Nasional
Share this on:

Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari

  • Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari
  • Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari
  • Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari
  • Vanessa Angel Hanya Saksi dan Korban, Polisi Tersangkakan Dua Mucikari

SURYANTO/RADAR SURABAYA MASIH SAKSI: VA dan AS saat keluar ruangan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus prostitusi daring di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim di Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (6/1).

SURABAYA - Vanessa Angel bisa sedikit bernapas lega. Kemarin (6/1) dia resmi menyudahi pemeriksaan melelahkan selama lebih dari 24 jam. Artis sinetron dan FTV itu meminta maaf atas segala kegaduhan yang telah ditimbulkan.

”Saya meminta maaf atas semua kegaduhan yang telah terjadi, atas segala opini dan asumsi yang telah terbentuk di masyarakat dan media sosial. Kesalahan yang saya lakukan merugikan banyak orang,” ucap Vanessa tepat ketika hendak meninggalkan gedung cyber crime Mapolda Jatim kemarin sore.

Tanpa banyak kata, dia kemudian melangkah ke mobil. Tak sendirian, Vanessa yang kemarin mengenakan kaus putih lengan panjang dengan celana denim biru tua ditemani sahabatnya, Jane Shalimar. Sebelumnya Jane sempat datang menjenguk dan membawakan makanan untuk Vanessa. Artis yang kali pertama bermain di sinetron Cinta Intan pada 2008 itu terus menunduk, menghindari awak media yang mencecarnya dengan beragam pertanyaan.

”Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian, selama pemeriksaan saya sebagai saksi dan korban. Saya akan menaati apa yang telah ditetapkan polisi,” kata Vanessa.

Ya, perempuan 27 tahun itu memang tidak ditetapkan sebagai tersangka. Dengan status sebagai korban, dia diperbolehkan polisi untuk pergi setelah pemeriksaan. Namun, perempuan yang pernah bertunangan dengan salah seorang cucu Presiden Pertama RI Soekarno, Didi Mahardika, itu masih dikenai sanksi wajib lapor.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan, pihaknya telah menetapkan dua tersangka dari kasus prostitusi artis yang menghebohkan akhir pekan lalu. Dua tersangka itu merupakan perempuan yang berdomisili di Jakarta Selatan. Inisialnya ES dan TN. ES ditangkap ketika sedang bertransaksi di salah satu hotel di Surabaya.

”Sedangkan si TN ini kami tangkap ketika berada di Jakarta. Kemudian, kami terbangkan ke mapolda (Jatim) untuk diperiksa,” jelas Yusep.

Mereka dianggap bersalah karena terbukti menjalankan prostitusi online. Yusep menjelaskan, keduanya dijerat dengan empat pasal berlapis terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Yakni, pasal 27 ayat 1 juncto pasal 45, sebagai penyedia layanan prostitusi online. Perbuatan yang berada di pasal tersebut juga menyalahi KUHP pasal 296 dan pasal 506, sebagai penyedia layanan prostitusi secara konvensional.

”Jadi, sudah bisa dipastikan kedua tersangka ini telah terbukti melakukan penyediaan layanan prostitusi, baik online maupun konvensional,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Yusep menjelaskan, dua mucikari itu memanfaatkan media sosial sebagai perantara aktivitasnya. Instagram merupakan media sosial paling digemari. Selain user-nya yang banyak, mereka dengan mudah mengakses dan berkomunikasi dengan pelanggannya menggunakan satu aplikasi.

Perempuan yang ditawarkan biasanya berasal dari kalangan artis, model, hingga selebgram. Untuk tarifnya, ES dan TN menarik Rp 25 juta hingga Rp 80 juta. ”Aturan mainnya, pelanggan ini harus transfer 30 persen di muka. Karena ini via online, jadi pelayanannya borderless. Bisa antarwilayah,” terangnya.

Ketika ditanya soal jumlah perempuan yang dijajakan tersangka, Yusep menolak memaparkan. Sebab, hari ini (7/1) rencananya Kapolda Jatim memberikan rilis terkait kasus yang sama. Namun, Yusep menjelaskan, penyelidikan terhadap kasus itu sudah dilakukan selama sebulan.

