Nasional
Share this on:

Sespri Menpora Diperiksa 9 Jam

  • Sespri Menpora Diperiksa 9 Jam
  • Sespri Menpora Diperiksa 9 Jam

JAKARTA - Bola panas dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggelinding semakin liar. Itu setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami dugaan keterlibatan orang-orang dekat Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam indikasi suap yang terbongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) itu.

Kemarin (3/1), orang dekat Nahwari yang diperiksa adalah Miftahul Ulum. Dia merupakan asisten pribadi Nahrawi. Ulum mulai diperiksa pukul 10.00 dan baru selesai pukul 19.45. Artinya, penyidik memeriksa orang kepercayaan Nahrawi itu selama kurang lebih dari sembilan jam.

”Penyidik mendalami posisi saksi (Ulum, Red) di Kemenpora,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, Ulum sejatinya pernah dimintai keterangan saat OTT pejabat Kemenpora dan pengurus KONI pada 19 Desember lalu. Kala itu, dia diperiksa cukup lama. Namun, dia dilepaskan beberapa jam kemudian. KPK kala itu menyebut pemeriksaan Ulum terkait mekanisme pengajuan proposal dana hibah dari KONI lewat Kemenpora.

Febri menerangkan, pihaknya membutuhkan keterangan Ulum terkait hubunganya dengan Menpora Imam Nahrawi. Apakah hanya sekadar hubungan antara asisten dan menteri atau ada tugas lain. Hubungan itu perlu diperjelas dalam pemeriksaan. Sebab, ada indikasi Ulum memiliki kewenangan lain di luar tugasnya sebagai asisten pribadi.

”KPK mendalami bagaimana posisi dan peran saksi (Ulum) di Kemenpora. Apakah sebagai pegawai resmi? Kalau pegawai resmi, saksi (Ulum) setingkat apa, dan bagaimana hubungan pekerjaannya dengan Menpora?,” ungkap Febri membeberkan hal-hal yang ingin didalami penyidik dalam pemeriksaan Ulum kemarin.

Lalu apakah KPK akan memanggil Nahrawi untuk mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini? Febri menerangkan pihaknya tentu akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang dibutuhkan dalam penyidikan. Tidak terkecuali politikus PKB tersebut.

”Saya kira Menpora juga sudah mengatakan kalau dipanggil akan hadir, dan itu bagus,” papar Febri.

Dia pun berharap Nahrawi bisa menjelaskan secara detail terkait hubungannya dengan Ulum. Juga, menjelaskan seputar mekanisme dana hibah KONI yang diajukan menjelang akhir tahun itu. ”Ketika dipanggil bisa menjelaskan secara lengkap apa yang diketahui dan dapat membawa dokumen-dokumen pendukung juga,” imbuh dia.

Febri menambahkan, pemeriksaan saksi-saksi akan kembali dilakukan Januari ini. Kemarin, pihaknya juga telah memeriksa dua saksi lain terkait kasus tersebut. Yakni, staf bidang perencanaan KONI Suradi dan staf bagian perencanaan KONI Twisyono. Keduanya dipanggil untuk tersangka Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy.

Sementara itu, Ulum usai diperiksa irit berkomentar mengenai pemeriksaannya. Ketika ditanya awak media, Ulum justru berupaya menghindar. ”Sementara saya belum komunikasi dulu ya,” pinta Ulum kepada wartawan sambil terus beringsut menjauh dari pintu keluar gedung KPK. ”Saya ditanyain tugas pokok dan fungsi saya sebagai sespri saja,” tutur Ulum singkat.

Ulum tidak mau menjawab terkait indikasi cawe-cawe dalam suap dana hibah KONI. Dia juga tidak mau berkomentar ketika ditanya soal dugaan perannya yang krusial dalam realisasi dana hibah senilai Rp17,9 miliar itu. ”Saya tidak berkomentar dulu,” kilahnya.

Untuk diketahui, KPK masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) dalam kasus ini. Itu lantaran, dari Rp3,4 miliar komitmen fee yang disepakati, baru Rp718 juta dan Toyota Fortuner serta Samsung Galaxy Note 9 yang terungkap sejauh ini. Itu berarti lebih dari sekitar Rp2 miliar sisa komitmen fee yang belum jelas kemana mengalir. (tyo/ali/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Penumpang yang Sebabkan Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diperiksa intensif

Penumpang yang Sebabkan Kecelakaan Maut di Tol Cipali Diperiksa intensif

Kecelakaan maut terjadi di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Senin (17/6) sekitar pukul 01.00 WIB.


KPK Segera Rilis Temuan Terbarunya, Imam Nahrawi di Ujung Tanduk

KPK Segera Rilis Temuan Terbarunya, Imam Nahrawi di Ujung Tanduk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal segera menetapkan status hukum Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.


KPK Segera Periksa Menpora

KPK Segera Periksa Menpora

Diam-diam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyiapkan surat panggilan pemeriksaan untuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.


Puasa, Jam Kerja Pegawai Negeri Dikurangi Sejam

Puasa, Jam Kerja Pegawai Negeri Dikurangi Sejam

Ramadan di Indonesia selalu identik dengan pengurangan jam kerja, termasuk bagi para aparatur sipil negara (ASN).


Menpora Disebut Terima Jatah Rp1,5 miliar

Menpora Disebut Terima Jatah Rp1,5 miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi fakta persidangan kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).


Menag Batal Diperiksa KPK

Menag Batal Diperiksa KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (24/4) kemarin.


Giliran Staf Khusus Menag Diperiksa

Giliran Staf Khusus Menag Diperiksa

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghadirkan seorang Staf Khusus Menteri Agama bernama Gugus Joko Waskito.


Nari Ditahan, Setnov Kembali Diperiksa

Nari Ditahan, Setnov Kembali Diperiksa

Usai menahan tersangka kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik (e-KTP) Markus Nari,


Sulit Tidur, Romy Batal Diperiksa

Sulit Tidur, Romy Batal Diperiksa

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan perdana kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI.


Menpora Diduga Terima Rp1,5 Miliar

Menpora Diduga Terima Rp1,5 Miliar

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menampilkan daftar pembagian dana hibah dari Kemenpora sejumlah total Rp3,4 miliar.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!