Nasional
Share this on:

Tekan Biaya Meeting, Panitia Tak Sediakan Wine

  • Tekan Biaya Meeting, Panitia Tak Sediakan Wine
  • Tekan Biaya Meeting, Panitia Tak Sediakan Wine

BADUNG - Bali semakin siap menyambut kedatangan para delegasi acara pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group di Nusa Dua, Kabupaten Badung. Pembukaan sekaligus dimulainya puncak acara dilaksanakan pada Jumat (12/10). Meski demikian, rangkaian acara dimulai hari ini (8/10) berupa pertemuan bilateral antarnegara, organisasi, dan swasta. Acara tersebut akan berlangsung hingga Minggu (14/10).

Rencananya Presiden Joko Widodo membuka acara tahunan tersebut. Pada hari itu, sejumlah tokoh dunia dijadwalkan hadir. Di antaranya, Managing Director IMF Christine Lagarde, President World Bank Group Jim Yong Kim, Sekjen PBB Antonio Guterres, Gubernur Bank Sentral AS (The Federal Reserve) Jerome Powell, filantropis Melinda Gates, dan bos Alibaba Jack Ma.

”Presiden akan membuka acara tanggal 12, dan dijadwalkan melakukan meeting bilateral tanggal 11. Jadi, tanggal 11 diharapkan presiden sudah sampai di Bali,” ujar Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group Peter Jacobs kemarin (7/10).

Sejak kemarin, Pemprov Bali menerapkan sistem ganjil-genap di sejumlah jalan protokol di Badung. Aturan itu berlaku untuk jalan-jalan menuju arah Nusa Dua seperti Jalan Bypass Ngurah Rai, Jalan Raya Uluwatu, Jalan Kampus Universitas Udayana, Jalan Uluwatu II, dan Jalan Siligita.

Sistem ganjil-genap tersebut berlaku kemarin hingga Selasa pekan depan (16/10). Selain itu, Pemkab Badung juga meliburkan sekolah di Kecamatan Kuta Selatan, mulai hari ini hingga Jumat (12/10). Aturan itu diberlakukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar area Nusa Dua.

Acara pertemuan tahunan IMF-World Bank Group itu diikuti sekitar 32.000 peserta. Mereka terdiri atas pejabat bank-bank sentral dan kementerian keuangan dari 189 negara, perwakilan dan organisasi dunia seperti PBB, Asian Development Bank (ADB), dan lain-lain.

Pengusaha dan pelaku institusi keuangan dunia juga akan menghadiri acara tersebut. Peremuan tahunan itu akan diliput 1.200 awak media dari berbagai negara. ”Acara ini sangat besar karena kita akan membahas uncertainty (ketidakpastian) yang dirasakan secara global, dari isu perang dagang, kebijakan moneter, perubahan iklim dari ekonomi digital, dan lain-lain. So the world is coming to Indonesia dan kita akan melakukan showcase untuk meningkatkan pariwisata,” lanjut Peter.

Untuk melancarkan acara, panitia mengerahkan ratusan volunter. Volunter berasal dari mahasiswa di Bali dan Lombok. Selain di Bali, panitia mengerahkan volunter di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Mereka membuka booth khusus dan memberikan bantuan bagi para peserta pertemuan tahunan itu. Mereka juga memberikan jalur khusus untuk para peserta yang singgah di bandara agar bisa masuk ke gate menuju pesawat dengan lebih cepat.

Selain memulai beberapa meeting, hari ini juga akan dilakukan kegiatan amal untuk para korban gempa di Lombok. IMF akan memberikan bantuan senilai USD 75 ribu (sekitar Rp 1,13 miliar) yang akan diserahkan langsung oleh Christine Lagarde di Lombok.

Beberapa pejabat akan ikut mendampingi kegiatan Lagarde di Lombok. Mereka, antara lain, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Menurut Peter, inisiatif pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk empati dari IMF selaku penyelenggara acara kepada Indonesia yang sedang mengalami musibah. ”Selain IMF, beberapa negara sudah menyatakan belasungkawanya kepada Indonesia dan berniat membantu kita,” katanya.

Dalam acara pertemuan tahunan kali ini, panitia akan menggelar kegiatan amal berupa pembagian kopi gratis kepada para peserta. Setiap peserta yang meminum kopi gratis, ada satu sumbangan senilai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu untuk didonasikan kepada korban gempa di Palu dan Lombok.

