Nasional
Share this on:

Tinggal Sepekan, Pendaftar CPNS Baru 284.740 Orang

  • Tinggal Sepekan, Pendaftar CPNS Baru 284.740 Orang
  • Tinggal Sepekan, Pendaftar CPNS Baru 284.740 Orang

Calon pendaftar tengah mengikuti seleksi CPNS 2018 secara online (Radar Banten/Jawa Pos Group)

JAKARTA - Masa pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tinggal sepekan lagi. Namun, hingga kemarin belum ada peningkatan jumlah pelamar yang signifikan.

Padahal, Badan Kepegawaian Negara (BKN) semula memprediksi bahwa pelamar tahun ini mencapai enam juta orang. Nyatanya, sejak dibuka pada 26 September lalu, hingga kemarin sore angka pendaftar baru sekitar 200 ribuan orang.

Berdasar data tim publikasi sistem seleksi CPNS nasional (SSCN) BKN pukul 16.00 WIB kemarin (2/10), jumlah pelamar sebanyak 284.740 orang. Sedangkan pelamar yang sudah berstatus terverifikasi oleh instansi hanya 58.626 orang.

Kementerian Hukum dan HAM masih menjadi instansi dengan jumlah pelamar terbanyak, yakni 68.860 orang. Disusul Kementerian Agama (34.388 orang), Kejaksaan Agung (7.924 orang), Badan Pertanahan Nasional (6.565 orang), dan Mahkamah Agung (6.005 orang).

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengakui bahwa pelamar CPNS belum banyak. Pada pekan pertama pendaftaran, masih banyak keluhan server lemot hingga tidak berjalan sama sekali.

Puncaknya, Minggu dini hari lalu (30/9) BKN memutuskan untuk menghentikan sementara layanan pendaftaran melalui sscn.bkn.go.id. Waktu penghentian selama sekitar lima jam itu digunakan untuk meningkatkan kapasitas server.

’’Alhamdulillah, hari ini (kemarin, Red) jumlah pendaftar mulai meningkat dibandingkan hari sebelumnya,’’ katanya. Pada Senin (1/10) pukul 16.00 WIB, jumlah pendaftar mencapai 91.917 orang. Lalu, pada Selasa (2/10) pukul 16.00 WIB, angkanya menjadi 284.740 orang.

Ridwan lantas menceritakan kenapa dua hari terakhir ada peningkatan jumlah pelamar CPNS. ’’Selain hasil evaluasi dan perbaikan yang dilakukan internal BKN, dukungan dari Ditjen Dukcapil (Kemendagri, Red) juga luar biasa,’’ katanya.

Dia menjelaskan, Ditjen Dukcapil Kemendagri sudah meningkatkan akses NIK berlipat-lipat. Ketika awal diluncurkan pada 26 September lalu, akses kuota NIK dibatasi satu juta per hari. Kemudian, karena ada permintaan akses NIK yang tinggi, secara bertahap kuota akses ditambah. Mulai dari 1,5 juta/hari menjadi 2 juta/hari.

’’Saat ini akses (NIK, red) di laman sscn.bkn.go.id sudah ditingkatkan menjadi 3,5 juta akses per hari,’’ katanya. Ditjen Dukcapil juga meningkatkan koneksi bandwidth sebesar 20 kali lipat. Dari semula 512 kbps menjadi 10 Mbps. Peningkatan bandwidth tersebut diharapkan mempercepat proses registrasi pendaftaran online CPNS.

Sementara itu, sampai tadi malam belum semua instansi yang mendapatkan kuota CPNS masuk ke pusat data sscn.bkn.go.id. Akibatnya, instansi-instansi tersebut belum bisa dilamar oleh masyarakat.

’’Untuk instansi pusat tinggal Kemenristekdikti,’’ katanya. Dia menjelaskan, pendaftaran untuk Kemenristekdikti tinggal menunggu hasil verifikasi dan validasi oleh BKN. Banyaknya formasi di Kemenristekdikti membuat proses verifikasi dan validasi butuh waktu.

Untuk tingkat pemda, masih ada 18 pemda yang belum bisa dilamar di website sscn.bkn.go.id. Sayang, Ridwan belum bisa merinci data 18 pemda tersebut.

Jawa Pos berupaya mencari konfirmasi terkait terlambatnya pendaftaran CPNS di Kemenristekdikti melalui Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim. Tetapi sampai berita ini ditulis, guru besar asal UGM Jogjakarta itu belum memberikan tanggapan. Beredar kabar bahwa lowongan CPNS di Kemenristekdikti yang didominasi dosen baru bisa dilamar mulai hari ini (3/10).

Untuk daerah-daerah yang terkena dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, ternyata sudah bisa dilamar. Saat dilakukan pengecekan tadi malam, masyarakat sudah bisa melamar CPNS baru untuk Pemkot Palu. (wan/oni/jpg)

Berita Sebelumnya

Jokowi-Prabowo Kompak Tunda Kampanye
Jokowi-Prabowo Kompak Tunda Kampanye

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Posisi Rommy Kian Tersudut, Mahfud MD: Ini Ritual Orang Terjepit!

Posisi Rommy Kian Tersudut, Mahfud MD: Ini Ritual Orang Terjepit!

Posisi mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy makin tersudut.


KPK Telusuri Bukti Baru Kasus Dugaan Suap Romy

KPK Telusuri Bukti Baru Kasus Dugaan Suap Romy

Usai mengungkap adanya kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung bergerak cepat


OTT Lagi, KPK Amankan Empat Orang

OTT Lagi, KPK Amankan Empat Orang

Belum juga reda kasus penangkapan dugaan seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI, Romahurmuziy alias Romy, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali


Tambah Dua Menteri Akan Tambahi Beban APBN

Tambah Dua Menteri Akan Tambahi Beban APBN

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menambah dua menteri baru agar bisa mendorong ekspor dan investasi, tidaklah mudah.


Gempa Solok, Warga Masih Trauma dan Pilih Tidur di Luar Rumah

Gempa Solok, Warga Masih Trauma dan Pilih Tidur di Luar Rumah

55 orang dikabarkan terluka akibat gempa bermagnitudo 5,3 di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat, Kamis (28/2) kemarin.


Bisa Punya KTP Elektronik tapi WNA Tak Bisa Mencoblos

Bisa Punya KTP Elektronik tapi WNA Tak Bisa Mencoblos

Isu warga negara asing (WNA) yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik bukan sesuatu yang baru.


Mau Punya MRT, Minimal Berpenduduk 10 Juta

Mau Punya MRT, Minimal Berpenduduk 10 Juta

Bulan depan warga ibu kota bisa menikmati moda angkutan massal baru. Yakni Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.


KPU Siapkan Hal Baru untuk Debat Ketiga

KPU Siapkan Hal Baru untuk Debat Ketiga

Debat pilpres edisi kedua 17 Februari lalu memang banjir kritikan soal gaduhnya pendukung di ruang debat.


Pendaftar PPPK Tembus 80 Ribu

Pendaftar PPPK Tembus 80 Ribu

Antusiasme para pegawai honorer K2 untuk mengikuti seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama tahun ini cukup tinggi.


Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

Puncak debat pilpres edisi kedua tinggal sehari lagi. Kemarin (15/2), pihak penyelenggara makin intens menata lokasi debat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!