Nasional
Share this on:

Real Count KPU, Prabowo-Sandi Sementara Unggul

  • Real Count KPU, Prabowo-Sandi Sementara Unggul
  • Real Count KPU, Prabowo-Sandi Sementara Unggul

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai melakukan menghimpun data penghitungan suara sementara berbasis formulir C-1 dari tempat pemungutan suara (TPS) atau hitungan nyata (real count). Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan untuk sistem penghitungan suara yang berbasis formulir C-1 di TPS yang dipindai dan diunggah bisa diketahui penghitungan suara di TPS sudah selesai.

Data sementara di laman real count KPU yakni pemilu2019.kpu.go.id, hingga Rabu (17/4) pukul 23.00 WIB sudah terhimpun suara di 181 TPS dari total 813.350 TPS atau baru 0.02225 persen. Pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memperoleh 17.999 suara atau 55,27 persen.

Sedangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memperoleh 14.567 suara atau 44,73 persen.Jumlah tersebut masih dinamis karena saat ini TPS sedang merampungkan proses penghitungan suara, terangnya.

Selain real count, proses hitung dan rekap suara dilakukan secara manual yang dijadwalkan 25 April hingga 23 Mei 2019 secara nasional.

Pada bagian lain, KPU menyebutkan sebanyak 2.249 TPS di sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemungutan suara susulan karena keterlambatan distribusi logistik dan terkendala bencana alam banjir "Jumlah itu 0,28 persen dari total 810.193 TPS, " kata Ketua KPU RI Arief Budiman dalam keterangan pers di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (18/4) dinihari.

TPS yang tidak dapat melaksanakan pemungutan suara tersebut tersebar di 18 kabupaten/kota di Indonesia berdasarkan data hingga Rabu (17/4) pukul 23.00 WIB. Arief merinci kabupaten tersebut ialah Kota Jayapura sebanyak 702 TPS, Kabupaten Jayapura (1), Keerom (6), Waropen (11), Intan Jaya (288), Tolikara (24), Pegunungan Bintang (1).

Selain itu, Kabupaten Yahukimo (155), Jayawijaya (3), Nias Selatan (113), Kutai Barat (20), Banggai (391), Jambi (24), Bintan (2), Banyuasin (44), Mahakam Hulu (4,) Kutai Kertanegara (8), dan Berau sebanyak 11 TPS.

Sebelumnya, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan belum bisa memastikan waktu pemungutan suara susulan tersebut karena harus mempersiapkan kebutuhan meski dengan teknis yang sama. Panitia penyelenggara pemungutan suara harus kembali mengirimkan surat undangan kepada pemilih, menyiapkan TPS, petugas, kotak suara, pengawas hingga saksi per TPS yang harus disiapkan kembali.

Meski demikian, pemungutan suara susulan itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat yang ditargetkan sebelum rekapitulasi tingkat kecamatan selesai, yakni 17 hari sejak tanggal 18 April 2019, atau sehari setelah pemungutan suara.

Sebelumnya, Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengingatkan para pendukungnya untuk tidak terpancing provokasi pihak-pihak tertentu.

"Para pendukung tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkistis, fokus kawal kotak suara karena itu kunci kemenangan," kata Prabowo saat jumpa pers di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Prabowo dalam pidatonya menegaskan tidak akan menggunakan cara-cara di luar hukum yang akan menimbulkan perpecahan.

"Tidak ingin Indonesia terpecah belah. Kita justru ingin mempersatukan. Saya tegaskan jangan terpancing. Jangan gunakan jalur di luar hukum," ungkap Prabowo.

Prabowo meminta semua relawan Prabowo-Sandiaga termasuk parpol koalisi Indonesia Adil-Makmur yakni PKS, PAN, Demokrat, Berkarya dan Gerindra untuk tetap menjaga kotak suara hingga mengawal di kecamatan. Usai melakukan jumpa pers itu, mantan Danjen Kopassus itu sekitar pukul 22.15 WIB menuju ke kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor untuk beristirahat. (ful/zul/fin)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Gerindra Tunggu Sinyal Jokowi

Gerindra Tunggu Sinyal Jokowi

Rumor Partai Gerindra masuk dalam pemerintahan semakin kencang. Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto juga telah menyampaikan sikap resmi politiknya.


Safari Politik Prabowo untuk Hindari Resistensi

Safari Politik Prabowo untuk Hindari Resistensi

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melakukan safari politik. Selasa (15/10) kemarin, Prabowo menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangg


Amandemen UUD 1945, Terbatas atau Menyeluruh?

Amandemen UUD 1945, Terbatas atau Menyeluruh?

Wacana amandemen UUD 1945 secara menyeluruh muncul saat pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh.


Kader Gerindra Ikuti Sikap Prabowo

Kader Gerindra Ikuti Sikap Prabowo

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto akan mengumumkan sikap resmi politiknya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Rabu (17/10) besok.


Prabowo Bermanuver, Oposisi Kian Lemah

Prabowo Bermanuver, Oposisi Kian Lemah

Dipicu dengan manuver Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo, kekuatan oposisi kian lemah. Ini sejalan dengan merapatnya Partai Demokrat yang dikomandoi Susilo Bamb


Pilkada Bisa Kacau, Mendagri-KPU Harus Tegas

Pilkada Bisa Kacau, Mendagri-KPU Harus Tegas

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali diingatkan untuk bersikap tegas.


Oposisi atau Gabung Pemerintah? Tunggu Sikap Gerindra 17 Oktober

Oposisi atau Gabung Pemerintah? Tunggu Sikap Gerindra 17 Oktober

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto baru akan akan menyampaikan sikap politik Gerindra dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 17 Oktober mendata


Gerindra Diisukan Minta Jatah Menteri, Sufmi: Wong Belum Ditawarin

Gerindra Diisukan Minta Jatah Menteri, Sufmi: Wong Belum Ditawarin

Partai Gerindra menegaskan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maupun elite partainya yang lain tidak pernah meminta kursi menteri.


Agar Revisi UU Pilkada Mulus, KPU Harus Lobi Pembuat UU

Agar Revisi UU Pilkada Mulus, KPU Harus Lobi Pembuat UU

Sejumlah aturan baru yang dimasukkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkan memiliki payung hukum yang kuat.


Gerindra Ajukan Nama Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno untuk Pos Menteri

Gerindra Ajukan Nama Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno untuk Pos Menteri

Keinginan Partai Gerindra untuk bergabung dalam pemerintahan semakin kuat. Buktinya, partai besutan Prabowo Subianto itu terang-terangan mengakui meminta tiga p



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!