Nasional
Share this on:

Terpuruk, Rupiah Nyaris Sentuh Rp15 ribu

  • Terpuruk, Rupiah Nyaris Sentuh Rp15 ribu
  • Terpuruk, Rupiah Nyaris Sentuh Rp15 ribu

JAKARTA - Sejak awal pekan ini, kinerja rupiah terus memburuk. Pada Senin (3/9) lalu, pada penutupan perdagangan, nilai tukar rupiah terpuruk di angka Rp14.816 per dolar AS. Kemarin (4/9), rupiah melanjutkan pelemahannya dan terperosok makin dalam.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pembukaan perdagangan rupiah sudah berada di level Rp 14.822 per dolar AS, namun ditutup dengan depresiasi yang lebih dalam hampir menyentuh angka Rp15 ribu, yakni di angka Rp 14.935 per dolar AS. Sementara berdasar data Reuters, rupiah bahkan sudah menyentuh level 14.989 per dolar AS.

Pelemahan rupiah yang terus memburuk pun menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam dua hari terakhir, Jokowi memanggil para menteri ekonomi, di antaranya antaranya Menteri koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri ESDM Ignatius Jonan, dan Menteri PUPU Basuki Hadimuljono.

Selain itu, ada Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, serta Direktur Pertamina Nicke Widyawati dan Direktur PLN Sofyan Basir. Rapat terbatas tersebut membahas secara khusus kondisi nilai tukar rupiah yang terus memburuk.

Melalui rapat tersebut diputuskan, salah satu upaya pemerintah dalam menstabilkan kembali nilai tukar rupiah adalah dengan menekan defisit neraca transaksi berjalan (CAD/Current Account Deficit). Dalam waktu dekat, pemerintah akan merilis daftar komoditas impor yang mulai dibatasi melalui penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). "Nanti kita umumkan PMK-nya besok sore (hari ini), atau kamis (besok)," ujarnya di Istana Kepresidenan, kemarin.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, daftar komoditas impor yang akan dikurangi memang akan segera ditentukan. Tak terkecuali terhadap proyek pemerintah maupun BUMN seperti Pertamina dan PLN yang juga memberi kontribusi cukup besar. "Dalam dua-tiga hari ke depan," kata mantan Gubernur BI itu.

Darmin mengungkapkan, satu-satunya titik lemah Indonesia adalah defisit CAD. Sementara faktor fundamental lainnya seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi menunjukkan angka positif. Meski CAD tidak separah India, Afrika Selatan atau Turki, pengaruhnya cukup besar terhadap ketahanan rupiah.

Karenanya, kebijakan review komoditas impor, hingga penggunaan biodisel 20 persen diharapkan bisa menekan defisit. Pemerintah menargetkan angka defisit bisa turun ke angka 2,5 - 2,7 persen. "Paling tidak kita ingin ini turun," kata mantan Gubernur BI tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Darmin juga meminta semua pihak tidak membandingkan dengan kondisi rupiah pada masa krisis moneter di tahun 1998 silam. Sebab, situasinya berbeda. Saat itu, dollar naik ke angka Rp14 ribu dari angka normal sekitar Rp2 ribu atau naik lebih enam kali lipat. Sementara kenaikan ini dari Rp12 ribu ke Rp14 ribu.

"Tolong membacanya, membandingkannya yang fair," kata dia.

Di tempat terpisah, Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan, pelemahan nilai tukar rupiah memang didominasi pengaruh dari sentiment di pasar, khususnya terkait kondisi global yakni krisis mata uang yang terjadi di Argentina dan Turki. Akibatnya, panic sell off melanda Indonesia dalam dua hari terakhir ini.

Padahal, pada akhir pekan lalu, ada sejumlah dana asing yang sempat masuk. “Ini (rupiah) banyak dipengaruhi oleh sentimen negatif, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Investor global kemarin sudah masuk, lelangnya SBN terakhir lebih dari 4 kali lipat kan, saham juga sudah mulai masuk. Tapi, begitu mulai gonjang-gonjang dengan Argentina sama Turki, keluar lagi, ”jelasnya saat ditemui di Gedung DPR, kemarin.

