Nasional
Share this on:

Tahun Ini Tidak Ada APBN Perubahan

  • Tahun Ini Tidak Ada APBN Perubahan
  • Tahun Ini Tidak Ada APBN Perubahan

BOGOR - Pemerintahan memutuskan untuk tidak melakukan perubahan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018. Hal itu menjadi kebijakan yang diambil pemerintah dalam rapat kabinet terbatas tentang Realisasi dan Prognosis APBN 2018, kemarin (9/7).

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk APBN 2018 ini, kami tidak melakukan APBN perubahan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor.

Sri menjelaskan, keputusan itu di ambil setelah postur APBN 2018 sudah baik dan tidak mengalami deviasi yang besar. Baik dari sisi jumlah penerimaan negara dan belanja negara, maupun dari defisit anggaran yang ditargetkan.

Dari sisi makro ekonomi, pada semester I pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen. Sedangkan penerimaan pajak semester 1, PPn non migas tumbuh 14,9 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 6 persen, dan 2016 tumbuh 7 persen.

Penerimaan perpajakan yang berasal dari PPn juga mengalami pertumbuhan yang hampir sama dengan tahun lalu, yakni 13,6 persen. Berbeda dengan PPn tahun 2016 yang tumbuh negatif.

Sementara dari sisi, Bea dan cukai, penerimaan tumbuh 16,7 persen. Menurut Sri, angka tersebut merupakan pertumbuhan penerimaan bea dan cukai tertinggi sejak tiga tahun terakhir. PPh Migas, lanjutnya, juga meningkat sembilan persen dibandingkan tahun lalu minus 69 persen dan tahun 2016 minus 40 persen.

Dari sisi perpajakan juga terjadi positif. Di mana kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak, yaitu SPT pribadi naik 14 persen, dan SPT badan tumbuh 11, 2 persen. "Kalau lihat dari penerimaan perpajakan, kita melihat suatu dinamika ekonomi yang cukup positif," imbuhnya.

Dari sisi PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), naiknya harga minyak tdan kurs rupiah terhadap dolar yang melemah berdampak pada peningkatan penerimaan sumber daya alam migas. Pertumbuhannya mencapai 47,9 persen.

"Karena kedua penerimaan baik pajak perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak cukup kuat, maka kita melihat bahwa di dalam APBN 2018 semester 1 kita melihat growth dan proyeksi dari penerimaan negara akan kemungkinan tetap bisa terjaga atau bahkan pencapaian mendekati apa yang direncanakan," tuturnya.

Adapun untuk sisi belanja, juga mengalami peningkatan. Semester 1 ini, seluruh Kementerian lembaga telah membelanjakan hampir 35 persen. Angka tersebut lebih baik dibandingkan tahun lalu yang hanya 33 persen penyerapannya. Realisasi belanja nonkementerian, terutama dikaitkan dengan subsidi dan pembayaran bunga utang yang juga dalam hal ini mencapai keseluruhan belanja non Kementerian 43,9 persen.

"Ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang 41 persen.

Sementara dari sisi transfer ke daerah, kata Sri, 50,3 persen anggaran telah dibelanjakan. Angka itu sedikit lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang 51 persen. Hal itu disebabkan tahun lalu kita melakukan pembayaran dana bagi hasil.

Namun, untuk dana desa, lanjutnya, terjadi kenaikan. "Kita telah membelanjakan mendekati 60 persen dari total anggaran 60 triliun. Ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang 57," terangnya.

Sri menambahkan, dalam semester ini, defisit juga mengalami penurunan. Bahkan, yang disebut primary balance posisinya positif. Realisasi defisit APBN 110 triliun. Angka itu lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang posisinya 175 triliun atau terbaik dalam empat tahun terakhir.

Menurut, angka itu menggambarkan pemerintah terus berusaha membuat APBN sehat, kredibel dan prudent. "Telah saya sampaikan keseimbangan primer kita 10 triliun surplus. Tahun lalu posisi yang sama negatif 68 triliun. Jd bayangkan dari negatif 68 menjadi positif 10 triliun. Itu lonjakan positif luar biasa baik," kata mantan direktur Bank Dunia itu.

Sri menambahkan, laporan tersebut akan disampaikan ke DPR dan dibahas pada pekan depan. "Dengan APBN yang baik kita akan menggunakan instrumen fiskal ini untuk tetap menjaga Ekonomi, terutama kondisi perekonomian yang sedang dihadapkan pada tekanan yang berasal dari global," pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta momentum pencapaian semester 1 APBN 2018 terus dijaga dan ditingkatkan pada semester ke 2. Mengingat Indonesia tengah menghadapi tantangan ketidakpastiaan perekonomian global.

Untuk itu, dia meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk fokus dan segera menyelesaiakan program yang telah direncanakan. "Pastikan bahwa pelaksanaan program dan proyek strategis segera dieksekusi tepat waktu dan menjaga governance tepat sasaran, berdampak segera dirasakan oleh masyarakat," ujarnya. (far/jpg)

Berita Berikutnya

Mahfud MD Makin Santer Disebut
Mahfud MD Makin Santer Disebut

Berita Sejenis

Pajak Rokok Tak Mampu Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Pajak Rokok Tak Mampu Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang mengatur penggunaan pajak rokok untuk BPJS Kesehatan memang telah berlaku.


Ringtone Jokowi Tidak Melanggar Aturan

Ringtone Jokowi Tidak Melanggar Aturan

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tidak mempermasalahkan nada dering panggilan atau Ring Back Tone (RBT) yang berjudul ”Jokowi Saja”.


PGRI Minta Pendaftaran CPNS Ditunda

PGRI Minta Pendaftaran CPNS Ditunda

Pengumuman kuota sekaligus tata cara pendaftaran CPNS baru 2018 rencananya dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) hari ini (19/9).


Masih Ada Sel Mewah di Sukamiskin, Menkumham Didesak Mundur

Masih Ada Sel Mewah di Sukamiskin, Menkumham Didesak Mundur

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kembali “kebobolan” soal buruknya pengelolaan Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Bandung.


Tepis Isu Tidak Kompak Prabowo-Sandi Temui SBY

Tepis Isu Tidak Kompak Prabowo-Sandi Temui SBY

Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berupaya menyolidkan tim sukses.


Data NIK Tidak Muncul, Segera Lapor Dinas Dukcapil

Data NIK Tidak Muncul, Segera Lapor Dinas Dukcapil

Pendaftaran CPNS baru tahun lalu, diwarnai keluhan soal input NIK (nomor induk kependudukan).


Separo Kuota CPNS untuk Guru dan Dosen

Separo Kuota CPNS untuk Guru dan Dosen

Prioritas pemerintah dalam rekrutmen CPNS baru tahun ini tetap pada pendidik.


Masih Ada Terduga Teroris Dikejar

Masih Ada Terduga Teroris Dikejar

Pengejaran terhadap kelompok Rajendra ternyata belum usai.


Terpuruk, Rupiah Nyaris Sentuh Rp15 ribu

Terpuruk, Rupiah Nyaris Sentuh Rp15 ribu

Sejak awal pekan ini, kinerja rupiah terus memburuk. Pada Senin (3/9) lalu, pada penutupan perdagangan, nilai tukar rupiah terpuruk di angka Rp14.816 per dolar


Kemenag: Seharusnya Tidak Boleh Ada Penolakan

Kemenag: Seharusnya Tidak Boleh Ada Penolakan

Upaya penolakan bahkan disebut sebagai intimidasi terhadap kegiatan ceramah agama kembali menyeruak. Kali ini dialami oleh Ustad Abdul Somad (UAS).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!