Dalam sebulan itu, mereka sudah melakukan tracking. Ada banyak sekali transaksi yang sudah dilakukan para tersangka. Asumsinya, model dan artis yang dijajakan pun tidak hanya satu atau dua. ”Selama sebulan itu ada banyak kok. Nanti Pak Kapolda yang menjelaskan detailnya,” tambah Yusep.

Hal yang sama dinyatakan Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera. Kasus tersebut terungkap dari laporan yang masuk ke polisi. Jika itu terjadi, setidaknya praktik prostitusi tersebut sudah berjalan lebih dari sebulan.

”Tidak mungkin polisi mengungkap kalau ini tidak menjadi keresahan masyarakat. Juga sebagai hasil cyber patrol yang dilakukan para anggota cyber crime,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Salah seorang polisi menyebutkan, penangkapan dilakukan murni dari laporan yang masuk. Pelanggannya juga bukan anggota polisi yang melakukan penjebakan. Melainkan, ada salah seorang pengusaha di Surabaya yang memesan Vanessa. Pengusaha tersebut kemudian diketahui berinisial R.

Selain Vanessa, Avriellia Shaqila meninggalkan ruang penyidikan. Seperti Vanessa, dia meminta maaf kepada seluruh awak media. Dia meninggalkan Mapolda Jatim kemarin pukul 17.45 WIB. (bin/ady/c10/ali/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Saksi dan Bukti Sama Pentingnya

Saksi dan Bukti Sama Pentingnya

Saksi menjadi bagian penting dalam gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).


Jika Ingin Menang, Prabowo-Sandi Harus Buktikan 56.524 C1

Jika Ingin Menang, Prabowo-Sandi Harus Buktikan 56.524 C1

Calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno harus mampu mengajukan 56.524 formulir C1 jika ingin menang di MK.


Populasi Dunia Bakal Capai Dua Miliar

Populasi Dunia Bakal Capai Dua Miliar

Berdasarkan laporan PBB yang dirilis pada Senin (17/6), populasi dunia diperkirakan akan meningkat dua miliar dalam 30 tahun ke depan.


Korlantas Minta Rentang Waktu Arus Mudik dan Balik Seimbang

Korlantas Minta Rentang Waktu Arus Mudik dan Balik Seimbang

Jumlah kecelakaan lalulintas selama Operasi Ketupat 2019 turun 65 persen. Demikian juga jumlah korban jiwa yang turun hingga 63 persen.


Permintaan Bambang Widjojanto Ditolak

Permintaan Bambang Widjojanto Ditolak

Ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) kembali panas. Perdebatan antara pemohon, hakim, dan tim kuasa hukum terkait pun terjadi, Selasa (18/6) kemarin.


Yusril: Paslon 02 Framing Politik Teror

Yusril: Paslon 02 Framing Politik Teror

Langkah tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta perlindungan saksi kepada LPSK dinilai sebagai membangun politik teror.


11 Kontainer Sampah Dikembalikan

11 Kontainer Sampah Dikembalikan

Sebelas kontainer dari sekitar 65 kontainer limbah plastik yang saat ini berada di Batam dan masih dalam proses pengusutan.


Batasi Saksi Hanya 17 Orang, Kebijakan MK Disoal

Batasi Saksi Hanya 17 Orang, Kebijakan MK Disoal

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan membatasi jumlah saksi dan ahli pada sidang sengketa PHPU pilpres dari masing-masing pihak berperkara.


Mendikbud Petakan Sekolah Rawan Jual Beli Kursi

Mendikbud Petakan Sekolah Rawan Jual Beli Kursi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku pihaknya telah memiliki peta sekolah yang rawan melakukan jual beli kursi.


Presisen Jokowi: Berikan Waktu kepada Polisi

Presisen Jokowi: Berikan Waktu kepada Polisi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak untuk memberikan waktu terlebih dahulu kepada pihak kepolisian.



Video

Populer

Digital Interaktif. GRATIS

Edisi 1 Januari 1970

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!