Nasional
Share this on:

Siapa yang Kuasai Jawa, Potensi Menang Lebih Besar

  • Siapa yang Kuasai Jawa, Potensi Menang Lebih Besar
  • Siapa yang Kuasai Jawa, Potensi Menang Lebih Besar

JAKARTA - Proses pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden akhirnya telah dilakukan. Seperti pada proses yang sebelumnya, siapa yang bisa menguasai Jawa dapat dipastikan pihaknya yang akan menjadi jawara dalam kontestasi demokrasi di Indonesia untuk duduk menjadi orang nomor satu.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menyebut bilamana memenangkan raupan suara terbanyak di wilayah Jawa akan membawa kemenangan secara nasional. Hal tersebut diungkapkan oleh akademisi Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta tersebut, karena berdasarkan data pemilih tetap jumlah pemilih di Pulau Jawa mencapai 110 686 810 orang dari total 192 866 254. Dimana artinya ini telah mencapai hampir lebih dari setengah pemilih berada di Pulau Jawa.

"Jawa Barat adalah provinsi paling tertinggi dengan jumlah daftar pemilih tetap terbanyak sehingga, bilamana difokuskan siapapun yang ada di sana dapat dipastikan duduk menjadi pemimpin negeri ini," kata Ujang dalam keterangan tertulisnya kepada Fajar Indonesia Network di Jakarta, Selasa (16/4) kemarin.

Putra daerah asal, Subang, Jawa Barat ini menuturkan, sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk merebut suara di pulau Jawa memiliki beragam cara. "Bisa dapat dengan cara merangkul kepala daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota atau juga, dapat melakukan pembentukan tim kampanye yang dapat meyakinkan masyarakat dengan program yang terbaik lalu sosialisasikan secara door to door," terangnya.

Ujang pun menambahkan dengan jumlah DPT terbanyak Jawa Barat menurutnya menjadi wilayah bergengsi untuk dimenangkan oleh Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Hal lain disampaikan oleh, Peneliti asal SMRC, Sirojudin Abbas memprediksi akan terjadi perubahan peta suara pada pilpres 2019.

Menurutnya, perubahan peta cenderung meluaskan potensi suara Pasangan calon 01. Hal tersebut diungkapkan Sirojuddin karena Salah satu perubahan suara akan terjadi di wilayah Jawa Barat dan Banten. "Setidaknya, kalau pun tidak dimenangkan jarak keunggulan antar keduanya tidak akan selisih jauh seperti waktu Pemilu 2014 lalu," pungkasnya.

Meski demikian, Sirojudin mengatakan Prabowo masih bisa mempertahankan kemenangan di beberapa wilayah selatan pulau Jawa seperti wilayah Sumatera Kalimantan dan Sulawesi. "Jokowi diprediksi unggul di beberapa wilayah tersebut. Sementara untuk Prabowo bisa menang tipis atau cenderung menjadi kandidat yang unggul di beberapa wilayah ini," pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto Djojohadikusumo-Sandiaga Salahuddin Uno, Suhud Alynudin, mengaku optimis elektabilitas paslon yang diusungnya akan unggul di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur di mana wilayah tersebut merupakan basis rival politiknya.

"Kami optimis target itu bisa tercapai jika melihat antusiasme masyarakat dalam menyambut kedatangan Pak Prabowo dan Pak Sandi di setiap daerah yang dikunjungi saat kampanye kemarin," kata Suhud di Jakarta.

Dirinya percaya bahwa politik akan berjalan dinamis berkaca seperti pada Pilkada DKI Jakarta dan Jawa tengah lalu di mana potensi unggul tipis dapat terjadi. "Saat Pilkada Jawa Tengah kemarin memang kami tidak menang secara angka. Tetapi semua orang tahu terutama kantong-kantong petahana bahwa potensi kami menang juga ada," tandasnya. (frs/fin)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hakim Konstitusi 100 Persen Independen

Hakim Konstitusi 100 Persen Independen

Sembilan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan menyidangkan gugatan hasil Pemilihan Presiden 2019 dijamin 100 persen independen.


AS Hikam Sebut Perusuh Orang-Orang yang Sangat Profesional

AS Hikam Sebut Perusuh Orang-Orang yang Sangat Profesional

Aksi massa 22 Mei kembali rusuh. Massa yang melakukan aksi anarkis bukan peserta aksi massa damai yang telah membubarkan diri.


Pemerintah Batasi Akses WhatsApp Tiga Hari

Pemerintah Batasi Akses WhatsApp Tiga Hari

Pemerintah terpaksa membatasi sejumlah fitur di layanan aplikasi perpesanan WhatsApp. Fitur yang dibatasi pemerintah berkaitan foto dan video.


Presiden: Tak Ada ruang bagi Perusuh

Presiden: Tak Ada ruang bagi Perusuh

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dia membuka diri kepada siapa pun untuk bersama-sama untuk bekerja sama membangun negara.


Media Asing Soroti Kerusuhan Demo di Tanah Abang

Media Asing Soroti Kerusuhan Demo di Tanah Abang

Sejumlah media asing menyoroti kerusuhan dan dugaan kekerasan yang terjadi pada aksi demonstrasi massa, Rabu (22/5) dini hari, di Jakarta..


Operasionalisasi Truk di Tol Dibatasi selama Mudik Lebaran

Operasionalisasi Truk di Tol Dibatasi selama Mudik Lebaran

Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan membatasi angkutan truk yang melintasi jalan tol pada saat puncak Mudik Lebaran 2019 ini.


Demo di Bawaslu Rusuh, Masyarakat Tak Perlu Takut

Demo di Bawaslu Rusuh, Masyarakat Tak Perlu Takut

Aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu, Jalan Thamrin yang awalnya damai berujung rusuh.


30 Bus Trans Jawa Diluncurkan 27 Mei

30 Bus Trans Jawa Diluncurkan 27 Mei

Selain banyaknya layanan mudik gratis yang disiapkan, kini pemerintah kembali menelurkan trobosan baru dengan mengadirkan layanan Bus Trans Jawa.


Ombudsman Beber Maladministrasi Pemilu 2019

Ombudsman Beber Maladministrasi Pemilu 2019

Ombudsman menemukan maladministrasi yang mengakibatkan jatuhnya korban petugas Pemilu 2019, 17 April lalu..


Jokowi-Ma'ruf Menang, Selisih 16,5 Juta Suara

Jokowi-Ma'ruf Menang, Selisih 16,5 Juta Suara

Selesai sudah rekapitulasi suara hasil pemilihan umum presiden (Pilpres) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Selasa (21/5) dinihari.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!