasan, Ustaz Abdul Somad," kata Yandri Susanto selaku Steering Committee Rakernas. Rakernas juga memberi mandat kepada Ketum PAN Zulkifli Hasan untuk melakukan komunikasi-komunikasi politik. (bay/lum/jpg)

Berita Sebelumnya

Pengumuman Cawapres Penuh Drama
Pengumuman Cawapres Penuh Drama

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Parpol Koalisi Jokowi-Ma'ruf Minta Gerindra Tetap Oposisi

Parpol Koalisi Jokowi-Ma'ruf Minta Gerindra Tetap Oposisi

Yang terbaru, kubu Prabowo menawarkan kesepakatan power sharing 55:45 sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional.


Gerindra Mau Koalisi atau Oposisi?

Gerindra Mau Koalisi atau Oposisi?

Rencana rapat Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan dewan pembina diapresiasi sejumlah pihak.


Masih Ada Pertemuan Lanjutan Sebelum Pelantikan Presiden

Masih Ada Pertemuan Lanjutan Sebelum Pelantikan Presiden

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut-sebut akan bertemu lagi.


Jokowi-Prabowo Bertemu, Kurs Rupiah Menguat

Jokowi-Prabowo Bertemu, Kurs Rupiah Menguat

Pascapertemuan Jokowi-Prabowo ternyata berdampak positif terhadap nilai tukar (kurs) rupiah.


Jokowi-Prabowo Beda Visi

Jokowi-Prabowo Beda Visi

Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menegaskan siap membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin saat bertemu di Stasiun MRT, Sabtu (13/7) lalu.


Kirim Surat, Prabowo Subianto Beritahu Amien Rais dan Presiden PKS

Kirim Surat, Prabowo Subianto Beritahu Amien Rais dan Presiden PKS

Sebelum bertemu Presiden Joko Widodo, Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto diketahui mengirim dua surat.


Ketemu dengan Jokowi, Prabowo Serba Salah

Ketemu dengan Jokowi, Prabowo Serba Salah

Apa saja yang dibicarakan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat bertemu pada Sabtu (13/7) lalu?


Jokowi-Prabowo Masih Akan Bertemu Lagi

Jokowi-Prabowo Masih Akan Bertemu Lagi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan tidak ada syarat apapun yang diajukan pada pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.


Jangan Hujat Prabowo

Jangan Hujat Prabowo

Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, mampu meredam iklim politik yang memanas pascapilpres.


PA 212 tak Lagi Bersama Prabowo

PA 212 tak Lagi Bersama Prabowo

Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah bertemu. Keduanya sepakat mengakhiri polarisasi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!