• Home
  • Berita Nasional
  • Tiga Pengeroyok Ditangkap, Polisi Belum Bersedia Sebut Pelaku Perusakan Mapolsek

Nasional
Share this on:

Tiga Pengeroyok Ditangkap, Polisi Belum Bersedia Sebut Pelaku Perusakan Mapolsek

  • Tiga Pengeroyok Ditangkap, Polisi Belum Bersedia Sebut Pelaku Perusakan Mapolsek
  • Tiga Pengeroyok Ditangkap, Polisi Belum Bersedia Sebut Pelaku Perusakan Mapolsek

pengeroyok anggota TNI-AL

JAKARTA - Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten Komaruddin dengan anggota Paspampres Pratu Rivo Nanda di pertokoan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Kemarin (13/12) tim Resmob Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku pengeroyokan tersebut.

Ketiganya adalah Herianto Pandjaitan, Iwan Hutapea, dan Suci Ramdani. Sebelumnya, polisi telah menahan Agus Priyantara. Sedang satu pelaku lainnya, Depi, kini masih diburu polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Iwan dan Suci yang merupakan pasangan suami istri diamankan di Citayam, Depok. Sedang Herianto ditangkap di rumahnya yang masih berada di kawasan Ciracas.

"Iya sudah kami amankan mereka. Kami masih kejar satu pelaku lainnya," terang Argo di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Dia menyampaikan peranan masing-masing tersangka dalam melakukan aksi pengeroyokan tersebut. Agus yang pertama kali ditangkap, kata Argo, pelaku yang menarik baju dan memegangi Kapten Komarudin dari belakang. "Dia memegangi korban setelah ada cekcok antara korban dengan HP (Herianto Pandjaitan). Akibatnya ada aksi pemukulan," ujar dia.

Sedangkan Herianto merupakan pelaku yang menjadi penyulut pengeroyokan tersebut merupakan tukang parkir yang menggeser sepeda motor di parkiran pertokoan Arundina hingga mengenai kepala Komaruddin. Herianto juga melakukan pendorongan terhadap Rivo.

"Karena pada saat perselisihan itu munculah Pratu Rivo Nanda yang lewat dan melerai tapi dia mendapat dorongan di dadanya dari pelaku Herianto," kata dia. Dua pelaku lainnya, Iwan dan Suci, juga turut melakukan pengeroyokan kepada korban.

Dari pengembangan penyidikan, didapati satu pelaku lainnnya atas nama Depi yang kini masih menjadi daftar pencarian orang (DPO). "Satu pelaku masih kami kejar. Kami imbau untuk menyerahkan diri," terang dia.

Dia menerangkan, pihaknya hingga kini masih mencari tahu apakah para pelaku berani melakukan aksi pengeroyokan tersebut karena pengaruh narkoba atau tidak. Untuk alasan itu, ke empat pelaku yang telah diamankan bakal menjalani tes urin. "Kami juga akan mengecek kembali apakah dia itu menggunakan narkoba atau tidak," ungkap Argo.

Argo sempat ditanya soal pengusutan kasus perusakan kantor Mapolsek Ciracas dan pemukulan sejumlah orang termasuk Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar. Namun, dia masih enggan menyebutkan hasil penyelidikan kasus itu. "Masih terus kami lidik ya. Saat ini Kapolsek masih terus mendapat perawatan," ungkap dia.

Meski sudah beredar kabar jika pelaku perusakan dan penganiayaan di Mapolsek Ciracas merupakan anggota TNI. Namun, polisi hingga saat ini belum mau membeberkan secara pasti siapa pelakunya.

Mereka malah meminta kepada masyarakat untuk bersabar sampai proses penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya selesai seluruhnya.

Kadiv Humas Polri Brigjen M. Iqbal meminta semua pihak menunggu Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur yang kini tengah bekerja. "Agar kita tidak boleh langsung menuding itu perbuatan si A atau itu perbuatan si B sampai proses penyelidikan selesai," terang dia.

Dia menegaskan, sinergitas antara Polri dan TNI tetap terjaga. Kata dia, kabar yang menyebut bahwa massa yang merusak dan membakar Mapolsek Ciracas adalah anggota TNI tidak akan membuat hubungan kedua instansi renggang.

"Ini yang terpenting, sinergitas antara Polri dan TNI tidak akan goyah. Polri dan TNI tetap solid untuk menjaga NKRI," jelas dia.

Dia menjelaskan, tim dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur yang masih terus menangani kasus ini akan mengungkap kasus perusakan Mapolsek berdasarkan fakta-fakta yang ada. "Yang beredar di media sosial belum pasti benar," terang dia.

Sebagaimana diketahui, kejadian pembakaran Mapolsek Ciracas diduga kuat buntut dari kejadian penganiayaan anggota TNI beberapa jam sebelumnya. Massa yang beringas waktu itu menuntut polisi segera mengamankan pelaku pengeroyokan tersebut. (bry/agm/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Aceh Tetap Bagian NKRI

Aceh Tetap Bagian NKRI

permintaan referendum di Aceh dinilai karena masih ada tuntutan MoU Helsinki tentang perjanjian damai antara RI-GAM yang belum selesai.


Presisen Jokowi: Berikan Waktu kepada Polisi

Presisen Jokowi: Berikan Waktu kepada Polisi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak untuk memberikan waktu terlebih dahulu kepada pihak kepolisian.


Dapat Diterima, Belum Tentu Dikabulkan

Dapat Diterima, Belum Tentu Dikabulkan

Ada penyebutan istilah dalam kasus gugatan pilpres 2019 yang diajukan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


Sebut Disaksikan Tuhan, MK Tegaskan Independen

Sebut Disaksikan Tuhan, MK Tegaskan Independen

Hakim Ketua MK Anwar Usman memastikan independensi serta profesionalitasan Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6) kemarin.


Jaga Keselamatan, Hakim MK akan Dikawal Polisi

Jaga Keselamatan, Hakim MK akan Dikawal Polisi

Polri berencana akan melakukan pengawalan terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).


Polri Larang Gelar Aksi di Depan Gedung MK

Polri Larang Gelar Aksi di Depan Gedung MK

Polisi melarang kegiatan menyampaikan pendapat (demo) di depan Gedung MK, Jumat (14/6) hari ini.


Mantan Komandan Tim Mawar Segera Laporkan Majalah Tempo

Mantan Komandan Tim Mawar Segera Laporkan Majalah Tempo

Mantan Komandan Tim Mawar Kopassus Mayjen TNI (Purn) Chairawan Nusyirwan akan melaporkan Majalah Tempo ke polisi, Rabu (12/6) hari ini.


Komplotan Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Berafiliasi Langsung ke ISIS

Komplotan Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Berafiliasi Langsung ke ISIS

Mabes Polri menyampaikan keberhasilan Tim Densus 88 Antiteror menangkap dua pria lain yang terlibat dalam aksi percobaan bom bunuh diri di Kartasura.


Penetapan Caleg Jadi Tunggu Putusan MK

Penetapan Caleg Jadi Tunggu Putusan MK

Penetapan calon terpilih anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dilakukan paling lambat tiga hari.


AS Hikam Sebut Perusuh Orang-Orang yang Sangat Profesional

AS Hikam Sebut Perusuh Orang-Orang yang Sangat Profesional

Aksi massa 22 Mei kembali rusuh. Massa yang melakukan aksi anarkis bukan peserta aksi massa damai yang telah membubarkan diri.



Video

Populer

Digital Interaktif. GRATIS

Edisi 1 Januari 1970

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!