Nasional
Share this on:

Vaksin MR Tetap Dilaksanakan

  • Vaksin MR Tetap Dilaksanakan
  • Vaksin MR Tetap Dilaksanakan

JAKARTA - Polemik pemberian vaksin Measles-Rubela (MR) tak menghentikan langkan Kementerian Kesehatan. Kemenkes tetap melakukan kampanye imunisasi MR fase 2 yang ditujukan untuk anak-anak di luar Jawa dan Bali. Walaupun demikian, bagi masyarakat yang menunggu terbitnya Fatwa MUI pun dipersilahkan.

”Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar’i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis,” kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek kemarin (6/8).

Dia juga menjelaskan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan atau kebolehan vaksin secara syar’i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR. Untuk memberikan informasi mengenai ketentuan ini Nila menerbitkan surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para Gubernur dan Bupati di seluruh Indonesia.

Menurutnya, kampanye imunisasi MR ini dalam rangka mengendalikan penyakit campak dan rubella. Penyakit tersebut bisa menyebabkan Congenital Rubella Syndrome (CRS). ”Pemberian imunisasi MR bermanfaat untuk memberikan kekebalan bagi masyarakat terhadap ancaman penularan penyakit Campak dan Rubella yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian,” tutur Nila.

Imunisasi MR akan dijadikan dalam program imunisasi rutin nasional yang diawali dengan pelaksanaan kampanye. Sasarannya balita, anak-anak, dan remaja awal yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun. Usia tersebut dipilih lantaran memiliki kerentanan terhadap penyakit tersebut.

Kampanye Imunisasi MR Fase dibagi ke dalam dua fase. Fase 1 telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017 di 6 Provinsi di Pulau Jawa. Sedangkan fase 2 sedang berlangsung pelaksanaannya di 28 Provinsi di Luar Pulau Jawa.

”Merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk melindungi anak-anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella. Kita perlu mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR,” ungkap Nila.

Menkes juga berpesan agar sosialisasi dilakukan dengan pendekatan secara persuasif. Selain itu masyarakat diberikan pemahaman kenapa harus dilakukan vaksinasi ini. Tujuannya menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi MR.

Jumat lalu (3/8), Nika didampingi Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Anung Sugihantono, telah bertemu dan berkonsultasi secara langsung dengan pimpinan MUI terkait permohonan fatwa tentang pelaksanaan kampanye imunisasi MR Fase 2.

Pertemuan tersebut telah menyepakati bahwa Kementerian Kesehatan tetap melaksanakan Kampanye Imunisasi MR Fase 2 dalam kurun waktu dua bulan Agustus sampai dengan akhir September.

Sementara itu Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI dr Soedjatmiko SpA mengatakan bahwa badan kesehatan dunia WHO telah merekomendasikan penggunaan vaksin MR dari India. Vaksin MR sendiri hanya diproduksi oleh tiga negara, yakni India, Tiongkok, dan Jepang.

”Menurut data WHO per 15 Juli, sudah ada 63 negara yang melakukan vaksin MR,” ucapnya. (lyn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

KPK Tetap Koordinator Pencegahan Korupsi

KPK Tetap Koordinator Pencegahan Korupsi

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya terkait dengan pencegahan korupsi.


Luna Maya dan Cut Tary Tetap Tersangka

Luna Maya dan Cut Tary Tetap Tersangka

Kasus video porno yang melibatkan Ariel NOAH, Luna Maya, dan Cut Tary kembali mencuat.


Kemenlu Tetap Beri Bantuan Hukum

Kemenlu Tetap Beri Bantuan Hukum

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus memantau kasus penggerebekan 116 WNI di Arab Saudi.


Cross Beams Jatuh, Jembatan Kalikuto Tetap Tepat Waktu

Cross Beams Jatuh, Jembatan Kalikuto Tetap Tepat Waktu

Perbaikan Jembatan Tol Kalikuto di ruas Batang-Semarang segera dilakukan.


Pelunasan Tahap Kedua, Tetap Wajib Cek Kesehatan

Pelunasan Tahap Kedua, Tetap Wajib Cek Kesehatan

Kemenag rencananya mulai umumkan nama calon jamaah haji (CJH) berhak lunas biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap kedua kemarin (11/5).


Bukti Cukup, Cakada Tetap Tersangka

Bukti Cukup, Cakada Tetap Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap bersikap tegas terhadap para calon kepala daerah (cakada) yang disinyalir tersangkut kasus rasuah.


Gunung Agung Erupsi, Bali Tetap Aman

Gunung Agung Erupsi, Bali Tetap Aman

Gunung Agung kembali mengalami erupsi kemarin siang (13/2) sekitar pukul 11.49 WITA.


Fredrich Tetap Tak Terima

Fredrich Tetap Tak Terima

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi memasuki babak baru.


Sudah Tersangka, Zumi Zola Masih Gubernur

Sudah Tersangka, Zumi Zola Masih Gubernur

Walaupun menyandang status tersangka dugaan penerimaan gratifikasi, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli masih tetap melakukan tugasnya sebagai kepala daerah.


Subsidi Ditambah Rp405 Miliar, Ongkos Haji Tetap Naik

Subsidi Ditambah Rp405 Miliar, Ongkos Haji Tetap Naik

Besaran kenaikan biaya haji 2018 bergantung dari seberapa banyak dana subsidi yang disiapkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!