Nasional
Share this on:

Sidang Sengketa Pilpres di MK Akan Dijaga 12 Ribu Personel Gabungan

  • Sidang Sengketa Pilpres di MK Akan Dijaga 12 Ribu Personel Gabungan
  • Sidang Sengketa Pilpres di MK Akan Dijaga 12 Ribu Personel Gabungan

JAKARTA - Sebanyak 12 ribu personel gabungan akan mengamankan sidang sengketa Peemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 14 Juni mendatang. Sejumlah jalan di sekitar gedung MK pun akan ditutup sementara.

Hal tersebut dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono saat menyambangi MK, Selasa (11/6). Kunjungan tersebut untuk berkoordinasi terkait pengamanan jelang Sidang gugatan sengketa Pemilu. Gatot juga menyebut secara keseluruhan, total pengamanan di tempat-tempat rawan akan dikerahkan sebanyak 47 ribu personel gabungan.

"Di MK saja ada 12 ribu personel. Pada tempat-tempat kerawanan yang lain, kita tambah keamanan. Keseluruhan itu berjumlah lebih-kurang 47 ribu yang kita siapkan. Itu dengan polres-polres yang ada, kemudian juga kodim-kodim yang ada," ujar Gatot didampingi Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, serta Sekjen MK Guntur Hamzah.

Gatot juga mengatakan akan ada beberapa ruas jalan yang ditutup sementara di sekitar MK. Salah satunya adalah Jl Medan Merdeka Barat hingga depan Museum Gajah.

"Memang ada beberapa ruas jalan kita lakukan penutupan seperti di Jalan Merdeka Barat, seperti di Merdeka Barat, Utara, Harmoni. Itu kita lakukan penutupan jalan supaya memberikan rasa aman dan nyaman, juga yang melakukan persidangan, baik termohon, pemohon, ketua, dan masyarakat itu kita antisipasilah," ujarnya.

Dia menegaskan massa pendukung tidak bisa memasuki ruangan sidang. Nantinya hanya pihak tertentu dari tiap pihak yang dapat memasuki ruangan sidang.

"Yang masuk kan difasilitasi MK, nanti mereka datang dikasih name card, itulah yang masuk dalam persidangan," ujarnya.

Sementara itu Ketua MK Anwar Usman mengatakan kehadiran Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya serta pihak terkait dalam rangka koordinasi pengamanan.

"Jadi ini hanya meninjau persiapan pengamanan," katanya. (gw/fin/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Indonesia Serius Kembangkan Teknologi Nuklir

Indonesia Serius Kembangkan Teknologi Nuklir

Indonesia yakin akan kemampuan untuk mengelola nuklir demi kepentingan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.


Buku Pelajaran Agama Akan Ditulis Ulang

Buku Pelajaran Agama Akan Ditulis Ulang

Rencana Kementerian Agama menulis ulang buku pelajaran agama, untuk memperbaiki konten yang tak sesuai dengan visi beragama moderat didukung Mendikbud..


Ini Syarat Pendaftaran PPG Prajabatan 2019

Ini Syarat Pendaftaran PPG Prajabatan 2019

Kemendikbud akan melakukan seleksi ketat untuk mencari calon guru andal melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri.


Diprediksi Sulit Eksis, Partai Gelora Target Ikut Pemilu 2020

Diprediksi Sulit Eksis, Partai Gelora Target Ikut Pemilu 2020

Gelombang Rakyat (Gelora) akan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM pada awal Januari 2020.


Lusa Sidang Pemakzulan, Trump Siap Buka-bukaan Transkrip

Lusa Sidang Pemakzulan, Trump Siap Buka-bukaan Transkrip

Presiden AS Donald Trump memberikan kejutan sebelum pergelaran sidang terbuka pemakzulan pekan ini.


Digaransi Tak Lemot, Server Bisa Tampung Data 4,5 Juta Pelamar CPNS Sekaligus

Digaransi Tak Lemot, Server Bisa Tampung Data 4,5 Juta Pelamar CPNS Sekaligus

Pendaftaran secara online calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan dibuka, Senin (11/11) hari ini.


Pemerintah Buka Opsi Gunakan PLTN

Pemerintah Buka Opsi Gunakan PLTN

Kemenristek akan tetap mempersiapkan opsi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan listrik masa depan.


Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Tetap Disubsidi

Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Tetap Disubsidi

Pemerintah akan memberikan subsidi bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas III.


Wakil Panglima Tak Akan Timbulkan Dualisme Kepemimpinan

Wakil Panglima Tak Akan Timbulkan Dualisme Kepemimpinan

Presiden Joko Widodo kembali menghidupkan Wakil Panglima TNI yang telah dihapus sejak 20 tahun silam.


441.148 Eselon III Hingga V Akan Disederhanakan

441.148 Eselon III Hingga V Akan Disederhanakan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyebut ada tiga langkah yang akan dilakukan untuk menjadikan birokrasi lebih ramping dan efe



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!