Nasional
Share this on:

Sidang E-KTP, Jaksa Buka Lagi Rekaman Suara

  • Sidang E-KTP, Jaksa Buka Lagi Rekaman Suara
  • Sidang E-KTP, Jaksa Buka Lagi Rekaman Suara

JAKARTA - Lanjutan sidang perkara dugaan korupsi dalam proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto berlangsung Senin (5/3). Dalam sidang kemarin, tidak kurang sepuluh saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Termasuk di antaranya kemenakan Setya yang juga sudah berstatus tersangka dalam kasus serupa, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Kemarin Irvanto diperiksa pada sidang sesi kedua. Mulai sekitar pukul 15.30 WIB sampai pukul 21.30 WIB. Begitu Irvanto bersaksi, JPU KPK Abdul Basir langsung memberondong sejumlah pertanyaan untuk mantan kader Partai Golkar itu. Dia melancarkan pertanyaan berkaitan dengan PT Murakabi Sejahtera dan keterlibatan sejumlah nama dalam proyek e-KTP.

Mulai Setya, Andi Agustinus alias Andi Narogong, sampai almarhum Johannes Marliem. Namun, Irvanto lebih banyak menjawab lupa dan tidak tahu. Bahkan, beberapa keterangannya disebut berbeda dengan keterangan yang pernah dia sampaikan sebelumnya. Salah satunya ketika Abdul bertanya soal Johannes.

”Tahu (Johannes Marliem) setelah pekerjaan e-KTP berlangsung,” jawab Irvanto.

Jawaban tersebut langsung disambar oleh Abdul. ”Serius?” tanya JPU KPK tersebut. ”Iya,” jawab Irvanto. ”Kalau serius rekaman saya salah dong,” balas Abdul.

Lantaran jawaban Irvanto berkaitan dengan Johannes Marliem tidak konsisten, JPU KPK lantas memutuskan untuk membuka rekaman suara yang menunjukan bahwa Irvanto pernah bertemu dengan Johannes.

Setelah rekaman suara itu diputar barulah Irvan mengakui pernah bertemu Johannes sebelum pekerjaan e-KTP berlangsung. ”Waktu itu di 2011 di Plaza Senayan,” imbuhnya. Dia mengakui berpapasan dengan Johannes di pusat perbelanjaan tersebut.

”Berpapasan di toko jam,” ujarnya. Dia membantah pernah berurusan dengan Johannes. Apalagi dalam urusan e-KTP.

Lantaran tidak konsisten dalam menyampaikan keterangannya, JPU KPK sempat menyindir Irvanto. ”Kalau bohong yang konsisten,” imbuh Abdul. Itu disampaikan lantaran bukan hanya berbelit ketika mejawab pertanyaan seputar proyek e-KTP, dia juga berulang menyebut keterangan saksi lainnya tidak benar alias keterangan bohong.

Sebagai bukti Irvanto pernah berjumpa dengan Andi Narogong, JPU KPK memutar rekaman suara percakapan yang disebut terjadi di Kafe Pandor sekitar delapan tahun lalu. ”Itu di Juli 2010,” kata Abdul mengingatkan. Dalam rekaman tersebut terdengar suara Andi dan beberapa orang lainnya. Mereka membicarakan proyek e-KTP yang akhirnya digarap pemerintah.

Soal transaksi uang sebesar USD 3,5 juta yang disebut dalam dakwaan Setya, Irvanto pun membantah pernah menyerahkan uang tersebut. Dihadapan majelis hakim dalam sidang kemarin, pria yang akrab dipanggil Setnov bertanya langsung kepada keponakannya itu. ”Pernah tidak memberikan (uang USD 3,5 juta) kepada saya?” tanya mantan ketua DPR itu.

Mendengar pertanyaan tersebut, Irvanto menjawab. ”Saya bersumpah, saya tidak pernah memberikan apapun ke Pak Nov,” ujarnya.

Setnov sengaja menanyakan hal itu dihadapan majelis hakim sekaligus JPU KPK. Jika benar, dia memastikan akan mengganti uang yang diberikan Irvanto kepada dirinya. Namun demikian, keponakannya itu menjawab tidak pernah memberikan uang kepada pamannya. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

2019, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

2019, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Sistem zonasi sekolah akan membawa perubahan besar-besaran pada dunia pendidikan pada tahun 2109. Salah satunya adalah proses penerimaan peserta didik baru (PPD


Penjagaan Pengadaan Kartu e-KTP Tidak Konsisten

Penjagaan Pengadaan Kartu e-KTP Tidak Konsisten

Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ikut merespons kabar beredarnya blanko atau kartu bahan baku e-KTP di pasaran.


Ahmad Dhani Dituntut Dua Tahun Penjara

Ahmad Dhani Dituntut Dua Tahun Penjara

Musisi Ahmad Dhani yang merupakan terdakwa kasus ujaran kebencian kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan dari pihak JPU.


Zola Minta Hukuman Ringan

Zola Minta Hukuman Ringan

Sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jakarta Kamis (22/11).


Baiq Nuril Resmi Dilindungi LPSK

Baiq Nuril Resmi Dilindungi LPSK

Perempuan-perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual harus berani buka suara.


Batal Pailit, Merpati Urus Izin Terbang

Batal Pailit, Merpati Urus Izin Terbang

Harapan agar Merpati bisa terbang lagi semakin mendekati kenyataan.


Mendagri Buka Sarasehan Kemaritiman dan Melantik Pengurus ASPEKSINDO

Mendagri Buka Sarasehan Kemaritiman dan Melantik Pengurus ASPEKSINDO

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dijadwalkan membuka rembuk kemaritiman nasional yang digelar ASPEKSINDO pada 16-18 November 2018.


2019, Merpati Diproyeksi Terbang Lagi

2019, Merpati Diproyeksi Terbang Lagi

Selang empat tahun sejak berhenti beroperasi, perusahaan maskapai Merpati Nusantara Airline disebut akan kembali mengudara pada tahun 2019 mendatang.


Angkut Durian 2 Ton, Penumpang Sriwijaya Air Turun Lagi

Angkut Durian 2 Ton, Penumpang Sriwijaya Air Turun Lagi

Keberangkatan pesawat Sriwijaya Air rute Bengkulu–Jakarta harus tertunda kemarin (6/11).


Demo Lagi, Ini Lima Tuntutan Massa Bela Tauhid

Demo Lagi, Ini Lima Tuntutan Massa Bela Tauhid

Sekelompok masa kembali menggelar aksi bela bendera tauhid di sekitaran tugu Monas kemarin (2/11).



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!