Nasional
Share this on:

Rumah Sakit Bisa Pakai Dana Talangan

  • Rumah Sakit Bisa Pakai Dana Talangan
  • Rumah Sakit Bisa Pakai Dana Talangan

JAKARTA - Persoalan tagihan rumah sakit (RS) kepada BPJS Kesehatan bisa diatasi dengan adanya skema supply chain financing (SCF). Ini adalah bentuk kerja sama BPJS Kesehatan dengan sejumlah bank, baik bank pemerintah maupun swasta.

Menurut Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso, melalui SCF, RS bisa mendapatkan dana talangan dari perbankan. Jika uang dari BPJS Kesehatan sudah cair, bakal dibayarkan ke bank pemberi dana talangan tersebut.

’’Apabila ada perbankan yang menalangi RS, maka RS bisa membayar obat, layanan, alkes (alat kesehatan, Red) habis pakai,’’ tutur Kemal setelah menandatangani kerja sama SCF dengan CIMB Niaga di Jakarta kemarin (12/9).

Kemal menambahkan, dalam pembayaran tagihan klaim dari RS, BPJS Kesehatan menggunakan sistem first come first serve. Jadi, pengajuan klaim tagihan yang lebih dahulu akan dibayarkan lebih dahulu pula

Ketepatan waktu pembayaran klaim rumah sakit oleh BPJS Kesehatan memang terus menuai sorotan. Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia menyebut, utang jatuh tempo BPJS Kesehatan mencapai Rp3,5 triliun per Juli 2018.

“Ya tentu harus kira perhatikan. Gabungan perusahaan farmasi itu punya karyawan, mereka punya sistem,’’ kata Kemal.

Kemal lantas menjelaskan, sampai saat ini BPJS Kesehatan tidak melakukan pemantauan atas jumlah kredit yang sudah diberikan bank kepada RS. Dia menuturkan, masing-masing bank memiliki kebijakan dan alokasi anggaran sendiri untuk program dana talangan itu.

Mengenai uang BPJS Kesehatan yang nantinya masuk ke RS atau ke bank, Kemal menuturkan ada beberapa skenario. Uang tagihan yang dibayarkan BPJS Kesehatan bisa tetap dikucurkan ke RS. Skenario lainnya, RS bisa meminta BPJS Kesehatan membayar klaim melalui bank tertentu. Sekaligus untuk mengembalikan dana talangan.

Kemal menegaskan sudah sekian bank bekerja sama dalam sistem SCF dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, itu menandakan sebuah kepercayaan.

Dia mengatakan BPJS Kesehatan telah dijamin oleh undang-undang tidak akan pailit atau bangkrut. Jika ada defisit, pemerintah siap menyuntikkan anggaran. ’’Mencairkan APBN kan tidak kayak memberikan kredit mobil,’’ tuturnya.

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djadjanegara menuturkan sebagai awalan pihaknya menyiapkan dana Rp 1 triliun untuk program dana talangan RS tersebut. ’’Nanti siap kita tambah,’’ katanya.

Selain itu tim CIMB Niaga akan melakukan reviewi setiap tahunnya. Dia menuturkan, dalam skema pemberian dana talangan tersebut, pihak bank menetapkan bunga.

Namun Pandji tidak menjelaskan dengan rinci bunga tersebut. Dia menuturkan, karena Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di BPJS Kesehatan adalah program pemerintah, diupayakan bunga single digit.

Selain CIMB Niaga, sejumlah bank telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Seperti Bank Muamalah, Bank Syariah Mandiri, Bank Mandiri, BNI, Bank KEB Hana, dan Bank Permata. Kemudian Bank Bukopin, Bank Woori Saudara, dan Bank BJB. Pihak RS mitra BPJS Kesehatan diberi kebebasan ingin bekerja sama dana talangan dengan bank-bank tersebut. (wan/ttg/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Kemenhub Bikin Database Bus
Kemenhub Bikin Database Bus

Berita Sejenis

2019, Kelurahan Dapat Dana Seperti Desa

2019, Kelurahan Dapat Dana Seperti Desa

Distribusi anggaran dari pusat ke daerah terus dilakukan. Setelah dana desa, pemerintah akan segera mengeluarkan program dana kelurahan.


Rumah Bos Lippo Group Digeledah KPK

Rumah Bos Lippo Group Digeledah KPK

KPK terus mencari bukti-bukti tambahan untuk melengkapi pengungkapan kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta.


BNPB Minta Tambahan Dana Lagi Rp500 Miliar

BNPB Minta Tambahan Dana Lagi Rp500 Miliar

Masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menyedot anggaran besar.


Kebohongan Ratna Bisa Jadi Tutupi Soal Rekening

Kebohongan Ratna Bisa Jadi Tutupi Soal Rekening

Kasus kebohongan Ratna Sarumpaet dinilai tidak berdiri sendiri. Ada kemungkinan, kasus kebohongan itu digunakan untuk menutupi sesuatu.


Kehabisan Dana, Kemensos Butuh Rp567 Miliar

Kehabisan Dana, Kemensos Butuh Rp567 Miliar

Kejadian bencana alam besar yang hampir berurutan, Lombok kemudian Sulawesi Tengah, ternyata menguras anggaran penanganan bencana di Kementerian Sosial (Kemenso


Pasokan Listrik ke RS Sangat Minim

Pasokan Listrik ke RS Sangat Minim

Kondisi rumah sakit (RS) sudah berangsur membaik.


Dana Talangan Cair, Langsung Lunasi Utang Faskes

Dana Talangan Cair, Langsung Lunasi Utang Faskes

Nafas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akhirnya bisa lebih panjang. Dana talangan yang dijanjikan pemerintah akhirnya sudah cair.


Tutupi Defisit BPJS Jangan Hanya Bergantung Cukai dan Pajak Rokok

Tutupi Defisit BPJS Jangan Hanya Bergantung Cukai dan Pajak Rokok

Pemerintah telah menetapkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebesar Rp1,48 triliun untuk dana talangan BPJS Kesehatan.


Kemenkeu Janji Dana Talangan untuk BPJS Keluar Senin

Kemenkeu Janji Dana Talangan untuk BPJS Keluar Senin

Hingga kemarin (21/9) BPJS Kesehatan belum menerima dana bailout dari pemerintah sebesar Rp 4,9 triliun.


Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Cukai Rokok untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan akhirnya memang mendapat dana talangan Rp4,9 triliun dari defisit Rp7 triliun. Tapi itu hanya solusi jangka pendek.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!