Nasional
Share this on:

Tenang, Top-up E-Toll Bisa di Tol

  • Tenang, Top-up E-Toll Bisa di Tol
  • Tenang, Top-up E-Toll Bisa di Tol

JAKARTA - Sepekan lagi, kebijakan pembayaran tol dengan uang elektronik akan diterapkan sepenuhnya. Sejauh ini, angkanya mencapai 88 persen. Diharapkan bisa tercapai 100 persen dalam waktu dekat. Seperti halnya di Bali, semua pengendara sudah menggunakan uang elektronik saat melewati tol.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry T.Z. ”Di Jabotabek sudah mencapai 92 persen,” kata Herry kepada wartawan pada konferensi pers di kantor Bank Indonesia, kemarin.

Saat ini, lanjut Herry, 70 persen gardu sudah menyediakan alat untuk pembayaran full nontunai. Sebanyak 30 persennya masih bersifat hybrid, bisa nontunai dan tunai.

Selain itu, di gardu tol disediakan layanan khusus untuk melakukan isi ulang (top up). ”Di gerbang tol harus ada fasilitas top up yang kami desain sedemikian rupa. Kan di jalan tol cepat ya. Nanti kalau mau top up, ada di gardu sebelah kiri. Jangan di kanan, nanti jadi chaos,” jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng.

Guna memudahkan pengguna uang elektronik melakukan top up, BI sudah berkomunikasi dengan bank untuk menambah titik top-up mereka. Misalnya, di rest area, minimarket, dan ATM. Para pengguna uang elektronik juga bisa menggunakan e-banking untuk top up saldo.

Demi kelancaran program tersebut, Herry juga memastikan bahwa alat reader yang ditempatkan di gerbang-gerbang tol berfungsi dengan baik. Dia mengakui, di beberapa gerbang tol, alat belum maksimal karena masih menggunakan perangkat lama yang hanya bisa membaca kartu keluaran satu bank.

”Kami sudah punya jadwal untuk pergantiannya. Nanti pada 31 Oktober, semua alat sudah baru dan bisa membaca kartu dari beberapa bank yang sudah bekerja sama,” kata dia.

Hingga saat ini, ada lima bank yang menerbitkan uang elektronik untuk pembayaran tol. Yakni, BNI, BTN, BRI, Mandiri, dan BCA. ”Pada Desember 2017, ada tiga bank lain yang akan bergabung. Yaitu, Bank Mega, Bank Nobu, dan Bank DKI,” kata Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pungky Purnomo Wibowo.

Mengenai kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) karena adanya elektronifikasi transaksi tol, Dirut Jasa Marga Desi Aryani menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. Dia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk tidak melakukan PHK.

Di sisi lain, kebutuhan Jasa Marga akan tenaga kerja juga masih tinggi. Kendati tidak ditempatkan di gerbang tol, Jasa Marga masih membutuhkan banyak orang untuk ditempatkan di ruas-ruas jalan tol baru mereka.

”Banyak pos lain. Kami masih membutuhkan orang untuk meningkatkan servis kami. Ada di kantor baru maupun rest area-rest area. Ruas tol kita meningkat dua kali lipat panjangnya,” ungkap dia.

Desi menyatakan, untuk menyiapkan para tenaga kerja itu mengerjakan job desk baru mereka, Jasa Marga memberikan pelatihan khusus yang diberi nama program alih profesi. Menurut Desi, pengalihan profesi tersebut juga menjadi langkah baik untuk lebih memanusiakan para penjaga gerbang tol itu.

Desi menambahkan, selama ini, selama bertahun-tahun mereka harus bekerja di dalam boks berukuran kecil. Terus-menerus menghirup asap knalpot dari kendaraan-kendaraan yang melintas. ”Itu pekerjaan yang berisiko,” ucap Desi.

Herry mengatakan, setelah kebijakan full nontunai di gerbang tol diberlakukan, pihaknya mulai berfokus menguji coba sistem multilane free flow yang menjadi puncak dari program elektronifikasi tol. ”Berdasarkan MoU kan tahap empat itu Desember 2018. Kita cenderung melakukan uji coba dalam waktu dekat,” ungkap Herry.