Kegiatan amal tersebut disponsori perbankan BUMN. Di luar itu, pemerintah akan memperkenalkan platform SDG Indonesia One kepada para peserta delegasi. Platform tersebut dapat menggalang dana untuk pembangunan infrastruktur sekaligus menggalang dana bantuan bencana di Indonesia.

Menurut Peter, panitia telah mengubah konsep acara pertemuan tahunan tersebut untuk berempati kepada korban bencana. Panitia tidak akan mengusung acara berkonsep pesta, tapi akan mengusung konsep solidaritas.

Panitia juga telah menghemat anggaran dengan menekan jumlah peserta acara resepsi penyambutan negara dari 6.000 orang menjadi 2.500 orang. Sebelumnya, pemerintah menyediakan anggaran sekitar Rp 850 miliar untuk acara itu. Namun, dengan penghematan yang dilakukan, panitia berharap pengeluaran dapat ditekan.

”Biasanya anggaran acara ini USD 50 juta sampai USD 60 juta di tahun-tahun sebelumnya. Ini kita enggak sampai USD 50 juta. Tenang saja, panitia tidak menyajikan wine,” ujar Peter.

Ketua Pelaksana Harian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group Susiwijono mengatakan, acara itu akan membawa manfaat bagi ekonomi Indonesia. Dia meminta masyarakat untuk memandang positif acara tersebut. Sebab, pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha swasta di Indonesia akan membahas isu ekonomi bersama dengan banyak negara.

”Tidak hanya membahas, tapi akan ada kesepakatan-kesepakatan kerja sama yang menguntungkan dari acara ini. Selain itu, kita akan mempromosikan pariwisata sehingga ada devisa yang masuk dari para tamu ini,” urainya. (rin/c10/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kasus Baiq Nuril Tanda Negara Tak Baik

Kasus Baiq Nuril Tanda Negara Tak Baik

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Itulah pribahasa yang tepat untuk Baiq Nuril.


Dubes Saudi: Rizieq Tak Langgar Hukum

Dubes Saudi: Rizieq Tak Langgar Hukum

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Al Suhaibi mengungkapkan bahwa pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab tidak melanggar hukum apapun.


Tak Ada Pemekaran Daerah sampai Pilpres Selesai

Tak Ada Pemekaran Daerah sampai Pilpres Selesai

Sumber daya manusia (SDM) masih menjadi problem daerah-daerah hasil pemekaran.


Bank Dunia Bantu Rp76 Miliar

Bank Dunia Bantu Rp76 Miliar

Sejumlah pemimpin lembaga internasional menyempatkan diri menengok kondisi Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) di sela-sela acara Annual Meeting IMF–World Bank 2018


Kubu Prabowo Laporkan Situs yang Bikin Hoax Soal Sandi

Kubu Prabowo Laporkan Situs yang Bikin Hoax Soal Sandi

Drama kasus kebohongan Ratna Sarumpaet seperti tak berujung.


Pajak Rokok Tak Mampu Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Pajak Rokok Tak Mampu Tutupi Defisit BPJS Kesehatan

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang mengatur penggunaan pajak rokok untuk BPJS Kesehatan memang telah berlaku.


Ketatnya Syarat Kesehatan Tekan Jumlah Jamaah Meninggal

Ketatnya Syarat Kesehatan Tekan Jumlah Jamaah Meninggal

Musim haji berakhir sekitar dua pekan lagi. Sebagian besar jamaah haji sudah pulang ke Tanah Air.


Jokowi Belum Buka Dokumen Kasus Munir

Jokowi Belum Buka Dokumen Kasus Munir

Aktor intelektual di balik kematian aktivis Munir tak kunjung diproses hukum hingga terpidana pembunuhannya, Pollycarpus Budihari Priyanto.


Melemahnya Rupiah Tak Ganggu Strategi Utang

Melemahnya Rupiah Tak Ganggu Strategi Utang

Penerbitan surat berharga Negara (SBN) dipastikan tidak akan terganggu melemahnya nilai tukar.


Tekan Difisit, BPJS Dapat Suntikan APBN

Tekan Difisit, BPJS Dapat Suntikan APBN

Polemik yang melanda Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pasca keluarnya peraturan direktur coba diredam pemerintah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!