Nasional
Share this on:

Soal Karhutla, Polri Tak Percaya Pemberitaan Media

  • Soal Karhutla, Polri Tak Percaya Pemberitaan Media
  • Soal Karhutla, Polri Tak Percaya Pemberitaan Media

JAKARTA - Polri tak percaya pemberitaan media terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebab, berdasarkan pantauan langsung pihak kepolisian, berbeda jauh dengan yang diberitakan media.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengatakan hasil pantauan langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan sejumĺah pimpinan dari pihak lainnya, bahwa karhutla di beberapa wilayah Indonesia terutama di Provinsi Riau tak sehebat yang diberitakan. terlebih terkait kabut asap akibat karhutla.

Menurut Iqbal, situasi dan kondisi di wilayah Riau sampai dengan, Kamis (19/9), keadaan kabut asap di sana tidak sangat darurat. Artinya, sama seperti apa yang telah disampaikan Menkopolhukam Wiranto. Dia menyebut pemberitaan yang ada di media tidak seutuhnya benar. Sebab, berita yang menyebutkan kabut asap sangat darurat di sana tak terbukti.

"Jadi, saya kebetulan baru kemarin dari Riau mendampingi Pak Kapolri. Dan saya sengaja satu hari di sana mengecek situasi sebenarnya, di Pekanbaru dan sekitarnya. Hasilnya, pukul 11-12 siang itu, semua clear langit biru nampak. Artinya tak seutuhnya benar pemberitaan di media," ungkap Iqbal di Mabes Polri, Jumat (20/9) kemarin.

Iqbal mengakui, keadaan darurat di sana tak terlihat. Sebab seluruh masyarakat beraktivitas seperti biasanya, seperti sekolah, beribadah, perekonomian. Bahkan aktifitas warga di taman-taman juga terlihat ramai.

"Saya sampai malam keluar buat cek situasi di sana, ternyata di taman-taman masih banyak warga dan ramai aktivitas warga. Jadi, saya kira tidak seutuhnya benar bahwa asap sangat darurat di sana, di Pekanbaru. Tapi saya belum mengecek di daerah lain ya. Saya kira itu," ucapnya.

Adapun mengenai upaya-upaya pemadaman, Iqbal menegaskan, Satgas Gakkum Karhutla TNI-Polri terus bekerja. Dari mulai top manajer di tingkat Kapolres, Dandim, sampai pelaksana banyak yang bermalam di lokasi-lokasi hot spot.

"Ya, kita memaksimalkan kinerja itu paralel dengan satgas Mabes Polri dan tim gabungan Polda-Polda setempat yang ada karhutla, dalam rangka juga melakukan upaya-upaya penegakan hukum. Dan sampai saat ini, sudah ada 249 orang tersangka dan diantaranya diproses enam tersangka dari korporasi yang tersebar di seluruh Polda," tegasnya.

"Dan barusan, sebelum saya melakukan keterangan pers ini Dirtipiter Bareskrim Polri sedang ada di lokasi untuk melakukan upaya-upaya proses hukum, ada beberapa lahan milik korporasi di police line. Kita pastikan akan bertambah tersangka dari korporasi ini," sambungnya.

Iqbal menyampaikan, dalam rangka penegakan hukum tentunya perlu upaya keras dan butuh pembuktian secara ilmiah. Sehingga jangan sampai ada pembakaran-pembakaran lagi. Dan ini sedang dilakukan agar ada efek jera bagi oknum-oknum, terutama pihak Korporasi.

"Di sini kita sebut saja oknum korporasi yang dengan motif tertenu, yakni sengaja untuk melakukan pembakaran lahan akibatnya masyarakat dirugikan. Dan jangka panjangnya, ya polisi ga bisa kerja sendiri, tapi TNI juga harus kolaborasi. Termasuk, integrasi dengan semua elemen masyarakat agar tak terjadi lagi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Menkopolhukam Wiranto juga sempat menyebut, kasus karhutla yang terjadi di Provinsi Riau tidak separah seperti yang beredar di pemberitaan. Meskipun memang diliputi kabut asap, namun aktivitas warga di sana dianggap normal.

"Kemarin waktu kita di Riau, tidak separah yang diberitakan. Jarak pandang masih bisa, pesawat masih mendarat, masyarakat banyak yang belum pakai masker. Kita pun tidak pakai masker, ucap Wiranto di kantornya, beberapa waktu lalu. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Gerindra Ketemu dengan PKS, Demokrat Tak Terlihat

Gerindra Ketemu dengan PKS, Demokrat Tak Terlihat

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kembali bermanuver, setelah sehari sebelumnya merapat ke Istana Kepresidenan.


Pidato Pertama Jokowi Tak ada yang Baru

Pidato Pertama Jokowi Tak ada yang Baru

Ada optimisme dalam pidato awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua pemerintahannya.


Masalah DPT Pemilu Tak Pernah Tuntas

Masalah DPT Pemilu Tak Pernah Tuntas

Pengawasan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan politik uang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 2020 mendatang masih jadi sorotan Badan Pengawas Pem


Polri Belum Terima Surat Pemberitahuan Demo

Polri Belum Terima Surat Pemberitahuan Demo

Hingga, Jumat (18/10) kemarin, belum ada organisasi massa (ormas) atau kelompok masyarakat lainnya yang mengirimkan surat pemberitahuan aksi.


Presiden Jokowi Tak Mau Teken Revisi UU KPK

Presiden Jokowi Tak Mau Teken Revisi UU KPK

Presiden Joko Widodo disebut-sebut tidak mau menandatangani UU KPK hasil revisi. Meski begitu, sesuai aturan UU KPK tersebut tetap berlaku sah dan mengikat.


Kode Gagang Telepon, Nama Menteri Sudah di Kantong Jokowi

Kode Gagang Telepon, Nama Menteri Sudah di Kantong Jokowi

Presiden Joko Widodo memastikan susunan kabinet periode 2019-2024 sudah rampung. Banyak bocoran yang beredar di media sosial (medsos).


74,6 Persen Publik Tak Setuju Gerindra Merapat ke Kubu Jokowi

74,6 Persen Publik Tak Setuju Gerindra Merapat ke Kubu Jokowi

74,6 persen publik justru tidak setuju Gerindra merapat ke kubu Joko Widodo. Setidaknya itu tergambar dari hasil survei Parameter Politik Indonesia.


Twitter Akan Hapus Cuitan Pejabat, Jika Menebar Kebencian

Twitter Akan Hapus Cuitan Pejabat, Jika Menebar Kebencian

Platform media sosial Twitter menegaskan tak pandang bulu menindak akun-akun yang menebar kebencian, meskipun itu kepala negara atau pejabat lainnya.


Tak Juga Diteken Jokowi, UU KPK Otomatis Mulai Berlaku Hari Ini

Tak Juga Diteken Jokowi, UU KPK Otomatis Mulai Berlaku Hari Ini

UU KPK hasil revisi mulai berlaku hari ini, Kamis (17/10). Tepat 30 hari setelah disahkan oleh DPR RI.


Terduga Teroris Siapkan Bom Kimia Beracun

Terduga Teroris Siapkan Bom Kimia Beracun

Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penegakan hukum secara prefentive strike terhadap enam terduga teroris di Jawa Barat dan Jawa Tengah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!