Nasional
Share this on:

Santunan Korban Lion Air Mulai Diberikan

  • Santunan Korban Lion Air Mulai Diberikan
  • Santunan Korban Lion Air Mulai Diberikan

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengeluarkan laporan penyelidikan awal kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP 29 Oktober lalu. Pihak Lion Air pun telah memberikan santunan kepada ahli waris penumpang mulai Rabu lalu (28/11). Pemberian santunan ini dilakukan bertahap.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro kemarin (29/11) mengatakan santunan diberikan di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur. Ada tiga orang penumpang yang telah melengkapi dokumen. ”Atas nama Darwin Harianto, Raden RR Savitri Wulurastuti, dan Arif Yustian,” tuturnya.

Menurut Danang pemberian santunan tersebut seperti amanat Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 77 Tahun 2011. Pada Pasal 3 disebutkan jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada

hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp1.250.000.000 per penumpang. ”Penyampaian santunan berikutnya akan diberikan kepada keluarga sebagai ahli waris yang telah melengkapi berkas administrasi sesuai yang diperlukan dan dokumen dinyatakan lengkap,” ujar Danang.

Kemarin dan Sabtu nanti juga rencananya akan ada penyerahan santunan. Selanjutnya pada Senin (03/12) penyerahan kepada dua ahli waris di Jakarta dan tiga ahli waris di Pangkalpinang. ”Selasa (04/ 11) juga ada penyerahan kepada satu ahli waris di Pangkalpinang,” ucapnya.

President Director Lion Air Group Edward Sirait menambahkan bahwa pihaknya ingin segera menyelesaikan kewajiban santunan. Sayangnya pemberian itu tidak bisa diberikan sembarangan. Harus ada surat-surat yang dikumpulkan seperti kartu keluarga dan KTP. Tentu juga harus disahkan oleh notaris.

”Kalau bisa akhir tahun selesai,” ujarnya. Sayangnya proses pengumpulan kelengkapan berkas tak mudah. Dari menejemen Lion Air pun telah memiliki tim untuk menjemput bola.

Sementara itu Kepala Operasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kombespol Lisda Cancer menjelaskan bahwa terkait santunan terhadap korban memang salah satu syaratnya adalah surat kematian. Surat kematian bisa dibuat oleh rumah sakit bila telah teridentifikasi.

”Namun, ada 64 korban yang tidak ditemukan dan akhirnya tidak teridentifikasi,” paparnya.

Kondisi itu membuat langkah untuk mendapatkan surat kematian menjadi lebih panjang. Caranya dengan proses putusan pengadilan untuk menetapkan kematian korban. ”Itu persyaratannya banyak dari surat kependudukan dan sesuai syarat pengadilan,” ujarnya.

Sementara Anggota tim DVI sekaligus Kepala Laboratorium DNA Forensik Pusdokkes Polri Kombespol Putut Cahyo Widodo mengatakan, memang operasi identifikasi korban jatuhnya Lion Air telah selesai. Namun, selesai identifikasi ini bukan karena waktu yang membatasi, melainkan memang tidak ada sampel jenazah yang bisa diidentifikasi.

”Artinya, sebenarnya bisa dibuka kembali,” tuturnya.

Bagaimana syaratnya aga identifikasi bisa dibuka kembali? Dia menjelaskan bahwa kuncinya ada pada sample jenazah korban. Misalnya, bila ada nelayan yang menemukan jenazah dan diduga kuat merupakan salah satu penumpang Lion Air.

”Maka, dibuka kembali operasinya,” paparnya.

Dengan demikian, dia berharap keluarga korban memahami bahwa kinerja DVI ini bergantung pada tim evakuasi. Bila menemukan sampel, tentunya akan terus bekerja. ”Kalau sudah tidak ada sample lagi, apa yang akan dikerjakan,” jelasnya.

Di sisi lain, KNKT kemarin meralat pernyataan sebelumnya yang menyatakan bahwa pesawat PK-LQP tidak laik terbang. ”Sudah dinyatakan oleh KNKT, bahwa pesawat PK-LQP itu, baik penerbangan JT 043 Denpasar-Jakarta, maupun JT 610 dari Jakarta direncanakan menuju Pangkal Pinang, keduanya adalah laik terbang,” ungkap senior investigator KNKT Ony Suryo Wibowo. (lyn/idr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Rekrutmen PPPK Dimulai Hari Ini

Rekrutmen PPPK Dimulai Hari Ini

Pemerintah mengumumkan rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dibuka mulai hari ini (8/2).


Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Ancaman terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berulang. Kali ini, dua pegawai KPK menjadi korban kekerasan sekolompok orang.


Ambil CVR Dalam Timbunan Lumpur, KNKT Segera Teliti Kotam Hitam Kedua

Ambil CVR Dalam Timbunan Lumpur, KNKT Segera Teliti Kotam Hitam Kedua

KRI Spica 934 berhasil mendeteksi cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP tepat sepekan pasca bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara minggu l


Kirim KRI Spica Cari CVR Lion Air PK-LQP

Kirim KRI Spica Cari CVR Lion Air PK-LQP

Pencarian cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP kembali dilaksanakan mulai, Selasa (8/1).


Vigit Waluyo Disanksi Seumur Hidup

Vigit Waluyo Disanksi Seumur Hidup

Gerak langkah Vigit Waluyo (VW) di kancah persepakbolaan tanah air bakal tidak seleluasa sebelumnya. Makin terisolasi. Bahkan bisa jadi tamat.


Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari

Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari

Vanessa Angel bisa sedikit bernapas lega. Kemarin (6/1) dia resmi menyudahi pemeriksaan melelahkan selama lebih dari 24 jam.


Sebelum Jadi Mitra BPJS Kesehatan, Rumah Sakit harus Terakreditasi

Sebelum Jadi Mitra BPJS Kesehatan, Rumah Sakit harus Terakreditasi

Mulai bulan ini, bagi rumah sakit yang akan bergabung menjadi mitra BPJS Kesehatan harus miliki terakreditasi.


Longsor di Sukabumi, Puluhan Korban Masih Tertimbun Tanah

Longsor di Sukabumi, Puluhan Korban Masih Tertimbun Tanah

Longsor di Dusun Garehong, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membuka lembaran kelam pergantian tahun 2018 ke 2019.


Adik Korban Sebut Pelaku Penembakan Letkol Dono Tak Sendirian

Adik Korban Sebut Pelaku Penembakan Letkol Dono Tak Sendirian

Jenazah Letkol CPM Dono Kuspriyanto dimakamkan di Taman Makam Bahagia Dreded Kecamatan Bogor Selatan, kemarin.


Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Tembus 400 Orang

Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Tembus 400 Orang

Korban Tewas akibat tsunami di Selat Sunda pada sabtu malam (22/12) terus bertambah seiring masih terus dilakukannya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!