Nasional
Share this on:

Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi

  • Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi
  • Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi

JAKARTA - Dua calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melakukan persiapan untuk menghadapi debat ketiga pada hari ini. Ma'ruf lebih fokus melatih diri untuk menyesuaikan diri dengan durasi, sedangkan Sandi melakukan simulasi gesture dan data terkait materi debat.

Ma'ruf Amin mengatakan, dirinya siap menghadapi debat pilpres. Tidak ada isu spesifik yang menjadi bahan pemikiran berat baginya. "Persiapan debat biasa saja. Ngobrol-ngobrol saja nggak ada yang spesifik," tutur Ma'ruf Amin, kemarin (16/3).

Mantan Rais Am PB NU itu menuturkan, akan mendalami materi debat yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya. Dia akan membaca sendiri bahan-bahan yang sudah ada.

Ma'ruf mengatakan, dalam melakukan persiapan, tidak ada ahli dari luar yang dilibatkan. Semua persiapan dilakukan bersama TKN Jokowi-Ma'ruf. Selain pendalaman materi, Ma'ruf juga berupaya melatih diri untuk bisa menyesuaikan dengan durasi debat.

Dalam debat, waktunya dibatasi. Mantan anggota DPR RI itu menyatakan, selama ini dia terbiasa berbicara panjang dalam menyampaikan ceramah. Jadi, dia harus menyesuaikan diri. "Tentu butuh berlatih untuk penyesuaian," tuturnya.

Bagaimana dirinya menyiasati waktu yang pendek? Musytasar PB NU itu mengatakan, tentu ada cara untuk mengatasi, tapi semuanya bergantung kondisi saat debat nanti.

Menurut dia, fokus debat nanti tidak bisa hanya terpaku satu isu. Sebab, ada pula isu yang berasal dari pertanyaan panelis atau kandidat lain. Dalam perdebatan nanti, tentu akan muncul isu-isu yang perlu mendapat penjelasan.

Ma'ruf menambahkan, dirinya akan mengikuti alur debat yang mengikutsertakan peran panelis serta moderator. "Bagi saya, intinya debat itu bagaimana membangun Indonesia maju lebih baik dari yang sekarang, lebih meningkatkan, dan lebih menyempurnakan," papar dia.

Ia berjanji akan menyampaikan seluruh program unggulan yang ditawarkan Jokowi yang sesuai tema debat ketiga. Mulai dari pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Yaitu, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Pra-Kerja.

Di sisi lain, calon wakil presiden Sandiaga Uno memiliki dua persiapan menghadapi debat yang digelar malam nanti. Sandi, sapaan akrab Sandiaga, menyatakan bahwa ada persiapan serius dan persiapan santai menjelang debat. Untuk persiapan santai, Sandi mengaku lebih banyak berkumpul bersama keluarga.

"Sabtu dan Minggu rileks saja, sudah tidak ada kegiatan mengumpulkan aspirasi. Lebih ke pemantapan, kata Sandi.

Menurut Sandi, acara bersama keluarga doa bersama, yang dilakukan sejak Jumat. Doa bersama dilakukan sebagai ikhtiar agar bisa menjalani proses debat dengan lancar. Apalagi, yang dihadapi nanti adalah sosok Maruf Amin yang dihormati secara personal.

"Saya pastikan tidak akan menyerang, sungkan pasti, sama orang yang tua, saya dididik agar sepanjang hidup sungkan sama yang senior dan berlaku hormat, saya akan tampil apa adanya," ujar mantan wakil gubernur DKI itu.

Untuk persiapan serius, Sandi menilai topik debat ketiga akan luas. Karena itu, dirinya ingin tampil sesuai karakternya. Keinginan Sandi adalah menyampaikan aspirasi yang sudah disampaikan oleh masyarakat, disandingkan dengan visi dan misi Indonesia Menang yang diusung Prabowo-Sandi.

"Saya tidak mau terlalu dicoaching, karena banyak sekali bekal yang disampaikan yang bisa diangkat, karena saya menangkap pesan hampir di 1.500 titik kunjungan," kata pehobi lari itu.

