• Home
  • Berita Nasional
  • Wali Kota Blitar Serahkan Diri, Giliran Bupati Nonaktif Tulungagung Menghilang

Nasional
Share this on:

Wali Kota Blitar Serahkan Diri, Giliran Bupati Nonaktif Tulungagung Menghilang

  • Wali Kota Blitar Serahkan Diri, Giliran Bupati Nonaktif Tulungagung Menghilang
  • Wali Kota Blitar Serahkan Diri, Giliran Bupati Nonaktif Tulungagung Menghilang

JAKARTA - Setelah sempat dikabarkan menghilang, Wali Kota Blitar M. Samanhudi Anwar (MSA) akhirnya menyerahkan diri, kemarin. Dia tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pukul 18.30 WIB dan langsung naik ke ruang pemeriksaan di lantai 3 Gedung Merah Putih (sebutan gedung KPK).

Sementara itu, Bupati (nonaktif) Tulungagung Syahri Mulyo belum terlihat di KPK hingga pukul 23.15 WIB. Dia tampaknya masih ragu untuk menyerahkan diri sebagaimana yang dilakukan Samanhudi. Sebelumnya, Syahri dan Samanhudi mendapat peringatan keras dari KPK.

Dua kepala daerah tersebut diminta untuk segera menyerahkan diri ke KPK seiring dengan status mereka sebagai tersangka, dugaan penerima suap dari Direktur PT Moderna Teknik Perkasa Susilo Prabowo alias Mbun. Syahri dan Samanhudi sempat lenyap dari radar KPK pascaoperasi tangkap tangan (OTT) di Tulungagung dan Blitar pada Rabu (6/6) dan Kamis (7/6).

Keduanya seolah-olah menghilang. KPK sama sekali tidak mengetahui pergerakan Syahri maupun Samanhudi. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menghargai penyerahan diri Samanhudi ke KPK. Sikap kooperatif wali kota aktif periode 2016–2021 tersebut dapat memperlancar proses hukum di KPK.

”Kami hargai penyerahan diri tersebut,” ujarnya. Febri juga kembali mengimbau Bupati Tulungagung (nonaktif) Syahri Mulyo untuk menyerahkan diri seperti Samanhudi.

Syahri dan Samanhudi resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Jumat (8/6) pukul 00.50 WIB. Penetapan itu merupakan tindak lanjut OTT yang dilakukan komisi antirasuah tersebut di dua wilayah. Yakni, Tulungagung dan Blitar. Syahri diduga menerima suap Rp1 miliar. Adapun Samanhudi menerima Rp1,5 miliar.

KPK juga menetapkan empat orang lain sebagai tersangka. Salah satunya Susilo Prabowo selaku penyuap. Selain itu, ada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Sutrisno serta Agung Prayitno dan Bambang Purnomo (swasta) sebagai penerima suap bersama-sama dengan Syahri dan Samanhudi.

Empat tersangka tersebut ditahan KPK sejak kemarin pukul 02.54. Mereka pun mulai menjalani pemeriksaan awal di tingkat penyidikan. Namun, para tersangka itu kompak bungkam ketika ditanya awak media. Baik saat hendak ditahan maupun ketika menjalani pemeriksaan kemarin siang.

Febri menjelaskan, pemeriksaan terhadap para tersangka kemarin merupakan kebutuhan penyidikan. Penyidik perlu mendalami informasi tentang pembangunan proyek peningkatan jalan di Tulungagung dan rencana pembangunan sekolah di Kota Blitar. Dua pekerjaan konstruksi itulah yang menjadi objek suap dalam dua perkara yang berbeda tersebut.

”Dilakukan pendalaman-pendalaman beberapa informasi yang sudah kami dapatkan,” bebernya.

Lantas, apakah KPK bakal memasukkan nama Syahri dalam daftar pencarian orang (DPO) atau melakukan upaya jemput paksa terhadap calon kepala daerah (cakada) incumbent Tulungagung itu? Febri belum berani bersikap tegas. Pihaknya masih memberikan kesempatan kepada Syahri untuk bersikap kooperatif.

