Nasional
Share this on:

Suap Kemenag Sudah Mengakar, JK Curigai Parpol Ikut Bermain

  • Suap Kemenag Sudah Mengakar, JK Curigai Parpol Ikut Bermain
  • Suap Kemenag Sudah Mengakar, JK Curigai Parpol Ikut Bermain

JAKARTA - Tradisi suap jabatan di Kementerian Agama sepertinya sudah mengakar. Ini dilihat dari rentetan kasus sejak sebelum era Surya Dharma Ali hingga kini. Partai Politik dituding menjadi penggerak tradisi tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla sampai angkat bicara terkait hal ini. Ia mencurigai keterlibatan partai politik dalam siasat jahat tersebut. "Dari 10 menteri agama (yang pernah ada di Indonesia), hanya dua yang dari partai. Ya kalau dihubung-hubungkan, dan dua-duanya kena (kasus korupsi), tentu juga ada kecurigaan juga memang, bahwa di sini ada pengaruhnya. Tapi biar kita menunggu saja proses hukum," ungkap JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (19/3).

Namun demikian, JK berharap Lukman Hakim Saifuddin tidak terlibat langsung dalam kasus dugaan korupsi lelang jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019. "Ya, tentu kita prihatin akan masalah ini, namun tentu juga kita harapkan Pak Menag (Lukman) itu tidak terlibat langsung dalam hal ini, biar kita serahkan ke KPK atau aparat hukum untuk menyelidiki kasus ini," tambahnya.

JK juga menyebut, delapan menteri agama lainnya tidak berasal dari partai politik. Dia menyayangkan sudah ada tiga menteri agama yang terlibat dalam kasus korupsi di Indonesia, yakni Said Agil Husin Al Munawar, Suryadharma Ali dan terakhir Lukman Hakim Saifuddin.

"Ya kalau pun terjadi, ini yang ketiga kalinya, Said Agil Munawar itu yang pertama, tahun 2001. Sayang juga, tapi kita sangat prihatin, tapi mudah-mudahan (Lukman) tidak (terlibat)," katanya.

Dua menteri agama yang berasal dari partai dan terlibat dalam kasus korupsi adalah Suryadharma Ali dan Lukman Hakim Saifuddin, yang keduanya berasal dari Partai Persatuan Pembangunan.

Suryadharma Ali, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PPP, telah terbukti menyalahgunakan wewenangnya sebagai menag dalam kasus korupsi ibadah haji tahun 2010-2013. Dia divonis enam tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan penjara, serta membayar uang pengganti Rp1,8 miliar.

Sementara Lukman Hakim Saifuddin, hingga saat ini, belum terdapat bukti terlibat langsung dalam dugaan kasus suap lelang jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019, yang melibatkan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy sebagai tersangka.

Di tempat terpisah (KPK mengamankan dokumen dalam penggeledahan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur di Subaraya, Selasa (19/3). Penggeledahan itu dilakukan dalam penyidikan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan sejak siang, penyidik telah berada di Surabaya dan menggeledah satu lokasi, yakni Kantor Wilayah Kemenag Jatim. "Dari lokasi tersebutdiamankan sejumlah dokumen terkait seleksi dan pengisian jabatan. Sampai pukul 19.00 WIB penggeledahan masih berlangsung," terang Febri, kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (19/3) kemarin.

Sebelumnya, KPK telah menyita uang senilai Rp180 juta dan 30 ribu dolar AS dari hasil penggeledahan yang dilakukan di ruang kerja Menag Lukman Hakim Saifuddin di gedung Kemenag, Jakarta, Senin (18/3) lalu.

Nah, selain ruang kerja Menag, KPK juga menggeledah dua ruangan lainnya di gedung Kemenag, yaitu ruang Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan dan ruang Kepala Biro Kepegawaian.

KPK mengamankan sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian baik bagaimana tahapannya dan juga hasil seleksi dari kepegawaian tersebut. Selain itu, diamankan juga dokumen-dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan pada salah satu tersangka Haris Hasanuddin (HRS) yang kemudian dipilih sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019. Diduga sebagai penerima anggota DPR periode 2014-2019 Muhammad Romahurmuziy (RMY).

Sementara yang diduga sebagai pemberi, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS). (riz/ful/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPU Teliti Keaslian Surat Suara

KPU Teliti Keaslian Surat Suara

KPU RI menyelidiki keaslian surat suara di Malaysia yang diduga sudah tercoblos, seperti dalam rekaman video yang beredar di media sosial.


WNI di Tiga Negara Sudah Nyoblos

WNI di Tiga Negara Sudah Nyoblos

Tiga negara sudah mulai melakukan pemungutan suara dalam pemilihan umum (Pemliu) Indonesia 2019.


Nusron Wahid Bisa Terseret Pengakuan Bowo

Nusron Wahid Bisa Terseret Pengakuan Bowo

Tersangka kasus dugaan suap Bowo Sidik Pangarso mengaku diperintah orang lain.


Pemberantasan Korupsi PR Terbesar Presiden Terpilih

Pemberantasan Korupsi PR Terbesar Presiden Terpilih

Korupsi sudah semakin merajalela dalam segala lini. Oleh karena itu, siapapun presiden yang terpilih nanti harus bisa memberantas korupsi di Tanah Air.


Misteri Cap Jempol di Amplop Uang Dugaan Suap Harus Diusut Tuntas

Misteri Cap Jempol di Amplop Uang Dugaan Suap Harus Diusut Tuntas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan cap jempol pada amplop-amplop berisi uang yang diduga akan digunakan untuk serangan fajar oleh Bowo Sidik Pangarso.


Diburu Waktu, Logistik Pemilu Sudah Beres

Diburu Waktu, Logistik Pemilu Sudah Beres

Puncak pemungutan suara tinggal 11 hari lagi. Kini, KPU memasuki tahap akhir dari persiapan pemilu.


Dari Empat Kardus Dugaan Uang Serangan Fajar Sudah Ada Rp300 Juta

Dari Empat Kardus Dugaan Uang Serangan Fajar Sudah Ada Rp300 Juta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap 82 kardus berisi amplop yang diduga disiapkan Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso untu


Dirawat di RS Polri, Penahanan Romy Ditangguhkan

Dirawat di RS Polri, Penahanan Romy Ditangguhkan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan dua tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan Kementerian Agama (Kemenag) selama 20 hari ke depan


Uang Suap yang Dimasukkan Amplop Ada Cap Jempolnya

Uang Suap yang Dimasukkan Amplop Ada Cap Jempolnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan temuan cap jempol dalam amplop yang diduga disiapkan Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso untuk serangan fajar.


Mulai Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan

Mulai Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau sudah terjadi di bulan April.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!