Nasional
Share this on:

Sofyan Jacob Minta Dipanggil Ulang

  • Sofyan Jacob Minta Dipanggil Ulang
  • Sofyan Jacob Minta Dipanggil Ulang

JAKARTA - Polda Metro Jaya membenarkan jika telah memanggil mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Mochammad Sofyan Jacob sebagai tersangka kasus dugaan makar, kemarin. Sayangnya, yang bersangkutan tidak hadir dan meminta pemeriksaan untuk diundur karena sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono menerangkan, kasus tersebut merupakan limpahan kasus dari Mabes Polri. Status tersangka sendiri untuk Jacob dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara sebelum lebaran lalu.

"Iya Rabu, 29 Mei kita sudah gelar perkara dan kemudian dari hasil gelar perkara status yang bersangkutan kita naikkan menjadi tersangka," ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, kemarin (10/6).

Menurut dia, laporan yang dilayangkan kepada Jaci berasal daro seseorang bersamaan dengan terlapor Lieus dan Eggi Sudjana "Ada satu laporan di Mabes Polri yang terlapornya banyak itu, ya termasuk bapak," jelas dia.

Argo memastikan, jika status tersangka yang disematkan kepada Jacob telah melalui mekanisme yang seharusnya. Mekanisme itu, semisal pemeriksaan saksi dan tentunya pemanggilan kepada tersangka. "Kemarin kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi, kemudian yang bersangkutan juga kita sudah lakukan pemeriksaan," terang dia.

Pihaknya juga berpegang atas bukti-bukti yang kuat untuk memberikan status tersangka kepada Jacob. Hasilnya, dari pemeriksaan saksi dan gelar perkara, Jacob diduga kuat telah melakukan tindakan makar. "Kita ada bukti video dan bukti lainnya ya," jelas dia.

Kuasa hukum Jacob, Ahmad Yani di Mapolda Metro Jaya menerangkan, jika pihaknya sudah meminta pemanggilan ulang karena alasan kliennya sakit. "Kedatangan saya ini untuk melakukan pemberitahuan jika sakit. Pada hari ini tadi kita antar ke penyidik untuk dijadwalkan ulang," terang dia.

Saat ditanya kapan kliennya siap untuk diperiksa, Ahmad Yani mengaku siap kapan saja. Namun, dirinya harus melihat kondisi kesehatan kliennya untuk menghadirkan dia. "Tergantung penyidik kapannya. Ya seminggu ke depan lah lebih kurang," tutur Ahmad Yani.

Jacob disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia juga diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar.

Sementara Polri dipastikan melakukan penyelidikan atas keterlibatan Tim Mawar dalam aksi kerusuhan 22 Mei. Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Asep Adi Saputra mengatakan, prinsipnya penyidik melakukan upaya dengan memperhatikan berbagai sumber informasi. "Termasuk yang sempat beredar di media itu," ujarnya.

Ada metode khusus yang sedang diterapkan untu penyelidikan, tujuannya mengetahui keterlibatan berbagai unsur dan kelompok dalam aksi kerusuhan tersebut. Saat ini dari 447 yang pelaku kerusuhan sedang dipetakan, siapa yang menjadi aktor intelektual dan siapa yang menjadi koordinator. "Aktor intelektualnya masih didalami," jelasnya.

Dia menjelaskan, pendalaman juga dilakukan terhadap perencanaan dan pelaksanaan aksi kerusuhan. Sekaligus terkait jatuhnya korban meninggal dunia, apakah itu merupakan pembunuhan yang terencana atau tidak. "Masih penyidikan soal itu," terangnya.

Dalam menangani kasus ini, Polri telah membentuk tim investigasi yang tidak hanya dari unsur kepolisian. Ada pula Ombudsman, Komnas HAM dan aspek pengawas lainnya. Semua berkolaborasi untuk bisa menyusun kronologis dan fakta dari kerusuhan tersebut. "Investigasi bersama ini akan menguak semua," jelasnya. (bry/zul/ful)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Lepas Karantina, 68 Paskibraka Siap Bertugas

Lepas Karantina, 68 Paskibraka Siap Bertugas

68 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari 34 provinsi di Indonesia siap bertugas saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74.


Jokowi Minta 2020 Kurangi Impor

Jokowi Minta 2020 Kurangi Impor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Januari 2020 nanti pelaksanaan mandatori biodiesel sudah bisa berpindah dari B20 (Biodiesel 20) menjadi B30.


PDIP Incar Tiga Kementerian

PDIP Incar Tiga Kementerian

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri blakblakan minta jatah kursi menteri terbanyak di kabinet periode 2019-2024.


Jual Data ke Pengiklan, Twitter Minta Maaf

Jual Data ke Pengiklan, Twitter Minta Maaf

Media jejaring sosial Twitter, Selasa (7/8) lalu, meminta maaf kepada pengguna karena telah membagikan data pengguna dengan pengiklan tanpa izin.


Mbah Moen, Ulama Kharismatik dan Tokoh Pemersatu

Mbah Moen, Ulama Kharismatik dan Tokoh Pemersatu

KH Maimoen Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen, tutup usia di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (6/8) kemarin.


Jokowi Minta Listrik Mati Jangsn Terulang Lagi

Jokowi Minta Listrik Mati Jangsn Terulang Lagi

Ada yang berbeda dengan inspeksi mendadak yang dilakukan Presiden Joko Widodo ke kantor Pusat PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Senin (5/8).


Indonesia Minta Tambahan 250 Ribu Kuota Haji

Indonesia Minta Tambahan 250 Ribu Kuota Haji

Pemerintah Indonesia tengah memperjuangkan tambahan kuota haji hingga mencapai angka 250.000 orang, melalui jalur diplomasi haji dengan Pemerintah Arab Saudi.


Kang Emil Minta Izin, Tjahjo Oke

Kang Emil Minta Izin, Tjahjo Oke

Kasus suap yang melilit Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa bikin repot semua pihak. Tak terkeculi Ridwan Kamil.


Jokowi Minta Nama Calon Menteri

Jokowi Minta Nama Calon Menteri

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Tim Kampanye Nasional (TKN).


Gempa Bali di Zona Megathrust, BMKG Minta Warga Waspada

Gempa Bali di Zona Megathrust, BMKG Minta Warga Waspada

Gempa mengguncang Bali beberapa kali dalam sehari. Salah satu gempa terjadi di zona megathrust. Masyarakat pun diminta untuk waspada.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!