Nasional
Share this on:

Setelah Black Box, Ditemukan Angkat Roda dan Turbin Lion Air

  • Setelah Black Box, Ditemukan Angkat Roda dan Turbin Lion Air
  • Setelah Black Box, Ditemukan Angkat Roda dan Turbin Lion Air

PERAIRAN KARAWANG - Gelombang tinggi awal bulan mengiringi pencarian pesawat Lion Air PK-LQP dengan rute penerbangan JT 610 Jumat (2/11). Tepat hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan beberapa bagian pesawat.

Hanya saja, tidak semua bisa mereka angkat kemarin. Regu penyelam yang diterjunkan oleh TNI AL butuh alat bantu lantaran objek yang harus mereka angkat terlampau berat.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) SAR Lion Air JT 610 Kolonel Laut (P) Isswarto kembali turun dari KRI Banda Aceh 593 guna memimpin tim yang bergerak di lautan. Dia menjelaskan, banyak bagian pesawat yang mereka temukan kemarin.

Sebagian besar sudah berupa potongan kecil. Namun, ada juga yang bentuknya masih tampak. Misalnya bagian roda. ”Sekarang sudah ditemukan roda pesawat,” kata dia kemarin.

Menurut Isswarto, kapal pendeteksi objek bawah air menemukan roda pesawat buatan Amerika Serikat (AS) itu dua hari lalu (1/11). Namun, baru kemarin penyelam TNI AL bisa menyelam dan mengambil roda tersebut.

”Ini (ban pesawat) sekarang sudah diangkat ke KRI Banda Aceh (593) oleh tim penyelam Angkatan Laut,” terang dia. Mereka mengangkat ban dari kedalaman 30-32 meter di bawah permukaan laut. Dengan arus yang juga cukup deras.

Dari data Isswarto, lokasi ban pesawat itu masih satu area dengan titik koordinat black box yang ditemukan penyelam Korps Marinir. Karena itu, medannya hampir sama. Kontur dasar laut yang berlumpur ditambah arus yang lumayan kuat.

Selain itu, gelombang laut kemarin diakui Isswarto cukup kuat dibanding empat hari sebelumnya. Namun demikian, kondisi itu tidak lantas membuat nyali para penyelam ciut. ”Angkatan laut sudah biasa begini,” imbuhnya.

Gelombang laut yang terus menerjang sepanjang pencarian JT 610 kemarin, sambung Isswarto, bukan apa-apa. Tidak jadi kendala atau masalah. Selain para penyelam TNI AL sudah terbiasa, langit yang sempat berawan dinilai aman untuk penyelaman meski gelombang cukup kuat.

”Bagus untuk menyelam. Cuma sebentar lagi gelap. Matahari sudah mau tenggelam,” jelasnya. Karena itu, dia memberi batas penyelaman sampai pukul 16.30 WIB.

Bukan tidak ingin atau tidak mampu menyelam lebih lama, Isswarto ogah ambil risiko yang bisa membahayakan penyelam. Untuk itu, temuan lain berupa bagian turbin pesawat tidak dipaksakan diangkat kemarin.

Di samping waktu yang tidak memungkinkan, penyelam juga butuh alat angkat yang punya cukup tenaga untuk mengangkat bagian mesin pesawat tersebut ke permukaan air. ”Karena berat, ini (turbin) masih di dasar laut,” ujarnya.

Berdasar rekaman video bawah air, turbin pesawat itu juga tidak betul-betul utuh. Sudah ada bagian-bagian yang lepas sampai berserakan di dasar laut. Namun, bentuknya masih jelas. Untuk memudahkan proses pengangkatan, penyelam TNI AL sudah memberi tanda lokasi keberadaan turbin tersebut.

Bisa jadi pengangkatan memakai kapal yang punya crane dengan kekuatan besar. ”Kami masih koordinasi. Mungkin (Kapal) Baruna Jaya itu ada atau di (Tug Boat Teluk Bajau) Victory itu ada (crane),” jelas Isswarto.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa selain roda dan turbin belum ada lagi potongan pesawat berukuran besar yang ditemukan. Meski demikian, para penyelam mendapati serpihan badan pesawat yang sudah terpisah-pisah dalam ukuran kecil. Serupa temuan-temuan sebelumnya.

