Nasional
Share this on:

Rusuh Papua Dipicu Serangan Siber

  • Rusuh Papua Dipicu Serangan Siber
  • Rusuh Papua Dipicu Serangan Siber

JAKARTA - Kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat disebut-sebut terjadi akibat serangan siber. Tujuannya untuk memperkeruh situasi. Pelakunya bisa dari individu hingga sebuah negara. Serangan siber itu terbukti efektif. Terbukti, terjadi kericuhan di dua provinsi tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) 0. Dia menegaskan hal ini perhatian prioritas pemerintah. Mantan Pangdam XVII/Cenderawasih ini mengaku baru kembali dari Sorong dan Manokwari bersama Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Saya lihat di situ dan sangat nyata. Semua bisa dilihat dari hasil monitor. Memang ada kelompok-kelompok tertentu memanfaatkan insiden yang ada di Surabaya maupun di Malang," ujar Hinsa di kantor BSSN, Jakarta, Jumat (23/8).

Dia menyebutkan pelaku dalam dunia siber bisa dari individu hingga bahkan suatu negara. Serangan siber tersebut, bisa mempengaruhi informasi di lingkungan masyarakat. "Jadi dari sisi siber, saya katakan memang ada kelompok yang memanfaatkan untuk memperkeruh situasi dengan konten dan berita-berita. Tujuannya menimbulkan kemarahan masyarakat. Sehingga kita melihat di beberapa tempat di Papua maupun Papua Barat terjadi unjuk rasa yang berakhir dengan kericuhan," paparnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Tim DPR RI Pemantau Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat akan segera bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka akan membahas peristiwa yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

"Tim DPR RI Pemantau Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat yang terdiri dari anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua dan Papua Barat sudah berkunjung ke Surabaya. Sebagai wakil rakyat yang dipilih langsung oleh masyarakat Papua dan Papua Barat, mereka juga ingin berbagi pemahaman, sudut pandang, dan pemikiran dengan Presiden Joko Widodo untuk membuat Papua kembali stabil," kata Bamsoet di Jakarta, Jumat (23/8).

Dia menilai perlu ada upaya untuk menurunkan eskalasi di Papua dan Papua Barat. Aparat diminta bertindak tegas untuk segera mengusut pelaku. Bamsoet menjelaskan, selama lima tahun ini kondisi di Papua dan Papua Barat relatif damai. Perhatian pemerintah pusat juga sangat besar dalam mendorong percepatan pembangunan di sana.

DPR RI, lanjut Bamsoet, juga sudah melakukan berbagai diplomasi parlemen agar negara-negara dunia tidak salah persepsi dalam melihat Papua dan Papua Barat. "Anggota DPR RI juga aktif membangun dialog dengan para tokoh politik luar negeri. Tujuannya untuk meluruskan persepsi berbeda mereka tentang Papua dan Papua Barat. Kita sampaikan berbagai capaian pembangunan yang membuat Papua dan Papua Barat masa kini berbeda jauh dengan kondisi di masa lalu," tutur Bamsoet.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (purn) Moeldoko menyebut ada kelompok tertentu yang khawatir terhadap pembangunan di Papua. "Pak Jokowi saat ini gencar-gencarnya membangun Papua. Jangan sampai terganggu. Memang saya analisa ada kelompok-kelompok tertentu yang blingsatan melihat pembangunan pesat yang terjadi di Papua," ujar Moeldoko di Jakarta, Jumat (23/8).

Dia mengatakan kelompok tersebut tidak ingin melihat Papua sejahtera. Selain itu, kelompok tersebut dinilai tidak bisa memberikan propaganda kepada masyarakat di sana. "Karena kalau sejahtera nanti dari sisi kelompok bersenjata tidak memiliki pengaruh lagi kepada masyarakat. Selain itu, kelompok-kelompok pergerakan politik nggak ada lagi bahan jualannya ke luar negeri," imbuh mantan Panglima TNI ini.

