Nasional
Share this on:

Sejumlah Orang Jadi Korban Buntut Penyerangan Polsek Ciracas

  • Sejumlah Orang Jadi Korban Buntut Penyerangan Polsek Ciracas
  • Sejumlah Orang Jadi Korban Buntut Penyerangan Polsek Ciracas

JAKARTA - Polisi masih terus menyelidiki kasus perusakan dan penyerangan Mapolsek Ciracas pada Rabu dinihari (12/12). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono menerangkan jika salah satu korban penganiayaan merupakan Kapolsek Ciracas, Kompol Agus Widar.

"Yang bersangkutan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kapolsek sempat pingsang ketika aksi masa tersebut," terang dia di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Selain Kapolsek, dua anggota Kepolisian lainnya yang merupakan Supir Kapolres Jakarta Timur juga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok masa itu. "Yang dua lainnya sudah rawat jalan. Hanya Kapolsek yang masih dirawat," ucap Argo.

Korban juga menimpa warga sipil dan dua wartawan yang meliput di lokasi kejadian. Akibatnya mereka juga harus mendapat perawatan dari rumah sakit.

Karena kejadian ini sambung dia, tahanan di Polsek Ciracas juga ikut dipindahkan ke Tahti Polda Metro Jaya. "Ada tujuh tahanan yang dipindahkan. Mereka dalam keadaan sehat," kata dia.

Saat ditanya soal total kerugian karena kasus ini, Argo belum dapat merinci semua itu. Tetapi dia memastikan jika kasus ini tidak membuat pelayanan di Mapolsek terhenti. "Sudah langsung kembali berjalan lagi (pelayanan, red)," ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur diserang masa. Sejumlah mobil dan gedung dihancurkan. Diduga mereka kesal dengan penanganan kasus penganiayaan yang menimpa rekannya yang anggota TNI.

Setelah aksi perusakan dan penyerangan ini, Polisi malah bergerak cepat untuk mengamankan tersangka kasus penganiayaan yang korbannya anggota TNI tersebut. Satu orang berinisial AP langsung diamankan.

"Pelaku ini bernisial AP adalah tukang parkir beralamat di Ciracas, Jaktim. Tadi pagi kita tangkap di rumahnya. Yang bersangkutan masih tidur, kita tangkap kemudian kita bawa ke Polda Metro Jaya. Pelaku berninisial AP ini perannya sesuai tadi interogasi awal adalah dia memegang korban dan kemudian ikut melakukan pemukulan," beber Argo.

AP melakukan penganiayaan tersebut diduga tidak sendiri. Ada tiga orang lainnya yang melakukan tindak penganiayaan tersebut. "Jadi dia tidak hanya sendiri, tapi ada temannya, 3 orang dengan inisial I, H, dan D," ucap dia. (bry/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Menpora Diduga Terima Rp1,5 Miliar

Menpora Diduga Terima Rp1,5 Miliar

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menampilkan daftar pembagian dana hibah dari Kemenpora sejumlah total Rp3,4 miliar.


Siti Aisyah Diajak Jadi Bintang Film yang Berbuah Petaka

Siti Aisyah Diajak Jadi Bintang Film yang Berbuah Petaka

Siti Aisyah menjadi tamu penting Presiden Joko Widodo, sehari pasca dibebaskan dari Pengadilan Shah Alam Malaysia.


Pesawat Boeing 733 MAX 8 di Tanah Air Digrounded Sementara

Pesawat Boeing 733 MAX 8 di Tanah Air Digrounded Sementara

Pesawat Boeing 733 MAX 8 yang dipakai sejumlah maskapai di Tanah Air dilarang terbang sementara.


Isu Keppres Pengangkatan Honorer K2 Jadi PNS Tak Masuk Akal

Isu Keppres Pengangkatan Honorer K2 Jadi PNS Tak Masuk Akal

Pengurus honorer K2 di sejumlah daerah ramai membahas rencana silaturahmi nasional (silatnas) akbar dengan Presiden Joko Widodo.


Gempa Solok, Warga Masih Trauma dan Pilih Tidur di Luar Rumah

Gempa Solok, Warga Masih Trauma dan Pilih Tidur di Luar Rumah

55 orang dikabarkan terluka akibat gempa bermagnitudo 5,3 di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat, Kamis (28/2) kemarin.


Teror Fake Bomb di Jateng Bisa Jadi State Terrorism

Teror Fake Bomb di Jateng Bisa Jadi State Terrorism

Teror di Jawa Tengah (Jateng) terus terjadi. Kemarin (19/2) ditemukan benda mencurigakan di Pasar Sampang, Cilacap.


Jadi Tersangka, Ketua Umum PSSI Dicekal ke Luar Negeri

Jadi Tersangka, Ketua Umum PSSI Dicekal ke Luar Negeri

Ibarat kapal, PSSI kini benar-benar terguncang hebat.


E-KTP Akan dikembangkan Jadi e-ID

E-KTP Akan dikembangkan Jadi e-ID

Pemerintah berencana mengembangkan KTP elektronik (KTP-el/e-KTP) menjadi e-ID (electronic identity).


Kembali Jadi Sorotan, Dorong Cabut Pasal Duplikasi UU ITE

Kembali Jadi Sorotan, Dorong Cabut Pasal Duplikasi UU ITE

UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE kembali menjadi sorotan.


Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Ancaman terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berulang. Kali ini, dua pegawai KPK menjadi korban kekerasan sekolompok orang.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!