Nasional
Share this on:

Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

  • Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta
  • Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Wali Kota Pasuruan Setiyono, saat akan dimasukkan ke Rutan, Jumat (5/10) (Intan Piliang/JawaPos.com)

JAKARTA - Usai menjalani pemeriksaan di Polres Pasuruan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menerbangkan Wali Kota Pasuruan Setiyono ke Jakarta. Jumat (5/10), Setiyono tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 00.40 WIB untuk diperiksa lebih lanjut.

Hari itu juga, lembaga antirasuah menetapkan Setiyono sebagai tersangka atas dugaan menerima suap dalam proyek infrastruktur di tempat dia memimpin. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan bahwa, tim penindakan KPK menangkap Setiyono di rumah dinas wali kota sekitar pukul 06.44 WIB dua hari lalu (4/5).

Dari lokasi tersebut, Setiyono langsung dibawa ke Polres Pasuruan. Berdasar hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan, KPK menyimpulkan telah terjadi tindak pidana korupsi. ”Menerima hadiah atau janji (suap),” ungkap Alex kemarin.

Duit suap tersebut, kata Alex, diterima Setiyono dari Muhammad Baqir yang tidak lain adalah perwakilan perusahaan rekanan Pemkot Pasuruan. Serupa dengan Setiyono, Baqir juga sudah berstatus tersangka. Selain itu, dua orang anak buah Setiyono juga menjadi tersangka.

”DFN (Dwi Fitri Nurcahyo) staf ahli dan plh kepala Dinas PU Kota Pasuruan, WTH (Wahyu Tri Hardianto) staf Kelurahan Purutrejo,” jelas dia.

Dalam kasus dugaan korupsi yang dibongkar KPK, Setiyono diduga menerima suap terkait proyek belanja modal gedung dan bangunan untuk pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu–Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM). Proyek itu dikerjakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pasuruan.

”Dengan sumber dana APBD tahun anggaran 2018,” terang Alex.

Lebih lanjut, Alex menyampaikan bahwa Setiyono menerima suap melalui orang dekatnya. Bukan hanya pengembangan PLUT–KUMKM, lembaga antirasuah menduga sejumlah proyek di Pasuran sudah diatur oleh Setiyono sebelum dieksekusi.

”Melalui tiga orang dekatnya, menggunakan istilah Trio Kwek-Kwek. Dan ada kesepakatan commitment fee rata-rata antara lima persen sampai tujuh persen untuk proyek bangunan dan pengairan,” bebernya.

Khusus proyek pengembangan PLUT–KUMKM, Setiyono menerima commitment fee sebesar sepuluh persen dari nilai harga perkiraan sendiri atau HPS yang totalnya Rp2.297.464.000. Selain itu juga ada kesepakatan fee satu persen untuk kelompok kerja. ”Pemberian (suap) dilakukan secara bertahap,” ujar Alex. Pertama, Baqir menyerahkan fee untuk kelompok kerja Rp20 juta pada 24 Agustus 2018. Itu diberikan sekaligus tanda jadi.

Setelah Pemkot Pasuruan menetapkan perusahaan yang diwakili Baqir sebagai pemenang lelang pada 4 September 2018, tiga hari berikutnya Baqir menyerahkan setengah commitment fee untuk Setiyono. ”Sebesar lima persen atau kurang lebih Rp115 juta,” imbuh Alex. Rencananya, setengah commitment fee lainnya bakal diserahkan oleh Baqir, apabila uang muka proyek sudah cair.

Atas tindakan yang dilakukan oleh empat tersangka tersebut, KPK menjerat mereka dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Khusus Baqir, KPK menyangkakan pelanggaran pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13. Sedangkan kepada Setiyono, Dwi, dan Wahyu, lembaga antirasuah menyangkakan pelanggaran pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selesai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Setiyono dan tiga tersangka lainnya langsung jadi tahanan. ”SET (Setiyono) ditahan di Rutan Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur,” ungkap Jubir KPK Febri Diansyah.

Sementara itu, Baqir jadi tahanan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan. Terakhir Wahyu dan Dwi ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat. Empat tersangka itu bakal ditahan sampai 20 hari ke depan. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Defisit, Perjalanan Dinas Dipangkas

Defisit, Perjalanan Dinas Dipangkas

Besarnya anggaran dinas ke luar kota maupun luar negeri menjadi beban keuangan daerah akhir-akhir ini.


Menkumhan dan Wali Kota Tangerang Sepakat Cabut Laporan

Menkumhan dan Wali Kota Tangerang Sepakat Cabut Laporan

Melunak. Perang urat saraf antara Kementerian Hukum dan HAM versus Pemerintah Kota Tangerang berakhir damai.


Beri Award ke ULMWP, Indonesia Kecam Inggris

Beri Award ke ULMWP, Indonesia Kecam Inggris

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keputusan Dewan Kota Oxford, Inggris.


Mendagri Berharap Perseteruan Wali Kota Tangerang-Yasonna Berakhir

Mendagri Berharap Perseteruan Wali Kota Tangerang-Yasonna Berakhir

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk membina jajarannya.


Bukan ke Lampung, Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Bukan ke Lampung, Ibu Kota Pindah ke Kalimantan

Pemindahan ibu kota negara jika direalisasikan pasti ke wilayah Kalimantan, apakah itu di Kalimantan Selatan, Tengah, Timur maupun lainnya.


Penduduk Miskin Berkurang 530 Ribu Orang

Penduduk Miskin Berkurang 530 Ribu Orang

Jumlah penduduk miskin Maret 2019 mencapai 25,14 juta orang, atau menurun 0,53 juta orang terhadap September 2018 dan menurun 0,80 juta orang terhadap Maret 201


Ancaman Arief Ditanggapi Dingin

Ancaman Arief Ditanggapi Dingin

Saling sindiri antara Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dinilai lumrah dalam bernegara.


Minggu, Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Makkah

Minggu, Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Makkah

Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan di Kota Madinah Al Munawarah. Rencananya sembilan hari sejak kedatangan, mereka mulai melaksanakan salat Arbain di Masji


Rencana Pemindahan Ibu Kota Fokus Tiga Hal

Rencana Pemindahan Ibu Kota Fokus Tiga Hal

Pemerintah menyatakan akan fokus kepada tiga hal sebelum merealisasikan wacana memindahkan ibu kota.


Kereeen, Listrik Rp1 Inovasi Baranenergy Diluncurkan 18 Juli

Kereeen, Listrik Rp1 Inovasi Baranenergy Diluncurkan 18 Juli

Tarif listrik Rp1 (satu rupiah). Tentu ini mengejutkan. Inovasi ini dikembangkan anak-anak milenial asal Kota Tangerang Selatan, Banten.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!