Karena itu, lanjutnya, Presiden Jokowi mengundang tokoh adat Papua ke Istana pekan depan. Menurut Moeldoko, Jokowi akan mendengarkan aspirasi yang disampaikan. "Intinya bahwa komunikasi tidak boleh terputus. Komunikasi harus terbangun. Dalam proses komunikasi pasti ada faktor lingkungan yang mempengaruhi. Kalau ini tidak terbangun komunikasi yang intens, maka pengaruh kanan-kiri itu kadang-kadang bisa menyesatkan," jelas Moeldoko.

Bersama para tokoh Papua tersebut, Jokowi akan membahas masalah percepatan kesejahteraan di Papua. Jokowi menambahkan kondisi di Papua telah normal kembali pasca kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah. Hingga saat ini, situasi keamanan di Papua dan Papua Barat sudah normal kembali. Masyarakat sudah bisa beraktivitas seperti biasa. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

BUMN Buka Lowongan 11.000 Pegawai
BUMN Buka Lowongan 11.000 Pegawai

Berita Sejenis

Veronica Koman Lobi Parlemen Australia

Veronica Koman Lobi Parlemen Australia

Aktivis sekaligus pengacara Hak Asasi Manusia untuk urusan Papua, Veronica Koman, bertemu dengan sejumlah anggota parlemen Australia.


Kesejahteraan Guru di Papua Minta Diperhatikan

Kesejahteraan Guru di Papua Minta Diperhatikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali normal pascakonflik sosial di Wamena, Papua.


Prabowo Bermanuver, Oposisi Kian Lemah

Prabowo Bermanuver, Oposisi Kian Lemah

Dipicu dengan manuver Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo, kekuatan oposisi kian lemah. Ini sejalan dengan merapatnya Partai Demokrat yang dikomandoi Susilo Bamb


Pasukan Ditambah, Pemerintah Ingin Pastikan Papua Aman

Pasukan Ditambah, Pemerintah Ingin Pastikan Papua Aman

Pemerintah akan menambah jumlah personel keamanan tidak hanya di Wamena, tapi juga di Ilaga.


Antisipasi Gerakan KKSB, Pasukan Penjaga Freeport Ditambah

Antisipasi Gerakan KKSB, Pasukan Penjaga Freeport Ditambah

Pengamanan di area perusahaan tambang PT Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, akan diperkuat.


Aksi Tiga DPO Terekam CCTV, Tersangka Kerusuhan Wamena Bertambah

Aksi Tiga DPO Terekam CCTV, Tersangka Kerusuhan Wamena Bertambah

Jumlah tersangka kerusuhan kerusuhan di Wamena, Papua terus bertambah. Jika sebelumnya ada tujuh pelaku, kemarin bertambah tiga orang lagi.


Benny Wenda Aktor Pengusiran Warga Non-Papua

Benny Wenda Aktor Pengusiran Warga Non-Papua

Kondisi keamanan Wamena, Jayapura, Papua sudah kembali kondusif. Warga pendatang tak perlu lagi eksodus.


Facebook Hapus Ratusan Akun Gerakan Papua Merdeka

Facebook Hapus Ratusan Akun Gerakan Papua Merdeka

Facebook Inc menghapus ratusan laman, grup dan akun di Facebook dan Instagram, karena memunculkan perilaku tidak otentik yang terkoordinasi di Indonesia.


11.646 Warga Eksodus Tinggalkan Wamena

11.646 Warga Eksodus Tinggalkan Wamena

Paska kerusuhan belasan ribu orang eksodus meninggalkan Wamena, Jayawijaya, Papua. Sementara ribuan warga lainnya masih mengungsi di beberapa lokasi di Wamena.


Dosen IPB Sebagai Inisiator dan Donatur

Dosen IPB Sebagai Inisiator dan Donatur

Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) bernama Abdul Basith (AB) ternyata memiliki peran sentral dalam skenario rusuh pada aksi Mujahid 212, Sabtu (28/9) lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!