Nasional
Share this on:

Selidiki Kasus E-KTP, KPK Periksa Wakil Bendahara Golkar

  • Selidiki Kasus E-KTP, KPK Periksa Wakil Bendahara Golkar
  • Selidiki Kasus E-KTP, KPK Periksa Wakil Bendahara Golkar

JAKARTA - KPK terus berupaya mendalami indikasi merintangi penyidikan e-KTP yang menyeret politikus Partai Golkar Markus Nari.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya mendalami indikasi merintangi penyidikan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang menyeret politikus Partai Golkar Markus Nari. KPK kemarin memeriksa wakil bendahara umum Golkar Zulhendri sebagai saksi.

”Dalam hal ini terkait pencabutan BAP Miryam,” ujar Zulhendri usai diperiksa.

Zulhendri mengaku tidak tahu menahu soal konstruksi pencabutan berita acara pemeriksaan tersebut. Dia baru mengetahui hal itu dari pengacara Farhat Abbas yang merupakan koleganya.

”Saya lalu berpandangan kalau BAP itu dicabut tidak akan mempengaruhi posisi Pak Novanto. Penyidik itu tidak bodoh saya bilang (ke Farhat, Red),” ungkapnya.

Terkait percakapan dengan Farhat yang membahas tentang Setnov, Zulhendri menyatakan itu hanya kesalahpahaman. Waktu itu dia menjelaskan kepada Farhat terkait pidato Setnov di acara rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Golkar ke-2 di Balikpapan.

”Dalam pidatonya pak Novanto menyatakan bahwa beliau clean and clear tidak terlibat kasus e-KTP,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, selain mengusut tindak pidana korupsi e-KTP, KPK juga menetapkan Markus Nari sebagai tersangka dugaan merintangi atau menghalangi pengusutan e-KTP.

Markus Nari ditengarai sebagai salah satu pihak yang menginginkan Miryam mencabut BAP di persidangan e-KTP pada 23 Maret lalu. KPK menyita salinan BAP Miryam di rumah mantan anggota Komisi II DPR itu. (tyo/jpg)


Berita Sebelumnya

Wali Kota Cantik Diperiksa KPK Lagi
Wali Kota Cantik Diperiksa KPK Lagi

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Wow, Transaksi Jual Beli Jabatan Tembus Rp160 Triliun

Wow, Transaksi Jual Beli Jabatan Tembus Rp160 Triliun

Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Bos Reklamasi Serahkan Berkas-berkas ke KPK

Bos Reklamasi Serahkan Berkas-berkas ke KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti-bukti dalam penyelidikan indikasi rasuah reklamasi Teluk Jakarta.


Setnov Mangkir Lagi, KPK Pikirkan Langkah Lanjutan

Setnov Mangkir Lagi, KPK Pikirkan Langkah Lanjutan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KOK) Agus Rahardjo menjelaskan, bila Setnov tidak hadir pemeriksaan, maka akan ada evaluasi yang harus ditempuh.


Wali Kota Cantik Diperiksa KPK Lagi

Wali Kota Cantik Diperiksa KPK Lagi

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany tampak buru-buru saat keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pukul 17.22, kemarin.


Jika Setnov Mangkir Lagi, KPK Harus Berani Jemput Paksa

Jika Setnov Mangkir Lagi, KPK Harus Berani Jemput Paksa

Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) secara paksa kian menguat.


Setnov Absen Lagi, Kuasa Hukumnya Gugat UU KPK

Setnov Absen Lagi, Kuasa Hukumnya Gugat UU KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituntut untuk putar otak menghadapi strategi Ketua DPR Setya Novanto.


Setnov Ditetapkan Tersangka Lagi

Setnov Ditetapkan Tersangka Lagi

KPK akhirnya mengumumkan secara resmi bahwa Ketua DPR Setnov sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP untuk kedua kalinya, kemarin.


Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

Keinginan Presiden Joko Widodo untuk melindungi KPK terbentur banyak hal.


KPK Siap Hadapi Setnov

KPK Siap Hadapi Setnov

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi perlawanan kubu pengacara Ketua DPR Setya Novanto terkait dugaan pemalsuan surat.


Pimpinan KPK Dipolisikan, Febri: Statusnya Terlapor

Pimpinan KPK Dipolisikan, Febri: Statusnya Terlapor

Surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap dua pimpinan Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK) sudah diterbitkan kepolisian Selasa lalu (7/11).



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!