Bali dan Makassar akan menjadi percontohan program tersebut. Kendaraan-kendaraan di sana dipasangi RFID yang bisa dibaca oleh alat di gerbang tol. Nanti pengemudi tidak perlu menghentikan kendaraan untuk membayar tol. Mereka hanya perlu melintas dan secara otomatis alat membaca RFID mereka.

”Kita uji coba di ruas-ruas yang terukur. Kalau berhasil, kita lanjutkan. Untuk uji coba ini, kita masih single lane dengan barrier dulu,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menuturkan, masih ada beberapa kekurangan dalam penggunaan gardu tol nontunai bagi konsumen. Misalnya, soal isi ulang yang dianggap ribet.

Dia menyatakan pernah terkendala saat isi ulang ke minimarket karena sistem tidak berfungsi dengan baik. ”Akhirnya, karena ribet, saya cari ATM,” ujar dia pada diskusi tentang gerakan nasional nontunai di Jakarta, kemarin.

Selain itu, dia menuturkan bahwa kartu yang bervariasi bisa merepotkan. Masyarakat akan punya semakin banyak kartu sehingga tidak ringkas. ”Butuh berapa puluh kartu di dompet kita,” ujar dia.

Bukan hanya itu, dia pun pernah mengalami kendala dalam penggunaan kartu nontunai saat masuk gerbang tol. Dia berharap dengan masuk gerbang nontunai bisa melaju lebih cepat. Tapi, ternyata respons mesin pembaca kartu tersebut sangat lambat. Akibatnya, gerbang tidak bisa segera terbuka.

”Bahkan, lebih cepat petugas karena sudah terampil. Ada juga konsumen yang bisa jadi gamang sehingga saat tap, kartu terjatuh,” tambah dia. (and/jun/c6/ang/jpnn)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Episode Terbaru, KPK vs Setnov

Episode Terbaru, KPK vs Setnov

Setnov tidak bisa berkelit ketika ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Yanto memerintahkan JPU KPK membaca surat dakwaan, kemarin (13/12).


Produktivitas Indonesia Kalah Empat Kali Lipat dari Jepang

Produktivitas Indonesia Kalah Empat Kali Lipat dari Jepang

Balai latihan kerja (BLK) yang diambil pemerintah daerah dinilai masih belum bisa meningkatan produktivitas para pekerja.


UU ASN Akan Direvisi, Honorer K2 Bisa Jadi Segera Diangkat PNS

UU ASN Akan Direvisi, Honorer K2 Bisa Jadi Segera Diangkat PNS

Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) akan direvisi Januari 2018 mendatang.


8 Desember, Tarif Sembilan Tol Naik Lagi

8 Desember, Tarif Sembilan Tol Naik Lagi

Per 8 Desember mendatang, sembilan ruas tol akan berlakukan tarif baru.


Mendikbud: Saweran untuk Tambah Gaji Guru Honorer

Mendikbud: Saweran untuk Tambah Gaji Guru Honorer

Pemerintah belum bisa mengatasi persoalan minimnya gaji guru honorer.


Tiga Ruas Tol Siap Dioperasionalisasikan

Tiga Ruas Tol Siap Dioperasionalisasikan

Ruas terakhir dari tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) akan diresmikan dalam waktu dekat.


Fitur Cek NIK Sudah Bisa Diakses

Fitur Cek NIK Sudah Bisa Diakses

Fitur pengecekan nomor induk kependudukan (NIK) sudah bisa diakses.


Lulus Sekolah, Seribuan Pilot Indonesia Malah Nganggur

Lulus Sekolah, Seribuan Pilot Indonesia Malah Nganggur

Selesai pendidikan diharapkan akan mendapatkan kerja yang layak. Namun sayangnya harapan itu tak bisa dirasakan semua pilot.


Nomor Ponsel Tak Sesuai NIK, Bisa Minta Diblokir

Nomor Ponsel Tak Sesuai NIK, Bisa Minta Diblokir

Kemenkominfo menyerahkan fitur pengecekan nomor induk kependudukan (NIK) kepada masing-masing operator kartu SIM.


Perbaikan Jaminan Kesehatan Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Perbaikan Jaminan Kesehatan Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Kalangan pekerja mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki sistem layanan Jaminan sosial kesehatan yang dianggap masih buruk dan banyak salah sasaran.



Berita Hari Ini

Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!