Nasional
Share this on:

Siapa sih Saksi 02 yang Ketakutan?

  • Siapa sih Saksi 02 yang Ketakutan?
  • Siapa sih Saksi 02 yang Ketakutan?

**JAKARTA ** - Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut ada saksinya yang ketakutan. Itu terjadi usai memberi kesaksian di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK). Meski tidak menyebut nama, tim hukum 02 menjamin pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap saksi tersebut.

"Ada saksi yang kami hadirkan di sidang MK merasa ketakutan. Saya belum berani sebut ancamannya seperti apa. Supaya nanti tidak disebut melakukan drama. Yang jelas, kalau takut tentu kita dampingi," kata Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (BW) di media center Prabowo-Sandi, Jakarta (24/6) kemarin.

Mantan komisioner KPK itu berharap tak ada lagi drama atau gimmick dalam proses penyelesaian sengketa pemilu di MK. "Mari bertarung soal substantial justice. Jangan ada gimmick. Ini untuk kebaikan bangsa. Jangan ada yang saksi takutlah kamu karena potensial jadi suspect. Itu jelas nggak benar, tidak boleh. Bertarung dengan value dan martabat, jangan cengeng," tegas BW.

Selain itu, BW juga menyebut gugatan perselisihan hasil pilpres yang dilayangkan kubu 02 ke MK bukan soal kalah menang. Dia mengaku ingin memberikan kontribusi menyelesaikan masalah dalam pemilu seperti daftar pemilih tetap (DPT).

"Permohonan yang kami ajukan sebetulnya bukan permohonan kalah dan menang. Yang Kami ajukan adalah kontribusi terbaik bagi peradaban bangsa dalam menyelesaikan masalah," paparnya.

Menanggapi hal itu, anggota tim hukum 01, Taufik Basari, meminta BW memperjelas pernyataannya ke publik. Dia menyarankan jika melontarkan isu, BW harus memberikan keterangan yang jelas dan lengkap. Karena jika melontarkan isu yang tidak lengkap akan menimbulkan insinuasi, seolah-olah pihak tertentu menjadi tertuduh.

"Ini sangat tidak baik. Kalau memang ada suatu kejadian, semestinya sampaikan secara lengkap. Siapa yang terancam, bagaimana ancamannya dan kalau bisa diidentifikasi siapa pengancamnya. Kemudian lakukan tindakan hukum dengan cara membuat laporan kepada pihak berwajib sehingga menjadi jelas semuanya," jelas Taufik di Jakarta, Senin (24/6).

Dia mengaku tidak tahu bagaimana bisa mempercayai isu ancaman saksi yang dilontarkan BW. Dia mengungkit momen majelis hakim MK menanyakan isu soal keamanan kepada para saksi 02 di persidangan di MK. "Tentu kita masih ingat BW ketika di persidangan sempat menarasikan adanya ancaman bagi saksi yang akan memberikan keterangannya di MK. Sampai-sampai meminta MK memerintahkan LPSK. Namun, saat dikonfirmasi kepada saksi di persidangan, ternyata tidak ada satu pun saksi yang menyatakan diancam untuk memberi keterangan di persidangan," papar Taufik.

Dia menyebut narasi ancaman terhadap saksi 02 yang dibangun sulit terbuktikan. Karena itu, Taufik meminta BW tidak terlalu banyak berdrama.

Hal senada juga diungkapkan anggota tim hukum Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan. Menurutnya, keterangan saksi-saksi yang dihadirkan tim hukum 02 tidak bisa disebut sebagai keterangan saksi fakta. Kebanyakan saksi-saksi yang dihadirkan tidak mengetahui langsung kejadian yang disebut sebagai bagian dari kecurangan pemilu.

"Ahli-ahli mereka juga sama sekali tidak ada korelasinya dengan kewenangan MK tentang perselisihan hasil suara. Mereka membahas Situng. Kan sudah jelas Situng itu bukan alat resmi penghitungan suara. Yang resmi adalah hitungan secara manual berjenjang. Kan itu diakui dalam undang-undang," ucap Ade Irfan.

Dia yakin gugatan perselisihan hasil pilpres bakal ditolak majelis hakim. Alasannya, sesuai fakta persidangan dalil-dalil dalam permohonan tim hukum 02 lemah. "Kalau ada kuasa hukum pemohon 02 mengatakan bukan persoalan kalah menang, ya, wajar seperti itu. Artinya mereka akan memberi alasan-alasan yang logis atau alasan yang sifatnya normatif agar tidak disalahkan," paparnya. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bawaslu Komitmen Jaga Kepercayaan Publik

Bawaslu Komitmen Jaga Kepercayaan Publik

Meski penyelenggaraan Pemilu 2019 telah usai, masih ada sejumlah laporan yang harus diselesaikan.


Presiden Langgar Undang-Undang, Jika Umumkan Kabinet sebelum Pelantikan

Presiden Langgar Undang-Undang, Jika Umumkan Kabinet sebelum Pelantikan

Wajar jika Presiden Joko Widodo hingga saat ini tutup mulut terkait formasi menteri yang bakal membantunya pada periode 2019-2024.


Ini Alasan Mendikbud tentang Kualitas Pendidikan yang Belum Baik

Ini Alasan Mendikbud tentang Kualitas Pendidikan yang Belum Baik

Selama 10 tahun terakhir alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN dan tiap tahun jumlahnya meningkat terus.


Kebakaran Hutan Makin Memprihatinkan

Kebakaran Hutan Makin Memprihatinkan

Tim asistensi yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bergerak terjun ke lapangan untuk mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Pengganti Ideologi adalah Pengkhianat

Pengganti Ideologi adalah Pengkhianat

Pancasila sudah disepakati sebagai dasar negara. Tidak boleh ada ideologi lain yang berkembang di Indonesia.


Titik Panas di Sumatera Meningkat Tajam

Titik Panas di Sumatera Meningkat Tajam

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat, jumlah titik panas di Sumatera, yang dapat menjadi indikasi kebakaran hutan dan lahan, meningkat


Kembalikan UUD 1945 yang Asli

Kembalikan UUD 1945 yang Asli

Wacana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terus mengemuka. Sejak 1999 hingga 2002, sudah empat kali dilakukan amandemen.


Jelang Pilkada Serentak, PR KPU Masih Banyak

Jelang Pilkada Serentak, PR KPU Masih Banyak

Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan penyelenggara pemilu untuk pilkada serentak 2020 mendatang.


Menteri Muda yang Dekat Elite Politik

Menteri Muda yang Dekat Elite Politik

Makna menteri muda di Indonesia tidak dimaknai sebagai pemuda yang memiliki pengalaman politik dan ketatanegaraan.


Ayo Ungkap Siapa Penumpang Gelapnya

Ayo Ungkap Siapa Penumpang Gelapnya

Siapa penumpang gelap yang disebut Gerindra memanfaatkan Prabowo Subianto hingga kini masih misterius.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!