Nasional
Share this on:

Rp1,162 Triliun Disiapkan untuk Cetak SDM Andal

  • Rp1,162 Triliun Disiapkan untuk Cetak SDM Andal
  • Rp1,162 Triliun Disiapkan untuk Cetak SDM Andal

JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan empat proyek utama untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Anggaran yang disediakan untuk proyek tersebut tak tanggung-tanggung yakni mencapai Rp1,162 triliun.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan untuk mencetak SDM unggul diperlukan terobosan dan inovasi. Karenanya, pemerintah menyiapkan empat program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Anggaran yang disediakan Rp1.162,83 triliun.

Bambang merinci, proyek utama yang pertama, yaitu percepatan pengurangan jumlah kematian ibu dan stunting. "Untuk program Kedua, pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0," katanya dalam siaran persnya, Kamis (15/8).

Program ketiga, lanjutnya, adalah pembangunan science technopark dengan mengoptimalisasi Triple Helix di empat universitas utama. "Dan Keempat, digitalisasi dan integrasi bantuan sosial," katanya.

Bambang menambahkan pemerintah telah memproyeksikan dana yang besar bagi empat proyek utama ini dengan rincian Rp26 triliun untuk percepatan penurunan kematian ibu dan stunting. Lalu Rp330,1 triliun untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0.

"Dana Rp2,8 triliun untuk pembangunan science technopark (optimalisasi triple helix di empat major universitas). Dan terakhir Rp803,93 triliun untuk digitalisasi dan integrasi bantuan sosial," terangnya.

Bambang, juga menjelaskan kementerian/lembaga (K/L) yang menjadi penyelenggaranya untuk projek utama pertama adalah Kementerian Kesehatan, BKKBN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, KPPPA, Kementerian Sosial, Kementerian Agama, dan Kementerian Pertanian.

Sedangkan proyek utama kedua akan dilaksanakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Kementerian Koordinator Bidang Pembanguan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, dan 11 K/L lainnya.

"Untuk proyek utama ketiga akan dilakukan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor," bebernya.

Lalu proyek keempat, atau yang terakhir akan dilakukan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

Bambang juga berpendapat dalam era disrupsi ini bukan pengangguran yang muncul, tapi muncul lapangan pekerjaan baru yang dapat diisi oleh banyak orang, serta memberikan kenyamanan untuk memudahkan kehidupan dari sebelumnya.

"Era Industri 4.0 tidak dapat dicapai dengan cara yang biasa atau business as usual. Harus ada cara terobosan dalam pembelajaran dan pikiran yang inovatif," katanya.

"Bahkan proses belajar-mengajar bukan satu arah seperti dahulu, di mana guru menjadi pusatnya karena justru murid yang menjadi pusatnya. Cara belajar pun bercampur antara tatap muka dan mengajar melalui sarana daring, yang mendukung upaya mencetak SDM unggul," lanjutnya. (gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

ICW Minta Bantuan PBB

ICW Minta Bantuan PBB

Revisi UU KPK sudah disahkan, publik pun berupaya mencari jalan lain untuk mendorong mundur pelaksanaan regulasi tersebut.


Tak Dapat WTP, Jokowi Minta Kementerian Perbaiki Diri

Tak Dapat WTP, Jokowi Minta Kementerian Perbaiki Diri

Alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam RAPBN TA 2020 disetujui Komisi V DPR RI sebesar Rp120,21 triliun.


Jokowi Urutan 16 Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia

Jokowi Urutan 16 Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia

Royal Islamic Strategic Studies Centre Yordania kembali merilis tokoh-tokoh muslim paling berpengaruh di dunia untuk tahun 2019.


Naik Rp4,47 Triliun, Dana BOS Jangan untuk Bayar Honorer

Naik Rp4,47 Triliun, Dana BOS Jangan untuk Bayar Honorer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta dana bantuan operasional sekolah (BOS) tidak lagi digunakan untuk membayar gaji guru hono


Referendum Papua Tak Akan Terulang

Referendum Papua Tak Akan Terulang

Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Hasan Kleib menegaskan bahwa pemerintah tak mungkin mengulang referendum Papua.


BJ Habibie Wafat, Indonesia Kibarkan Bendera Setengah Tiang

BJ Habibie Wafat, Indonesia Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Seluruh masyarakat Indonesia diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berduka atas wafatnya Presiden RI Ke-3 Baharudin Jusuf Habibie.


DIM Baru Diterima Jokowi, Revisi UU KPK Tertunda

DIM Baru Diterima Jokowi, Revisi UU KPK Tertunda

Rentang waktu 30 September jelas waktu yang begitu singkat bagi DPR untuk mengesahkan Revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Koru


Amerika Serikat Diminta Tak Campuri Masalah Hong Kong

Amerika Serikat Diminta Tak Campuri Masalah Hong Kong

Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam, mengingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak turut campur dalam masalah demonstrasi di wilayah bagian Cina itu.


Tes CPNS Diumumkan Oktober

Tes CPNS Diumumkan Oktober

Meski terjadi pertentangan terkait kelonggaran batas usia enam jabatan dalam tes CPNS 2019, hal ini tidak merubah langkah KemenPAN-RB untuk melakukan rekrutmen.


Dituduh Penyebab Asap, Indonesia Protes ke Malaysia

Dituduh Penyebab Asap, Indonesia Protes ke Malaysia

Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan kepada Indonesia, untuk memadamkan api di wilayah Kalimantan dan Sumatra.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!