Mantan Deputi Gubernur Senior BI itu pun mengimbau pada para pelaku usaha, khususnya yang membutuhkan dolar seperti para importir atau korporasi bisa menggunaan fasilitas memanfaatkan fasilitas penukaran (swap) lindung nilai (hedging) ataupun penanaman valas berjangka (forward).

“Bagi korporasi yang butuhkan valas-nya 1, 3, 6 bulan lagi nggak usah nubruk-nubruk dolar. Kan ada swap-nya, bisa lindung nilai, kan murah,”jelasnya.

Namun, Perry memastikan bahwa BI terus berkomitmen untuk menstabilkan nilai tukar rupiah hingga sesuai dengan fundamentalnya. Dalam jangka pendek, pihaknya terus meningkatkan intervensi ganda di pasar valas maupun pembelian SBN di pasar sekunder.

“Intensitasnya (intervensi) semakin tinggi, jumlahnya ditingkatkan dari hari Kamis (pekan lalu). Kami intervensi dalam jumlah yang besar di pasar valas karena kami dari BI komitmen untuk menstabilkan nilai tukar rupiah,” tegasnya. (ken/far/rin/jun/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Masih Ada Terduga Teroris Dikejar
Masih Ada Terduga Teroris Dikejar

Berita Sejenis

Kekeringan, 31 Ribu Hektare Sawah Gagal Panen

Kekeringan, 31 Ribu Hektare Sawah Gagal Panen

Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat luas lahan gagal panen akibat kekeringan (puso) selama periode Januari-Juli 2019 mencapai 31.000 hektare (ha).


Pemerintah Alokasikan Rp16,7 Triliun untuk Bangun 31 Ribu Kelas Baru

Pemerintah Alokasikan Rp16,7 Triliun untuk Bangun 31 Ribu Kelas Baru

Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp16,7 triliun untuk merehabilitasi 31.812 ruang kelas.


Tiap Tahun, Pemerintah Akan Angkat 110 Ribu Guru Honorer

Tiap Tahun, Pemerintah Akan Angkat 110 Ribu Guru Honorer

Tiap tahun pemerintah memastikan akan mengangkat sebanyak 110 ribu guru honorer. Kebutuhan tersebut untuk menutup kekurangan guru yang ada di seluruh Indonesia.


Indonesia Minta Tambahan 250 Ribu Kuota Haji

Indonesia Minta Tambahan 250 Ribu Kuota Haji

Pemerintah Indonesia tengah memperjuangkan tambahan kuota haji hingga mencapai angka 250.000 orang, melalui jalur diplomasi haji dengan Pemerintah Arab Saudi.


Siap-siap,Tahun Ini Pemerintah Rekrut 100 Ribu CPNS dan 75 Ribu PPPK

Siap-siap,Tahun Ini Pemerintah Rekrut 100 Ribu CPNS dan 75 Ribu PPPK

Pemerintah akan merekrut 100 ribu calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 75 ribu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini.


Terimbas Gesekan Timur Tengah, Rupiah Loyo

Terimbas Gesekan Timur Tengah, Rupiah Loyo

Nilai tukar (kurs) rupiah, Selasa (23/7), melemah 42 poin atau 0,3 persen menjadi Rp13.985 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.943 per dolar AS.


Baru 118 Penderita HIV Patuh Minum Obat

Baru 118 Penderita HIV Patuh Minum Obat

Kementerian Kesehatan mencatat dari 338 penderita HIV, baru 118 ribu orang di antaranya yang patuh minum obat.


707 Ribu Hektar Sawah Rentan Kekeringan

707 Ribu Hektar Sawah Rentan Kekeringan

BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan berlangsung Agustus-September nanti. Pemerintah pun mulai mengantisipasi dampaknya.


Jokowi-Prabowo Bertemu, Kurs Rupiah Menguat

Jokowi-Prabowo Bertemu, Kurs Rupiah Menguat

Pascapertemuan Jokowi-Prabowo ternyata berdampak positif terhadap nilai tukar (kurs) rupiah.


Penduduk Miskin Berkurang 530 Ribu Orang

Penduduk Miskin Berkurang 530 Ribu Orang

Jumlah penduduk miskin Maret 2019 mencapai 25,14 juta orang, atau menurun 0,53 juta orang terhadap September 2018 dan menurun 0,80 juta orang terhadap Maret 201



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!