Untuk persiapan teknis, Sandi menyebut Badan Pemenangan Nasional (BPN) mempersiapkan sebuah simulasi debat untuknya. Simulasi debat itu mencakup hampir semua aspek debat, terutama penekanan apa saja yang harus disampaikan untuk ditawarkan kepada masyarakat dalam debat.

"Kami latihan durasi, materi, gesture, termasuk latihan juga berkaitan dengan data-data. Pak Sudirman Said yang mengkoordinir, tim kecil saja," jelas Sandi.

Ia sendiri menginginkan penyampaian lebih ditekankan untuk paparan program menarik kelompok milenial. Selama berkeliling, Sandi mendapatkan data bahwa angka pengangguran masyarakat saat ini didominasi kaum muda, antara 15-24 tahun. Jumlahnya menurut Sandi mencapai 61 persen.

Sandi memiliki program untuk mempersiapkan milenial sebagai kelompok siap pakai, bukan sekedar siap mencari kerja. "Data internal kami menunjukkan undecidednya (milenial, red) meningkat, ini harus ditarik kembali melalui diskusi yang relevan," ujarnya.

Sandi juga siap memaparkan sejumlah program yang pro kepada kaum emak-emak. Salah satunya adalah gerakan emak-emak dan anak-anak minum susu (emas). Misi gerakan ini adalah demi mengurangi angka stunting di Indonesia.

"Karena Indonesia memiliki ironi, dengan perkembangan ekonominya, masih menghadapi stunting, ujarnya. (lum/bay/ful/fin/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lembaga Survei Unggulkan Jokowi, Prabowo Masih Optimistis Menang

Lembaga Survei Unggulkan Jokowi, Prabowo Masih Optimistis Menang

Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menyatakan bahwa perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


Bareng Gatot Nurmantyo, Dahlan Iskan Nyatakan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Bareng Gatot Nurmantyo, Dahlan Iskan Nyatakan Dukungan ke Prabowo-Sandi

Kampanye akbar "Indonesia Menang" menampilkan sejumlah tokoh pendukung Calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


KPK Bantah 400 Ribu Amplop Serangan Fajar untuk Jokowi

KPK Bantah 400 Ribu Amplop Serangan Fajar untuk Jokowi

Beredar isu bahwa amplop yang dikumpulkannya diduga untuk kepentingan Pemilihan Presiden (Pilpres) pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin.


Debat Capres Keempat, TKN- BPN Sama-sama Optimis

Debat Capres Keempat, TKN- BPN Sama-sama Optimis

Juru kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nizar Zahro optimis di debat keempat, Sabtu (30/3) besok.


Debat Ketiga Membosankan dan Terlalu Normatif

Debat Ketiga Membosankan dan Terlalu Normatif

Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, Minggu (17/3) malam, berjalan kurang greget.


Debat Ketiga Harus Konstruktif dan Manfaatkan Jawaban

Debat Ketiga Harus Konstruktif dan Manfaatkan Jawaban

Debat ketiga calon wakil presiden (Cawapres) harus konstruktif, sehingga dua kandidat yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno diminta untuk memaksimalkan j


Klaim Semua Keluarga Besar Uno di Gorontalo Dukung Jokowi Tidak Benar

Klaim Semua Keluarga Besar Uno di Gorontalo Dukung Jokowi Tidak Benar

Dukungan masyarakat Gorontalo bakal kian besar untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


Pemerintah Kejar Penuntasan Wajib Belajar 12 Tahun

Pemerintah Kejar Penuntasan Wajib Belajar 12 Tahun

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 resmi dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin (12/2).


Debat Panas, Capres-Cawapres Tak Singgung Kasus Novel

Debat Panas, Capres-Cawapres Tak Singgung Kasus Novel

Aksi saling sindir mewarnai debat perdana paslon presiden-wakil presiden Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno tadi malam.


Tepis Isu Tidak Kompak Prabowo-Sandi Temui SBY

Tepis Isu Tidak Kompak Prabowo-Sandi Temui SBY

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berupaya menyolidkan tim sukses.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!