Nasional
Share this on:

Virus Polio Mulai Mewabah di Perbatasan Indonesia-Filipina

  • Virus Polio Mulai Mewabah di Perbatasan Indonesia-Filipina
  • Virus Polio Mulai Mewabah di Perbatasan Indonesia-Filipina

JAKARTA - Masyarakat tidak perlu panik atau resah dengan penyebaran virus polio yang saat ini mewabah di Pulau Mindanao dan Pulau Luzon, Filipina. Kementerian Kesehatan (Kemkes) meminta masyarakat tetap waspada karena cakupan vaksinasi polio belum merata di tanah air.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes Anung Sugihartono membenarkan hal ini. "Wabah polio ini sudah menyebar di negara tetangga kita, Filipina. Serangannya pun sampai ke Ibu Kota Manila maupun daerah Luzon," jelasnya Anung Sugihartono, kemarin (1/10).

Indonesia, sambung dia, cukup rentan terhadap penyebaran virus tersebut. Karena hubungan wilayah yang sangat erat antara Filipina bagian selatan dan warga Indonesia di sekitar perbatasan, selain juga di Pulau Miangas, Sulawesi Utara.

"Ada baikanya waspada. Karena hampir setiap kali ada transmisi atau migrasi orang dari Mindanao ke wilayah Indonesia, kita perlu mewaspadai sejak sekarang," terangnya.

Kewaspadaan tersebut perlu dilakukan mengingat vaksinasi polio, meskipun efektif, masih menghadapi tantangan selain cakupan imunisasi yang belum merata di Indonesia. Semua pihak perlu mengantisipasi sekaligus menyiapkan masyarakat agar tidak terinfeksi penyakit polio mengingat adanya kedekatan wilayah antara Filipina dengan wilayah Indonesia, baik secara langsung atau tidak langsung.

"Jelas ya, ini melalui transportasi udara karena ada penerbangan langsung ke Sulawesi Barat dari Mindanao. Kemudian dari Miangas ke Pulau Luzon selain juga perjalanan kapal, termasuk orang dari Maluku Utara, Papua Barat dan Sulawesi Barat yang saat ini mulai jadi tempat pengiriman tenaga kerja," tuturnya.

Upaya yang harus dilakukan untuk membasmi polio adalah dengan imunisasi minimal 95 persen kepada kelompok sasaran. Imunisasi tersebut harus dilakukan secara terus menerus antara dua atau tiga bulan sekali dan juga secara berkualitas.

Vaksinasi polio, lanjut dia dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan ditetesi dan dengan disuntik. "Kantor Kesehatan Pelabuhan Kemkes telah menemukan virus polio yang menyebabkan kelumpuhan yang terjadi di beberapa negara seperti Tiongkok, Myanmar, Papua Nugini dan Filipina," ungkapnya.

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia perlu mewaspadai dan menyadari perlunya imunisasi dan perlindungan karena ancaman penularan yang semakin dekat dan nyata. "Sementara coverage imunisasi kita baru mencapai 87 persen pada 2018," terangnya.

Selain itu juga perlu dibuktikan bahwa tidak semua lumpuh layu, yang identik dengan polio, tidak disebabkan oleh virus polio, khususnya pada anak balita atau di bawah 15 tahun. Berikutnya, karena Indonesia masih memberikan vaksin tetes yang masuk ke saluran pencernaan dan terbuang melalui veses, maka juga harus dibuktikan bahwa virus yang terbuang yang ada di veses tidak mencemari lingkungan melalui pengawasan polio lingkungan.

Sejauh ini, pengawasan polio lingkungan tidak menemukan virus polio yang berbahaya atau yang dari turunan vaksin. Hal tersebut membuktikan bahwa orang yang mengalami lumpuh layu tidak dikarenakan polio. Dia berharap, masyarakat mewaspadai kemungkinan penyebaran virus polio dengan cara melakukan imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak. (fin/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Australia Dukung Teritorial Indonesia dan Papua

Australia Dukung Teritorial Indonesia dan Papua

Australia tetap konsisten mendukung integritas nasional dan teritorial Indonesia, termasuk soal Papua.


16,7 Juta Orang Indonesia Kena Diabetes

16,7 Juta Orang Indonesia Kena Diabetes

Menurut data International Diabetes Federation Atlas pada tahun 2017 Indonesia adalah rumah bagi 10,3 juta orang hidup dengan diabetes.


Indonesia Serius Kembangkan Teknologi Nuklir

Indonesia Serius Kembangkan Teknologi Nuklir

Indonesia yakin akan kemampuan untuk mengelola nuklir demi kepentingan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.


Tak Ada Dasar Halangi Sam Rainsy ke Jakarta

Tak Ada Dasar Halangi Sam Rainsy ke Jakarta

Pemerintah Indonesia menegaskan tak ada dasar menghalangi Presiden Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), Sam Rainsy berkunjung ke Jakarta.


Partai Gelora Jangan Acak-acak Kader PKS

Partai Gelora Jangan Acak-acak Kader PKS

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sudah resmi didirikan. Namun, belum dideklarasikan.


Mendagri Minta Pemda Tindak Lanjuti Hasil Rakornas

Mendagri Minta Pemda Tindak Lanjuti Hasil Rakornas

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah menindaklanjuti hasil dan pemaparan Rakornas Indonesia Maju.


Hentikan Perdebatan Salam Lintas Agama

Hentikan Perdebatan Salam Lintas Agama

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengimbau para pemimpin tidak menggunakan salam dari berbagai agama dalam satu waktu.


Sudah Mati Suri, KPK Tak Butuh Dewan Pengawas

Sudah Mati Suri, KPK Tak Butuh Dewan Pengawas

Indonesia Corruption Watch (ICW) memandang polemik mengenai figur yang cocok menjadi Dewan Pengawas (DP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu ada.


Pelukan Surya Paloh ke Presiden PKS Bikin Jokowi Cemburu

Pelukan Surya Paloh ke Presiden PKS Bikin Jokowi Cemburu

Presiden Indonesia terang-terangan mengaku cemburu dengan sikap Surya Paloh ke Presiden PKS Sohibul Iman.


Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan

Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan

Indonesia saat ini membutuhkan pejuang atau pahlawan pemberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan kesenjangan dan sejenisnya.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!