Nasional
Share this on:

Seribu Aktuaris Malaysia Siap Serbu Indonesia

  • Seribu Aktuaris Malaysia Siap Serbu Indonesia
  • Seribu Aktuaris Malaysia Siap Serbu Indonesia

JAKARTA - Konon aktuaris adalah profesi dengan gaji menggiurkan di Indonesia. Sayangnya profesi yang terkait dengan proyeksi keuangan asuransi dan sejenisnya itu masih langka di Indonesia. Kalangan perguruan tinggi swasta (PTS) berharap diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk membuka progam studi (prodi) aktuaris.

Data sementara yang tercatat di Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) menyebutkan, saat ini jumlah aktuaris di Indonesia sekitar 400 orang. Sementara versi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah ideal aktuaris di Indonesia sekitar 750 orang.

’’Saat ini ada seribu aktuaris berkebangsaan Malaysia siap masuk Indonesia. Tetapi masih ditahan dahulu oleh OJK,’’ kata Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta Illah Sailah di Jakarta, kemarin.

Illah yang mengurusi pembinaan PTS untuk wilayah DKI Jakarta mengatakan, saat ini kampus penyelenggara prodi aktuaris masih terbatas. Yang terdekat dari wilayah ibukota ada di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian Universitas Gadjah Mada (UGM) juga membuka prodi aktuaris.

’’Kami di Kopertis III berharap ada PTS yang diberi kesempatan membuka prodi aktuaris,’’ jelasnya. Dia mengatakan kendala utama pendirian prodi aktuaris diantaranya ketersediaan dosen. Namun dengan skenario pengakuan keahlian atau rekognisi pembelajaran lampau (RPL), kuliah aktuaris bisa diampu oleh aktuaris professional yang sudah ada.

Illah menuturkan dunia pendidikan tinggi di Indonesia harus secepatnya merespon kebutuhan global. Dia mencontohkan akutaris adalah salah satu potensi profesi yang memiliki ceruk kebutuhan tinggi.

’’Contoh lainnya adalah Optometri,’’ jelasnya. Illah mengatakan di Malaysia sudah ada prodi optometri yang membuka kuliah hingga S2 dan S3. Sementara di Indonesia sampai saat ini belum ada prodi optometri. Optometri sendiri adalah tenaga medis yang mahir dalam perawatan berbagai kondisi mata. Optometri bukan dokter dan tidak sama dengan dokter spesialis mata.

Staf Ahli Bidang Akadamik Kemenristekdikti Paulina Pannen menampung usulan Kopertis III Wilayah DKI Jakarta terkait akses membuka prodi akturasi. Dia mengakui bahwa saat ini kebutuhan kompetensi di dunia kerja sudah mengalami pergeseran.

Dia mencontohkan kebutuhan ternaga kerja cukup tinggi di Asia adalah sales yang tidak sekedar lihai menjual. ’’Perusahaan-perusahaan smartphone mencari sales sekarang tidak sebatas pada lulusan ekonomi atau sejenisnya,’’ tuturnya.

Paulina mengatakan sales produk smartphone atau barang IT lain yang jadi rebutan saat ini adalah mereka yang mengetahui detail teknologinya. ’’Jadi tidak sekedar sales. Tetapi yang memiliki keahlian di bidang engineering,’’ jelasnya. Dengan demikian sales IT bisa dengan cekatan dan lihai memaparkan kepada konsumennya tentang detail kecanggihan produk yang dijual. Tuntutan ini bisa saja melahirkan prodi baru yang mengawinkan keahlian engineering, IT, dan pemasaran. (wan/jpnn)


Berita Sebelumnya

KPK Siap Hadapi Setnov
KPK Siap Hadapi Setnov

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Usul 250 Ribu CPNS Baru, 212 Ribu Daerah se Indonesia

Usul 250 Ribu CPNS Baru, 212 Ribu Daerah se Indonesia

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB) membuka kemungkinan adanya tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru tahun depan.


Pentolan ISIS asal Indonesia, Ingin Pulang tapi Paspor Tak Ada

Pentolan ISIS asal Indonesia, Ingin Pulang tapi Paspor Tak Ada

Keruntuhan ISIS di Suriah dan Basis ISIS Asia Tenggara Kelompok Maute di Filipina berdampak besar.


Produktivitas Indonesia Kalah Empat Kali Lipat dari Jepang

Produktivitas Indonesia Kalah Empat Kali Lipat dari Jepang

Balai latihan kerja (BLK) yang diambil pemerintah daerah dinilai masih belum bisa meningkatan produktivitas para pekerja.


Duh... Kualitas Pendidikan Indonesia ke-72, Vietnam Nomor 8

Duh... Kualitas Pendidikan Indonesia ke-72, Vietnam Nomor 8

Indonesia selalu nangkring di posisi bawah daftar peringkat Program for International Students Assessment (PISA).


Pengangguran Turun, Tingkat Pendidikan Masih Rendah

Pengangguran Turun, Tingkat Pendidikan Masih Rendah

Statistik jumlah pengangguran di indonesia menunjukkan tren membaik.


Tiga Ruas Tol Siap Dioperasionalisasikan

Tiga Ruas Tol Siap Dioperasionalisasikan

Ruas terakhir dari tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) akan diresmikan dalam waktu dekat.


Lulus Sekolah, Seribuan Pilot Indonesia Malah Nganggur

Lulus Sekolah, Seribuan Pilot Indonesia Malah Nganggur

Selesai pendidikan diharapkan akan mendapatkan kerja yang layak. Namun sayangnya harapan itu tak bisa dirasakan semua pilot.


Sudah Sejuta Orang, Guru Honorer Susah Jadi PNS

Sudah Sejuta Orang, Guru Honorer Susah Jadi PNS

Jumlah guru honorer di Indonesia sudah membengkak hingga satu juta lebih. Kabarnya masih banyak yang belum masuk pendataan Kemendikbud.


2019, Indonesia Sudah Terhubung Internet Kecepatan Tinggi

2019, Indonesia Sudah Terhubung Internet Kecepatan Tinggi

Instansi yang belum terhubung internet ternyata masih banyak. Hal tersebut berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.


Kemenkes Nilai Jumlah Fakultas Kedokteran Cukup

Kemenkes Nilai Jumlah Fakultas Kedokteran Cukup

Sekarang jumlah Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia mencapai 84 fakultas. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai jumlah tersebut cukup.



Berita Hari Ini

Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!