Nasional
Share this on:

Tanggapi Santai Rencana Kepulangan Rizieq

  • Tanggapi Santai Rencana Kepulangan Rizieq
  • Tanggapi Santai Rencana Kepulangan Rizieq

JAKARTA - Sejak April Tahun Lalu Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab bertolak dari Indonesia ke Arab Saudi. Sampai, Senin (19/2) kemarin, dia belum kembali.

Belakangan tersiar kabar bahwa pria yang akrab dipanggil Habib Rizieq itu segera pulang. Menyusul informasi tersebut, sempat beredar surat telegram yang memerintahkan pejabat teras Polri melaksanakan video conference membahas pengamanan untuk mengantisipasi kepulangan Rizieq.

Namun, Wakapolri Komjen Syafruddin yang memimpin video conference kemarin membantah kebenaran surat telegram tersebut. ”Tidak ada, tidak ada,” ungkap dia ketika diwawancarai pasca video conference.

Menurut dia, dalam video conference tersebut memang dibahas soal pengamanan ulama, tokoh agama, beserta tempat-tempat ibadah. Tapi, tidak ada pembasahan khusus berkaitan dengan rencana kepulangan Rizieq.

Jenderal polisi bintang tiga itu pun tidak ambil pusing soal rencana Rizieq kembali dari Arab Saudi ke tanah air. ”Tidak masalah, biasa saja,” imbuhnya.

Meski muncul informasi akan ada pengarahan massa untuk menyambut Rizieq di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Syafruddin menanggapi santai. ”Nggak apa-apa. Nggak ada masalah,” kata dia. Yang pasti, sambung dia, dirinya tidak memimpin video conference soal pengamanan untuk mengantisipasi kepulangan Rizieq.

Senada dengan Syafruddin, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan, video conference yang dilaksanakan di Mabes Polri kemarin tidak membahas soal pengamanan guna antisipasi kepulangan Rizieq.

”Tidak dibahas,” ucap pria yang akrab dipanggil Setyo itu. Bahkan, sambung dia, isntansinya belum mendapat informasi valid yang menyatakan bahwa Rizieq akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

Meski membantah ada pembahasan pengamanan untuk mengantisipasi kepulangan Rizieq, Polri meminta semua pihak taat aturan apabila hendak menggerakan massa. Apalagi ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang termasuk salah satu objek vital.

”Prinsip, bandara aman. Harus aman,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal kemarin. Jika tidak taat aturan tentu saja Polri tiak akan memberi izin. ”Siapa saja yang memobilisasi massa, kelompok mana saja nggak boleh (tanpa izin),” tambahnya.

Berkaitan dengan kabar kepulangan Rizieq, Polda Metro Jaya pun turut menanggapi. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, publik tidak perlu berandai-andai. ”Kita tunggu saja. Polisi juga tidak boleh berandai-andai,” terangnya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya kemarin.

Lantas, apakah polisi akan langsung menangkap Rizieq jika memang benar kembali ke Indonesia? Argo menerangkan, hingga kemarin, pihaknya belum mendapatkan informasi Rizieq akan kembali.

”Tim intelijen Polri belum dapat informasi berkaitan dengan hal itu,” tegas Argo. Namun, polisi akan melakukan pengamanan jika Rizieq memang pulang. ”Sekali lagi tidak usah berandai-andai. Orang datang, kami amankan saja,” terangnya.

Tidak ketinggalan, Juru Bicara FPI Habib Novel Bamukmin juga angkat bicara mengenai kabar kepulangan Rizieq. Novel menuturkan bahwa pihaknya akan menyambut kepulangan Rizieq. ”Kami sudah berkoordinasi, dan membentuk panitia juga,” terangnya saat dikonfirmasi kemarin.

Novel pun sempat menunjukkan tiket pesawat yang bakal digunakan Rizieq untuk pulang dari Arab Saudi ke Indonesia. Ada dua tiket dengan dua nama berbeda yang dia tunjukan. Tiket pertama dengan nama Rizieq. Lalu, tiket kedua dengan nama Fadlun.

Pria yang juga aktif dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu menegaskan, kedua tiket tersebut benar. Bukan hoax. Dari kedua tiket itu tampak jam Rizieq dan Fadlun tiba di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta. Yakni, pada 21 Februari pukul 09.00 WIB.

Masih dari tiket itu, Rizieq dan Fadlun berangkat dari Jeddah pada 20 Februari pukul 19.25 waktu Arab Saudi. ”Panitia penjemputan Habib Rizieq akan stand by di Bandara Soetta pada 21 Februari sejak pukul delapan pagi,” jelas Novel. (syn/sam/wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Tito–Syafruddin Turun Langsung
Tito–Syafruddin Turun Langsung

Berita Berikutnya

Nazar Kembali Sebut-sebut Nama Ganjar
Nazar Kembali Sebut-sebut Nama Ganjar

Berita Sejenis

Digitalisasi Televisi Dimulai Lagi

Digitalisasi Televisi Dimulai Lagi

Setelah sempat padam, rencana untuk digitalisasi saluran televisi di indonesia kembali dihidupkan oleh pemerintah.


Kasus Pornografi Rizieq Berpotensi Di-SP3

Kasus Pornografi Rizieq Berpotensi Di-SP3

Kasus chat pornografi yang menjerat Habib Rizieq Shihab (HRS) berpotensi dihentikan.


Gaji Pensiunan Dirjen Diharapkan Lebih dari Rp4 Juta

Gaji Pensiunan Dirjen Diharapkan Lebih dari Rp4 Juta

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur kembali menggaungkan rencana untuk mengubah sistem pensiun PNS.


KPK Disarankan Tetapkan Tersangka usai Pilkada

KPK Disarankan Tetapkan Tersangka usai Pilkada

Rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan tersangka untuk peserta pilkada dinilai akan berdampak besar.


Tarif Tak Naik, Tagihan Listrik Tergantung Pemakaian

Tarif Tak Naik, Tagihan Listrik Tergantung Pemakaian

Rencana pemerintah untuk menyederhanakan kelas golongan pelanggan listrik ditujukan untuk memudahkan masyarakat.


Polri Masih Yakin Lanjutkan Densus Tipikor

Polri Masih Yakin Lanjutkan Densus Tipikor

Kendati banyak polemik yang terjadi terkait rencana pembentukan Densus Tindak Pidana Korupsi, Polri masih yakin untuk membentuknya.


Cukai Naik, Industri Rokok Keberatan

Cukai Naik, Industri Rokok Keberatan

Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Jawa Timur Sulami Bahar mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif cukai.


Pengadaan Senjata Satu Pintu di Kemenhan

Pengadaan Senjata Satu Pintu di Kemenhan

Rencana pemerintah menyatukan kebijakan terkait senjata api dan sejenisnya disambut positif oleh sejumlah pihak.


Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Bebani Masyarakat

Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Bebani Masyarakat

Rencana pengenaan biaya isi ulang kartu uang elektronik dinilai kurang tepat. Pasalnya, biaya isi ulang itu bakal membebani masyarakat.


Pakai Kereta Semicepat, Jakarta-Surabaya hanya Lima Jam

Pakai Kereta Semicepat, Jakarta-Surabaya hanya Lima Jam

Rencana pembangunan fasilitas KA semicepat Jakarta-Surabaya bakal dipastikan dalam satu bulan ke depan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!