Nasional
Share this on:

Warga Berhamburan saat Gempa 30 Menit Guncang Pulau Bacan

  • Warga Berhamburan saat Gempa 30 Menit Guncang Pulau Bacan
  • Warga Berhamburan saat Gempa 30 Menit Guncang Pulau Bacan

**JAKARTA ** - Gempa bermagnitudo 7,2 Skala Richter (SR) mengguncang Pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara kemarin (14/7) sekitar pukul 16.10 WIB, atau sekitar pukul 18.10 waktu setempat. Berdasarkan laporan BMKG, gempa dirasakan kuat di Kota Labuha dan Kecamatan Obi dengan skala V hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI).

Guncangan dirasakan oleh hampir semua orang. Laporan dari BPBD Maluku Utara menyebutkan bahwa warga berhamburan keluar rumah.

Selain di Kota Labuha, gempa juga dilaporkan terasa sampai Ambon dan Manado dengan skala guncangan II-III MMI. Sedangkan di daerah-daerah seperti Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow guncangan terasa dengan skala II MMI.

Sampai berita ini ditulis, Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan. Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di darat sekitar 63 kilometer di sebelah timur kota Labuha, Halmahera Selatan dengan kedalaman 10 kilometer.

Analisis BMKG menunjukkan gempa dangkal ini diduga kuat dipicu oleh sesar aktif Sorong-Bacan dengan mekanisme sesar geser. Staf BPBD Kabupaten Halmahera Selatan, Iksan Subur mengatakan bahwa guncangan gempa sangat terasa di kota Labuha. "Dalam 30 menit. Terjadi 7 kali gempa," tuturnya, kemarin (14/7).

Ikhsan mengatakan, meskipun belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan, saat ini warga masih berada di luar rumah atau berkumpul di rumah-rumah ibadah. BPBD masih mendata dampak gempa untuk penanganan lebih lanjut.

Menyusul gempa 7,2 SR tersebut, terdapat beberapa gempa susulan dengan magnitudo beragam antara 5 hingga 5.8 SR dengan kedalaman gempa masih sama, yakni 10 Km. Masing-masing terjadi pada pukul 16.28 WIB, 16.43 WIB, 16.54 Wib, dan 17,25 WIB. Sampai pukul 20.00 WIB, BMKG mencatat sudah terjadi 27 kali gempa susulan.

Plh. Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, meskipun gempa tidak berpotensi tsunami, Masyarkat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan. Senada, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan, sebelum anda kembali kedalam rumah," Jelas Rahmat. (rls/zul/ful/fin)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lepas Karantina, 68 Paskibraka Siap Bertugas

Lepas Karantina, 68 Paskibraka Siap Bertugas

68 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari 34 provinsi di Indonesia siap bertugas saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-74.


Presiden Langgar Undang-Undang, Jika Umumkan Kabinet sebelum Pelantikan

Presiden Langgar Undang-Undang, Jika Umumkan Kabinet sebelum Pelantikan

Wajar jika Presiden Joko Widodo hingga saat ini tutup mulut terkait formasi menteri yang bakal membantunya pada periode 2019-2024.


Kelelahan, Wafat Dalam Terowongan Mina

Kelelahan, Wafat Dalam Terowongan Mina

Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) memastikan kondisi di tenda jemaah haji Indonesia saat ini aman terkendali.


Kemendikbud Akan Evaluasi dan Revitalisasi SMK

Kemendikbud Akan Evaluasi dan Revitalisasi SMK

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sebab saat ini jumlah SMK sudah melebihi target.


MRT Rugi Rp507 Juta saat Listrik Padam

MRT Rugi Rp507 Juta saat Listrik Padam

Padamnya aliran listrik di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Minggu (4/8), berdampak kerugian pada sejumlah perusahaan.


Indonesia Deportasi 35 WNA Ilegal asal Banglasdesh

Indonesia Deportasi 35 WNA Ilegal asal Banglasdesh

Pemerintah Indonesia mendeportasi 35 warga negara asing asal Bangladesh.


Bentuk Desa Siaga untuk Antisipasi Megathrust

Bentuk Desa Siaga untuk Antisipasi Megathrust

Gempa bumi megathrust bisa terjadi kapan saja. Termasuk gempa yang terjadi pada Jumat (2/8) malam lalu.


Listrik Padam, Jokowi dan Para Menteri Tertawa saat Family Gathering

Listrik Padam, Jokowi dan Para Menteri Tertawa saat Family Gathering

Aktivitas presiden dan menterinya yang menggelar family gathering bersamaan dengan pemadaman listrik dinilai sebagai peristiwa sosial yang bertentangan.


Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal

Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal

Gempa berkekuatan 6,9 skala richter (SR) yang terjadi di Banten, pada Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB, lalu menyebabkan lima orang meninggal dunia.


Gempa Besar atau Megathrust Mengancaman Indonesia

Gempa Besar atau Megathrust Mengancaman Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya ancaman gempa megathrust di sebagian wilayah Indonesia.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!