Nasional
Share this on:

Tunjangan Polri Naik 100 Persen, Diimbangi Sanksi Tegas

  • Tunjangan Polri Naik 100 Persen, Diimbangi Sanksi Tegas
  • Tunjangan Polri Naik 100 Persen, Diimbangi Sanksi Tegas

JAKARTA - Harapan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar tunjangan kinerja personel Polri naik 100 persen dinilai wajar. Namun, jika anggota Polri terlibat pungli, narkoba, dan korupsi, maka sanksinya harus berat.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane setuju dengan keinginan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menaikan tunjangan kinerja anggota TNI-Polri 100%.

"Polri adalah garda terdepan penjaga keamanan dengan negara yang aman. Maka sangat pantas jika ekonomi bisa berkembang. Jadi, wajar jika gaji polisi dinaikkan 100 persen," ucap Neta S Pane saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Kamis (11/7) kemarin.

Akan tetapi, jika harapan dari pucuk pimpinan kepolisian tanah air ini dipenuhi Presiden, maka sanksi jika anggotanya melakukan pungli, narkoba, dan korupsi harus berat. Yaitu sampai hukuman mati. "Ya ini penting, jangan sampai ketika sudah diberikan kesejahteraan masih ada oknum-oknum yang nakal. Jadi, harus ada komitmen juga," tegasnya.

Neta menyebutkan, kalau banyak negara di dunia saat ini memberikan gaji kepada aparat polisi dengan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan institusi lainnya. Alasannya, pemerintah menilai kalau tugas dan kerja polisi itu 24 jam penuh, dan bukan di belakang meja, serta berisiko tinggi.

Sebelumnya, Tito Karnavian berharap Pemerintah, khususnya kepada Presiden RI Jokowi bisa menaikan tunjangan kinerja anggota TNI-Polri dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidupnya 100 persen. "Ada tersimpan harapan kepada Bapak Presiden, kiranya tunjangan kinerja anggota TNI dan Polri di masa kepemimpinan 5 tahun ke depan, Insya Allah dapat meningkat menjadi 100 persen," ujarnya.

Tito dengan janjinya bersama Panglima TNI untuk siap memelihara stabilitas keamanan di dalam negeri. Agar Pemerintah dapat melaksanakan program-program pembangunan dengan lancar, guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan nasional.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2015 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, ada empat golongan yang memiliki kisaran gaji pokok yang berbeda-beda.

Diantaranya, golongan I atau tamtama, gaji anggota Polri berada di kisaran angka Rp 1,5 juta sampai Rp 2,8 juta. Sedangkan, untuk golongan II atau bintara, anggota Polri menerima gaji mulai Rp 2 juta hingga Rp 3,8 juta.

Kemudian pada golongan III atau perwira pertama, gaji yang diterima mulai Rp 2,6 juta hingga Rp 4,5 juta.Sedangkan golongan IV terbagi menjadi dua, yakni perwira menengah mulai dari Rp 2,8 juta sampai Rp 4,9 juta. Sedangkan perwira tinggi sekitar Rp 3,1 juta sampai Rp 5,6 juta. (mhf/zul/gw/fin)


Berita Sejenis

11 Pati yang Direkomendasikan Kapolri Lolos Seleksi Capim KPK

11 Pati yang Direkomendasikan Kapolri Lolos Seleksi Capim KPK

Sebanyak 11 perwira tinggi (pati) polri yang mengikuti seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lolos seleksi administrasi.


TNI-Polri Jangan Berkhianat

TNI-Polri Jangan Berkhianat

Presiden Joko Widodo akan melantik 781 calon perwira remaja (Capaja) TNI dan Polri di Istana Merdeka, Selasa (16/7) mendatang.


Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen

Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen

Presiden Joko Widodo diharapkan dapat menaikan uang tunjangan kinerja hingga 100 persen untuk para anggota TNI-Polri


Prevalensi Naik, Pemerintah Diminta Buat Peta Kanker

Prevalensi Naik, Pemerintah Diminta Buat Peta Kanker

Indonesia dinilai sudah mengalami darurat kanker.Salah satu alasannya adalah meningkatnya prevalensi kanker.


100 Kabupaten dan Kota Mulai Rasakan Dampak Kekeringan

100 Kabupaten dan Kota Mulai Rasakan Dampak Kekeringan

Kemarau ekstrem yang melanda Indonesia telah mengakibatkan sejumlah daerah mengalami kekeringan.


Anggaran Dana Desa Naik Rp400 Triliun

Anggaran Dana Desa Naik Rp400 Triliun

Kemendes PDTT mengumumkan anggaran dana desa dalam lima tahun ke depan akan dinaikan menjadi Rp400 triliun.


Dokumen Digital Kena Bea Meterai Kemenkeu Usul Naik Jadi Rp 10 Ribu

Dokumen Digital Kena Bea Meterai Kemenkeu Usul Naik Jadi Rp 10 Ribu

Pemerintah mengusulkan beberapa poin perubahan mengenai meterai, yakni dengan merevisi UU Nomor 13/1985 tentang Bea Meterai.


3.615 Tentara dan Polisi Dikerahkan untuk Cegah Kebakaran Hutan

3.615 Tentara dan Polisi Dikerahkan untuk Cegah Kebakaran Hutan

Sedikitnya 3.616 pasukan dari TNI-Polri diterjunkan di tiga provinsi di Indonesia yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Tes PNS atau ASN Tahun Ini 100 Soal, 35 Di antaranya HOTS

Tes PNS atau ASN Tahun Ini 100 Soal, 35 Di antaranya HOTS

Tes seleksi aparatur sipil negara (ASN) 2019 akan menerapkan soal high order thinking skills (HOTS).


Polisi Segera Rilis Hasil Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei

Polisi Segera Rilis Hasil Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei

Polri mengklaim tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hampir menyelesaikan investigasi kerusuhan aksi 21-22 Mei lalu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!