”Itu (upaya paksa, Red) disesuaikan dengan kebutuhan penyidikan. Kalau ada iktikad baik menyerahkan diri, tentu akan lebih baik,” tutur mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut. Meski belum bersikap tegas, Febri menyebut pihaknya tetap serius menangani perkara politikus PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, sempat terjadi friksi yang cukup alot di internal penyidik sebelum penetapan Syahri dan Samanhudi sebagai tersangka. Itulah yang membuat pengumuman penetapan tersangka keduanya sempat tarik ulur dan diwarnai ”drama” hilangnya Syahri dan Samanhudi.

Menurut sumber tepercaya Jawa Pos itu, penyidik KPK terbelah menjadi dua kubu saat gelar perkara (ekspose). Ada kubu yang memiliki argumen kuat agar Samanhudi dan Syahri ditetapkan sebagai tersangka. Kubu lain menolak keduanya dijadikan tersangka.

Setelah melalui perdebatan, kedua kubu akhirnya sepakat bahwa nama Syahri dan Samanhudi naik ke penyidikan. ”Ada perbedaan pendapat dari kelompok tertentu. Biasa lah,” ujar penyidik KPK yang enggan disebutkan namanya itu.

Apakah upaya kelompok tertentu untuk tidak menetapkan Syahri dan Samanhudi sebagai tersangka itu terjadi karena ada intervensi dari PDIP? ”Sulit membuktikannya,” imbuh dia. Keduanya memang disebut-sebut dikenal ”dekat” dengan sejumlah pengurus DPP PDIP. (tyo/c11/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tak Terima Anaknya Dilempar Kotak Pensil, Guru Dipolisikan

Tak Terima Anaknya Dilempar Kotak Pensil, Guru Dipolisikan

Umi Zohra melaporkan wali kelas 6A SDN Cindai Alus, Martapura, Kalimantan Selatan, Sugiarti ke polisi.


Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan

Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan

Guna mendalami kasus dugaan korupsi PLTU Mulut Tambang Riau 1, KPK memanggil Mensos Idrus Marham dan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir.


OTT Lagi, KPK Tangkap Bupati Labuhanbatu

OTT Lagi, KPK Tangkap Bupati Labuhanbatu

Peringatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat publik tampaknya masih belum cukup membuat mereka menjauh dari praktik korupsi.


Bupati Kukar Divonis 10 Tahun

Bupati Kukar Divonis 10 Tahun

Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin (6/7).


Giliran SDA Ajukan PK

Giliran SDA Ajukan PK

Lama tidak muncul, mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA) kemarin (25/6) terlihat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.


Penahanan Ensm Anggota DPRD Kota Malang Diperpanjang

Penahanan Ensm Anggota DPRD Kota Malang Diperpanjang

Para tersangka suap uang pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Kota Malang bakal lebih lama mendekan di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Hampir Separuh Pemudik Sudah Kembali

Hampir Separuh Pemudik Sudah Kembali

Sekitar 48 persen pemudik tercatat telah kembali ke jakarta dan kota-kota besar lain pada H+5 lebaran tahun 2018.


Bupati Purbalingga Akhirnya Resmi Tersangka

Bupati Purbalingga Akhirnya Resmi Tersangka

KPK akhirnya menetapkan Bupati Purbalingga H Tasdi sebagai tersangka setelah terkena operasi tangkap tangan, Senin (4/6).


Dikuntit dari Purwokerto, KPK Tabrak Mobil Pejabat lalu Tangkap Bupati Purbalingga

Dikuntit dari Purwokerto, KPK Tabrak Mobil Pejabat lalu Tangkap Bupati Purbalingga

Praktik korupsi masih marak terjadi jelang Lebaran.


Otak Bom Bunuh Diri di Surabaya, Baru Pulang dari Syria

Otak Bom Bunuh Diri di Surabaya, Baru Pulang dari Syria

Serangan aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya kemarin, dilakukan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!