Nasional
Share this on:

Tabrak Truk di Tol Sumo, Lima Tewas Seorang Kritis

  • Tabrak Truk di Tol Sumo, Lima Tewas Seorang Kritis
  • Tabrak Truk di Tol Sumo, Lima Tewas Seorang Kritis

GRESIK - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan Tol Surabaya Mojokerto (Sumo). Pagi kemarin (6/11) sebuah Toyota Kijang Innova menabrak bagian belakang truk yang melaju dari arah yang sama di KM 720.800, Desa Sumbarame, Wringinanom, Gresik. Akibatnya, lima penumpang Innova tewas seketika.

Identitas korban meninggal bernama Pongky Dewanto, 61. Warga Jalan Songgolangit, Kota Malang, itu adalah sopir Innova. Empat korban lainnya Sugeng Purwadi, 48, warga Campurejo Sambit, Ponorogo; Nurhasan Basri, 29, warga Desa Balong Gerih, Ngawi; Marikan, 55, beralamat di Kuwik Kunjang, Kediri; dan Soeminto, 48, warga Desa Suko, Sukodono, Sidoarjo.

Seorang korban lagi dalam kondisi kritis. Dia bernama Agung Heri Susanto, 38, tinggal di Jalan Kyai Husein, Sedati, Sidoarjo. Korban mengalami luka berat dengan pembekuan darah pada otak. Setelah sempat di rawat di Rumah Sakit (RS) Petrokimia Driyorejo, pukul 14.30 kemarin, korban dirujuk ke RSUD Sidoarjo.

’’Pembekuan darah akibat benturan keras,” kata Syamsul Udin, 42, kerabat korban, yang mendapat penjelasan tim medis.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 04.30. Toyota Kijang Innova dengan nopol L 1594 IH melaju kencang dari arah Mojokerto menuju Surabaya. Mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) itu dikendarai Pongky Dewanto, 61, yang juga tewas dalam insiden itu.

Nah, sesampainya di KM 720.800, sopir tak bisa mengendalikan laju kendaraan. Mobil hitam itu pun menghantam bagian belakang truk yang berjalan dari arah yang sama. Benturan yang keras memicu kerusakan parah pada body Innova. Bagian depan hancur. ’’Ada dugaan mobil melebihi batas kecepatan (di atas 100 kilometer per jam, Red),” kata Kanitlaka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka Prasetya.

Dugaan lain, sopir mengemudi dalam kondisi mengantuk. Sehingag ia tidak tahu ada truk melaju di depannya. Dari olah TKP Ditlantas Polda Jatim kemarin, ada tanda kalau sopir berupaya untuk menghindari truk dengan mengerem. Namun jarak yang sudah mepet membuat benturan keras tak bisa dihindari.

’’Yang pasti kecelakaan ini lebih banyak karena faktor manusia,” kata Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto.

Adapun sopir truk tak mengalami luka fisik. Pria bernama M.Tohir, 49, hanya merasa kaget dan syok. Sebab hantaman Innova dari bagian belakang truknya begitu keras. Sopir asal Jalan Raya Janti, Waru, Sidoarjo, itu pun langsung berhenti dan melihat ke belakang. Alangkah kagetnya.

Ternyata Innvova sudah hancur dengan posisi kepala menempel ke pagar pembatas tol. Di bahu jalan juga berjejer bercak cairan yang diduga darah para korban. ’’Melihat kondisi ini saya syok berat,” aku Tohir.

Kepolisian pun langsung melakukan evakuasi. Pukul 09.00, para korban berhasil diangkut. Satu korban meninggal bernama Sugeng Purwadi diangkut ke RS Petrokimia Driyorejo. Termasuk korban kritis Agung Heri Susanto.

Empat korban tewas lainnya dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. Yaitu Pongky Dewanto, Nurhasan Basri, Marikan dan Soeminto.

Sementara itu, Sat PJR Polda Jatim menyebut dugaan paling kuat dalam kecelakaan di Tol Sumo kemarin disebabkan oleh pengemudi mobil yang mengantuk. Bahkan, ada temuan yang menyatakan, mobil tersebut tak sempat mengerem sama sekali.

Hal itu disampaikan oleh Kasat PJR Polda Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo usai mengecek kondisi mobil dan TKP kecelakaan kemarin. Usai proses evakuasi sekitar pukul 07.00, dia sempat melihat beberapa tuas di dalam mobil tersebut.

Yang jadi perhatiannya adalah tuas rem Toyota Innova hitam itu dalam kondisi tidak ditekan sama sekali. Artinya, sang sopir, Pongky Dewanto, yang juga tewas dalam kecelakaan itu, tak sempat mengerem. Jika penyebabnya ditarik lebih jauh, kemungkinan besar Pongky tak tahu ada truk di depannya. ’’Jalan tol waktu itu sedang sepi. Bisa jadi dia mengantuk berat,” ungkapnya.

Analisis itu dia kemukakan setelah mengamati hasil penyelidikan beberapa kecelakaan di tol. Kondisi tuas rem yang tidak terinjak jadi indikator pertama bahwa pengendara sedang mengantuk berat. ’’Kami memang tidak menangani lakalantas tapi kami mempelajari temuan dan polanya,” terangnya.

Berdasar pengamatan Jawa Pos di lapangan, ada sejumlah bekas seretan ban dan beberapa diantaranya bercampur darah. Bekas seretan ban warna hitam ditemukan sepanjang 13 kali tapak kaki orang dewasa atau sekitar 3,7 meter. Alurnya lurus agak serong ke arah tenggara. Di sebelah kanan dan kiri bekas ban itu ada goresan lain, warnanya hitam pekat dengan alur tak beraturan menuju arah timur.

