Nasional
Share this on:

Sofyan Basir Diperiksa KPK Lagi

  • Sofyan Basir Diperiksa KPK Lagi
  • Sofyan Basir Diperiksa KPK Lagi

JAKARTA - Sudah tiga kali Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keterlibatannya dalam pusaran dugaan suap kesepakatan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1 terus dimatangkan oleh penyidik. Salah satunya mengenai hubungannya dengan para tersangka.

Sofyan kemarin (28/9) diperiksa mulai pukul 10.00 hingga 16.00 atau sekitar enam jam. Dia diperiksa untuk tersangka mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. Sebelumnya, Sofyan pernah diperiksa pada 20 Juli dan 7 Agustus lalu. Masing-masing untuk tersangka bos Apac Group Johannes B. Kotjo dan Wakil Ketua Komisi VII DPR (nonaktif) Eni Maulani Saragih.

Usai diperiksa, Sofyan mengaku menjawab pertanyaan penyidik dengan baik. Dia enggan membeberkan lebih jauh soal materi pemeriksaan. ” Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan baik,” ujar Sofyan kepada awak media. Sofyan juga enggan mengungkapkan perihal dugaan pertemuannya dengan para tersangka sebelum operasi tangkap tangan Eni dilakukan.

Dia mengaku pemeriksaan kemarin tidak jauh beda dengan sebelumnya. Mulai dari pertemuan dengan Kotjo dan Eni hingga teknis penunjukan perusahaan Kotjo, PT Samantaka Batubara sebagai anggota konsorsium yang mengerjakan proyek PLTU Riau 1. ”Nggak ada (perbedaan dengan pemeriksaan sebelumnya, Red),” ujarnya.

Lalu sejauh mana peluang Sofyan Basir masuk dalam pusaran dugaan korupsi kelas kakap ini? Sumber internal KPK kepada Jawa Pos mengatakan bila Sofyan memang memiliki peran signifikan dalam mengegolkan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1. Namun, sumber itu tidak mau mengatakan apakah Sofyan bakal menjadi tersangka berikutnya dalam kasus itu.

”Tunggu sampai dakwaan,” ujar sumber tersebut. Dakwaan yang dimaksud merujuk pada perkara Johannes B. Kotjo yang kini sudah teregister di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sesuai jadwal yang telah di-publish di situs resmi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kotjo bakal menjalani sidang perdana pada Kamis (4/10) pekan depan.

Di penyidikan, Kotjo telah menyampaikan keterangan seputar pihak-pihak yang diduga menikmati aliran suap proyek PLTU Riau 1. Terutama aliran ke sejumlah pejabat negara dan politisi. Kotjo pun telah mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) ke pimpinan KPK. Artinya, dia harus blak-blakan agar JC-nya dikabulkan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakui, Kotjo mesti mengungkapkan keterangan yang ia miliki seluas-luasnya agar mendapat JC. Itu merupakan salah satu syarat JC dikabulkan. Selain itu, Kotjo harus mengakui perbuatan melawan hukum yang didakwakan. Dan juga harus membuka peran pihak lain sejelas-jelasnya.

”Konsistensi dan sikap kooperatif di sidang juga menjadi perhatian KPK agar JC dikabulkan,” terangnya.

Febri menambahkan, selain memeriksa Sofyan, penyidik kemarin juga memeriksa Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati.

”Saksi Rosa didalami terkait pengetahuannya tentang dugaan aliran dana dan tentang perizinan pengelolaan limbah,” imbuh dia. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

Kota-kota Harus Siaga Bencana
Kota-kota Harus Siaga Bencana

Berita Berikutnya

Mendagri Ikut Ganti Rugi Toko-toko
Mendagri Ikut Ganti Rugi Toko-toko

Berita Sejenis

Rumah Bos Lippo Group Digeledah KPK

Rumah Bos Lippo Group Digeledah KPK

KPK terus mencari bukti-bukti tambahan untuk melengkapi pengungkapan kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta.


Tuntutan Tidak Dituruti, Guru Honorer Mau Mogok Lagi

Tuntutan Tidak Dituruti, Guru Honorer Mau Mogok Lagi

Merasa tuntutannya tidak dituruti pemerintah, mulai hari ini (15/10) guru hunorer kembali menggelar aksi mogok mengajar.


KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali melakukan eksaminasi terkait hasil investigasi Indonesialeaks.


Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik

Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik

Enam jam Amien Rais diperiksa sebagai saksi kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet kemarin.


Harga BBM Naik Lagi

Harga BBM Naik Lagi

Tepat pukul 11.00, Rabu (10/10) hari ini, PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Pendaftaran CPNS online melalui website sscn.bkn.go.id ditutup 15 Oktober atau tinggal lima hari lagi.


BNPB Minta Tambahan Dana Lagi Rp500 Miliar

BNPB Minta Tambahan Dana Lagi Rp500 Miliar

Masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menyedot anggaran besar.


Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Usai menjalani pemeriksaan di Polres Pasuruan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menerbangkan Wali Kota Pasuruan Setiyono ke Jakarta.


Kena OTT, Status Hukum Wali Kota Pasuruan Ditentukan Hari Ini

Kena OTT, Status Hukum Wali Kota Pasuruan Ditentukan Hari Ini

Wali Kota Pasuruan Setiyono kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin pagi (4/10).


Tinggal Sepekan, Pendaftar CPNS Baru 284.740 Orang

Tinggal Sepekan, Pendaftar CPNS Baru 284.740 Orang

Masa pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tinggal sepekan lagi. Namun, hingga kemarin belum ada peningkatan jumlah pelamar yang signifikan.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!