Nasional
Share this on:

Sebelum Lebaran, Cawapres Jokowi Sudah Ada

  • Sebelum Lebaran, Cawapres Jokowi Sudah Ada
  • Sebelum Lebaran, Cawapres Jokowi Sudah Ada

JAKARTA - Teka-teki terkait calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Joko Widodo nampaknya belum bisa diketahui publik dalam waktu dekat. Pasalnya, PDI Perjuangan bersama partai pengusung lainnya masih disibukkan dengan penentuan kriteria pasangan yang ideal.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan, dalam beberapa bulan ini, pihaknya masih melakukan kajian dan komunikasi dengan Jokowi dan pengusung lainnya. Pasalnya, setiap partai pengusung, dan Jokowi sendiri memiliki kriterianya masing-masing.

Dia menggaransi, jika tak ada dinamika yang luar biasa, sosok tersebut akan keluar sekitar bulan puasa. “Kan pendaftaran Agustus, penetapannya September, pasti sebelum lebaran nama sudah keluar,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Terkait kriteria apa saja yang diinginkan, Puan menyebut ada sejumlah parameter yang digunakan. Selain memiliki komitmen terhadap NKRI dan menjaga keberagaman, pendamping Jokowi juga harus memiliki visi yang sama dengan pemerintahan ke depannya.

Apakah nama Jusuf kalla masih dipertimbangkan? Puan enggan untuk menyebut nama-nama yang digodok. Namun diakuinya, JK termasuk nama yang dipertimbangkan. Hanya saja, pihaknya perlu menelaah dari aspek konstitusionalitasnya mengingat dia sudah dua kali menjabat wapres.

Hanya dia memastikan, hingga saat ini belum mengerucut sehingga masih ada banyak nama yang dibicarakan. “Banyak lebih dari lima. Kadang-kadang kita bicara sepuluh, kadang mengerucut dua,” kata putri kandung dari Megawati Soekarno Putri tersebut.

Sementara itu, Presiden Jokowi enggan membeberkan kriteria pendamping seperti apa yang dia idam-idamkan. Menurutnya, saat ini sosok cawapres sedang pematangan.

“Belum berbicara mengenai siapanya, jadi ditunggu saja. Sabar,” ujarnya usai meresmikan Pabrik Bahan Baku Obat di Kawasan Industri Cikarang, kemarin.

Dia menambahkan, proses penggodokan tidak hanya dilakukan PDIP ataupun partai pendukung lainnya. Saat ini, tim internalnya juga melakukan hal yang sama. ”Baru penggodokan, pematangan. Baik partai-partai maupun tim internal saya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, saat ini, sudah ada banyak partai yang mendeklarasikan diri mengusung Jokowi untuk kembali maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Selain PDIP yang baru saja mengumumkan, beberapa partai sudah mendahuluinya.

Antara lain Partai Nasdem, Hanura, PPP, dan Golkar. Selain itu ada juga dua partai baru, yakni PSI dan Perindo. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Hitung Mundur Pemblokiran Dimulai
Hitung Mundur Pemblokiran Dimulai

Berita Sejenis

Gagal Jadi Cawapres 2019, AHY Siap untuk Pilpres 2024

Gagal Jadi Cawapres 2019, AHY Siap untuk Pilpres 2024

Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus menahan kecewa.


Prabowo Pilih Sandiaga Uno

Prabowo Pilih Sandiaga Uno

Dari kubu oposisi, koalisi pendukung Prabowo Subianto sudah melakukan persiapan di Kertanegara, kediaman Prabowo, sejak pagi.


Pengumuman Cawapres Penuh Drama

Pengumuman Cawapres Penuh Drama

Dua kubu koalisi telah mengumumkan pasangan capres dan cawapres. Koalisi petahana mengusung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.


Prabowo Pilih Dua Nama, Jokowi Tinggal Daftar

Prabowo Pilih Dua Nama, Jokowi Tinggal Daftar

Partai Gerakan Indonesia Raya menyebut sudah ada langkah maju dari pembicaraan koalisi bersama dengan Partai Demokrat, PAN dan PKS.


Internal Gerindra Usulkan Anies Baswedan

Internal Gerindra Usulkan Anies Baswedan

Pilihan figur calon wakil presiden pendamping Prabowo belum masuk dalam pembahasan. Meski begitu, nama-nama kandidat sudah masuk.


PKS Mulai Ancam Keluar dari Koalisi

PKS Mulai Ancam Keluar dari Koalisi

Hasil pertemuan segi tiga antara Gerindra, PAN, dan PKS belum memastikan posisi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto.


Prabowo: Koalisi dengan PKS PAN sudah De Fakto

Prabowo: Koalisi dengan PKS PAN sudah De Fakto

Pertemuan Prabowo Subianto dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dibarengi dengan pertemuan pimpinan partai politik lain.


Menkes Minta Ditunda, BPJS Ngotot

Menkes Minta Ditunda, BPJS Ngotot

Dampak dikeluarkannya peraturan direktur jaminan pelayanan kesehatan (perdiyan) BPJS Kesehatan sudah mulai dirasakan.


Bawaslu Temukan 199 Bacaleg Mantan Koruptor

Bawaslu Temukan 199 Bacaleg Mantan Koruptor

Aturan yang melarang mantan napi kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif (caleg) sudah dibuat.


Jokowi-JK Punya Kans Kuat

Jokowi-JK Punya Kans Kuat

Figur calon wakil presiden (cawapres) pendamping Presiden Joko Widodo sudah mengerucut pada figur satu nama.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!