Tepat di ujung timur bekas seretan ban sepanjang 3,7 meter itu petugas menandainya dengan cat semprot pylox putih. ’’Ini tandanya mobil sudah hampir berhenti setelah menabrak,” kata Kasi Laka Subdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim Kompol Dadang Kurnia.

Di belakang simbol lingkaran dan tanda silang warna putih itu ada cat warna lain berwarna kuning. Dadang menyebutnya sebagai titik awal perkiraan tabrakan pertama. ’’Yang jelas semua ini bekas ban. Kami belum tahu ini pengereman atau hal lain,” sebutnya.

Nah, diujung bekas ban tersebut ada bekas ban lain. Tapi sudah bercampur darah. Bekas ban itu tergores ke arah kiri atau timur laut hingga berakhir di palang pembatas jalan. Kondisi terakhir mobil sebelum dievakuasi memang terpantau seorang di sebelah pembatas jalan tersebut.

Kondisinya ringsek berat dibagian depan dan tengah. Tiga jasad korban ditemukan hampir keluar di sisi kiri mobil dengan kondisi terjuntai keluar pintu. Bambang menyatakan bekas ban tersebut bukan bekas pengereman. Melainkan bekas mobil yang terpaksa berhenti usai menabrak bak truk.

’’Seperti saat anda berlari lalu tiba-tiba mandeg. Sepatu kadang berdecit. Nah itu bekas mobil yang terpaksa berhenti,” cetusnya.

Mantan Kabagops Polrestabes Surabaya itu menjelaskan, jika memang mobil sempat mengerem mendadak, maka bekasnya bakal lebih panjang. Minimal sepanjang 8-10 meter. Ada bekas dari keempat rodanya. Entah lurus atau membanting stir ke kanan dan kekiri. ’

’Lha ini panjang bekas bannya cuma sekitar 3 meter to,” bebernya.

Dadang yang membawa tim Traffic Accident Analysis (TAA) kemarin sempat memetakan banyak hal. Mulai dari memindai kerusakan mobil dengan kamera khusus hingga meluncurkan drone untuk mengukur panjang jalur tol.

Dalam 2-7 hari ke depan tim TAA akan membuat sejumlah video animasi dan data kecelakaan yang hampir mirip dengan kejadian aslinya. Video tersebut bakal dilampirkan dalam berkas penyidikan kasus tersebut. ’’Kami buat dari semua angle ya. Nanti langsung ketahuan berapa kecepatan mobil hingga detik terakhir sebelum menabrak truk,” kata Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Jatim AKBP M. Budi Hendrawan.

Pemetaan dan olah TKP yang dilakukan tim TAA tak berlangsung lama. Yakni, sejak pukul 13.30 hingga pukul 14.00 saja. Sebab, cuaca di Tol Sumo KM 720.800 yang awalnya mendung berubah menjadi hujan deras. (mar/mir/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Satu Keluarga Tewas Dibunuh, Dipastikan Bukan Perampokan

Satu Keluarga Tewas Dibunuh, Dipastikan Bukan Perampokan

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak ditemukan tewas di sebuah rumah di Jalan Bojong Nangka, RT 02/07, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Ko


Surabaya Membara, Tiga Tewas Jatuh dari Viaduk

Surabaya Membara, Tiga Tewas Jatuh dari Viaduk

Puluhan orang itu berebutan memilih naik ke viaduk.


Tol Sragen–Ngawi Segera Bisa Dilewati

Tol Sragen–Ngawi Segera Bisa Dilewati

Jalan tol Solo–Ngawi segmen Sragen–Ngawi mengantongi sertifikat layak operasi.


Demo Lagi, Ini Lima Tuntutan Massa Bela Tauhid

Demo Lagi, Ini Lima Tuntutan Massa Bela Tauhid

Sekelompok masa kembali menggelar aksi bela bendera tauhid di sekitaran tugu Monas kemarin (2/11).


Digratiskan, Jembatan Suramadu Berstatus Jembatan Non-Tol Biasa

Digratiskan, Jembatan Suramadu Berstatus Jembatan Non-Tol Biasa

Status jembatan Suramadu telah resmi berubah. Dari awalnya jembatan tol kini menjadi jembatan non-tol biasa.


Oknum Polisi dan Pembakar Polsek Diperiksa

Oknum Polisi dan Pembakar Polsek Diperiksa

Kematian seorang tersangka narkoba yang menyulut pembakaran Polsen Bendahara, Aceh Tamiang, Aceh diselidiki.


Akhir Tahun, 13 Tol Siap Beroperasi

Akhir Tahun, 13 Tol Siap Beroperasi

Pada akhir tahun 2018, 13 ruas Jalan Tol. Ruas-ruas baru tersebut masih lanjutan dari megaproyek Jalan Tol Trans Jawa dan Sumatera.


Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Pendaftaran CPNS online melalui website sscn.bkn.go.id ditutup 15 Oktober atau tinggal lima hari lagi.


Suporter Persija Tewas, Liga 1 Ditunda tanpa Batas Waktu

Suporter Persija Tewas, Liga 1 Ditunda tanpa Batas Waktu

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya secara resmi menunda kompetisi Liga 1.


Marinir Tewas di Markas, Keluarga Yakin Bukan Bunuh Diri

Marinir Tewas di Markas, Keluarga Yakin Bukan Bunuh Diri

Kematian Kelasi Kepala (KLK) Achmad Halim Mardyansyah menimbulkan tanda tanya bagi keluarganya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!