Khusus cockpit voice recorder atau CVR juga belum berhasil didapatkan oleh para penyelam kemarin. ”Kotak hitam (kedua) belum didapatkan,” ucap dia.

Keterangan Senada disampaikan oleh Wakil Komandan (Wadan) Satgas SAR Lion Air JT 610 Kolonel Laut (P) Salim di atas KRI Sikuda 863 kemarin sore. Pria sehari-hari bertugas sebagai komandan Satuan Patroli Lantamal III Jakarta menjelaskan, temuan roda sudah diangkat oleh penyelam dari matra laut. Jumlahnya hanya satu unit.

Sedangkan temuan turbin yang juga satu unit masih di dasar laut. ”Teknis pengangkatan sedang dibicarakan,” ujarnya.

Besar kemungkinan mekanisme pengangkatan turbin berbeda dengan pengangkatan roda. Kemarin, roda JT 610 diangkat memakai lifting bag milik Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Komando Armada I.

Dari dasar laut, turbin itu dinaikan ke atas Landing Craft Unit (LCU) KRI Banda Aceh 593. Lantaran bobot turbin berlibat lebih besar, menggunakan crane menjadi opsi yang paling memungkinkan. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Karir Taufik di DPR Tamat
Karir Taufik di DPR Tamat

Berita Sejenis

Dengar Cucunya Meninggal, Wiranto Langsung Izin Presiden

Dengar Cucunya Meninggal, Wiranto Langsung Izin Presiden

Kabar duka meninggalnya cucunya sampai telinga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.


Mendagri Buka Sarasehan Kemaritiman dan Melantik Pengurus ASPEKSINDO

Mendagri Buka Sarasehan Kemaritiman dan Melantik Pengurus ASPEKSINDO

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dijadwalkan membuka rembuk kemaritiman nasional yang digelar ASPEKSINDO pada 16-18 November 2018.


Satu Keluarga Tewas Dibunuh, Dipastikan Bukan Perampokan

Satu Keluarga Tewas Dibunuh, Dipastikan Bukan Perampokan

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak ditemukan tewas di sebuah rumah di Jalan Bojong Nangka, RT 02/07, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Ko


Tahun Depan Ada 16 Hari Libur dan 4 Kali Cuti Bersama

Tahun Depan Ada 16 Hari Libur dan 4 Kali Cuti Bersama

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) kemarin (13/11) meluncurkan tanggal libur dan cuti bersama 2019.


Majukan Desa, ASPEKSINDO Bersama BNI Garap BUMDes dan Smart Village

Majukan Desa, ASPEKSINDO Bersama BNI Garap BUMDes dan Smart Village

Keseriusan Asosiasi Pemerintah Desa dan Kepulauan Indonesia (ASPEKSINDO) membangun daerah pedalaman terus terpacu.


Pemerintah Bikin Buoy dan Tambah Sensor Gempa

Pemerintah Bikin Buoy dan Tambah Sensor Gempa

Pemerintah berencana melakukan penguatan sistem Indonesia Tsunami Early Warning Systems (INA-TEWs) dalam waktu 3 tahun mendatang (2019-2021).


Dinding dan Lantai Retak, Sulit Lelap Tiap Malam

Dinding dan Lantai Retak, Sulit Lelap Tiap Malam

Bencana tanah gerak mengancam 123 kepala keluarga di Kampung Sawah Jauh dan Kampung Cihantap, Kabupaten Bandung Barat (KBB).


Boeing Umumkan Panduan saat Pesawat Eror

Boeing Umumkan Panduan saat Pesawat Eror

Boeing Co menulis laporan mengenai kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP.


Gubernur Ganteng Dituntut 8 Tahun Penjara

Gubernur Ganteng Dituntut 8 Tahun Penjara

Gubernur Jambi (nonaktif) Zumi Zola Zulkifli terancam dihukum penjara delapan tahun terkait kasus suap "ketok palu" dan gratifikasi.


CVR Lion Air Masih Dicari

CVR Lion Air Masih Dicari

Hingga kemarin Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP belum juga ditemukan. Sinyal dari ping locator makin lemah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!