Nasional
Share this on:

Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

  • Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD
  • Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

JAKARTA - Dua terduga teroris anggota kelompok Jamaah Ansorut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee diringkus Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Keduanya, ditangkap di Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (11/10) dan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10) kemarin.

Sosok terduga teroris yang ditangkap di Bambu Larangan Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (11/10) lalu, berinisial TH. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut, TH ikut terlibat dengan jaringan JAD Bekasi pimpinan Abu Zee.

Selain itu, TH juga turut serta dalam kelompok pendukung ISIS di media sosial. Bahkan dia juga sudah berbaiat kepada Abu Bakar Al Baghdadi bersama dengan Abu Zee dan diduga mengetahui banyak perencanaan aksi amaliyah kelompok JAD Bekasi.

"Informasi lainnya, yang bersangkutan juga pernah mengikuti I'dad di taman dan lapangan sebuah perumahan," jelas Argo.

Adapun hasil penggeledahan di rumah terduga teroris itu polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, antaranya 2 buah bendera, 1 buah ikat kepala, 2 buah topi, selembar foto tokoh kombatan, 7 buah buku, 3 buah bundel catatan, 8 buah kertas catatan ISIS, dan sebuah pisau lipat di dalam tas selempang berwarna hitam.

Selanjutnya, penangkapan terduga teroris lainnya dilakukan Densus 88 di wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi, Minggu (13/10). Kali ini, terduga teroris yang ditangkap berinisial NAS. Dia diketahui, punya kaitan dengan Abu Zee namun bukan berasal dari kelompok JAD.

"Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 ini, bukan dari jaringan JAD Bekasi pimpinan Abu Zee. Tapi dia bagian dari Khilafatul Muslimin," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Candra Kusuma kepada wartawan, Minggu (13/10).

Meskipun berbeda dengan kelompok Abu Zee, diakui Candra, sosok terduga teroris yang ditangkap di rumah kontrakannya itu masih punya kaitan dengan Abu Zee, karena keduanya secara bersama-bersama telah berbaiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi yang merupakan pimpinan ISIS.

"Dia (NAS) juga pernah membahas tentang khilafah bersama kelompok JAD Bekasi pimpinan Abu Zee," ungkapnya.

Sementara itu, kata Candra, saat proses penggeledahan polisi menemukan beberapa barang bukti terkait kelompok Khilafatul Muslimin di kontrakan yang dihuni NAS, dan diantaranya 1 kardus berisi data Khilafatul Muslimin dan 1 logo bordir Khilafatul Muslimin.

"Ada juga tadi buku panduan jihad, majalah terkait ISIS, hingga buku lain terkait khilafah," tutupnya.

Terpisah, Pengamat terorisme UIN Syarief Hidayatullah mengungkapkan, kelompok radikal yang telah terafiliasi dengan ISIS seperti JAD, diketahui memiliki keterkaitan satu sama lainnya.

"Jaringan kelompok teroris itu tak pernah habis, dan mereka saling berkaitan. Bahkan, sel-sel kecil yang militan menebar teror dan tetap terus merekrut teroris baru di seluruh wilayah tanpa tersentuh aparat," kata Zaki kepada Fin, Minggu (13/10).

Dengan kondisi demikian, Densus 88 Antiteror harus lebih kerja keras lagi melakukan penindakan secara preventif strike. Sebab aksi amaliyah dan perekrutan yang dilakukan sel-sel kecil ini tak pernah bisa dideteksi.

"Saya tak pungkiri kerja keras Densus 88 untuk melakukan upaya pencegahan, melalui upaya penangkapan. Tapi hal itu tidak cukup untuk memberantas kelompok ini, karena sel-sel kecil mereka tetap terus bergerak aktif dan berevolusi merekrut tanpa bisa tersentuh," paparnya.

Menurut Zaki, jika langkah menangkal pergerakan sel-sel kecil tak bisa dilakukan, tentu harus ada solusi lain. Dan itu, adalah meningkatkan kewaspadaan dan tidak meremehkan ancaman kelompok itu.

Namun, yang menjadi problem, aparat yang sering lengah dan kecolongan terhadap serangan-serangan secara individual. Sebagai contoh, kasus yang menimpa Wiranto.

"Dan cukup disayangkan lagi, terkadang juga para pejabatnya sendiri yang sering mengabaikan keamanan mereka dengan alasan supaya dekat rakyat, dan tidak berjarak. Di situ pula mereka sering tak pedulikan SOP pengamanan, akhirnya kecolongan seperti itu," tuturnya.

Zaki menegaskan, kejadian yang dialami Wiranto itu menjadi peringatan bagi para pejabat negara, terutama yang terkait dalam tugas di bidang pertahanan dan keamanan agar senantiasa tak lengah dan selalu waspada.

"Sekali lagi, peristiwa di Pandeglang harus dijadikan pelajaran bagi seluruh aparat pemerintah, dan juga khususnya aparat keamanan di negeri ini agar kasus serupa tidak lagi terjadi," tandasnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Waspadai Konflik Pilkada Serentak 2020

Waspadai Konflik Pilkada Serentak 2020

Isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), konflik horizontal, dan politik uang masih menjadi ancaman di Pilkada 2020 mendatang.


Waspadai Radikalisme dengan Tameng Agama

Waspadai Radikalisme dengan Tameng Agama

Bahaya radikalisme bisa hadir kapanpun, di manapun dan dalam bentuk apapun. Untuk itu masyarakat diminta untuk mewaspadainya.


Waspadai Bencana saat Masa Transisi Musim

Waspadai Bencana saat Masa Transisi Musim

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin menyampaikan awal musim penghujan baru terjadi November hingga Desember nanti.


Waspadai Maladministrasi Kabinet Indonesia Maju

Waspadai Maladministrasi Kabinet Indonesia Maju

Jajaran Kabinet Indonesia Maju telah dilantik Presiden Joko Widodo, Rabu (23/10). Paskapelantikan potensi terjadinya malaadministrasi sangat besar.


Waspadai Gelombang Panas Seminggu Mendatang

Waspadai Gelombang Panas Seminggu Mendatang

Gelombang panas di siang hari akan terasa di sejumlah daerah di Indonesia hingga beberapa waktu ke depan.


Pilkada 2020, Waspadai Hoaks dan Politik Uang

Pilkada 2020, Waspadai Hoaks dan Politik Uang

Sejumlah ancaman pelanggaran pemilu diprediksi masih akan mewarnai penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 mendatang.


Pasutri Penusuk Wiranto Anggota JAD Bekasi

Pasutri Penusuk Wiranto Anggota JAD Bekasi

Menko Polhukam Wiranto diserang sepasang suami-istri, saat berada di depan pintu gerbang kampus Universitas Mathla'ul Anwar (Unima) di Jalan Raya Pandeglang Lab


Sembilan Terduga Teroris JAD Bekasi dan Jakarta Ditangkap

Sembilan Terduga Teroris JAD Bekasi dan Jakarta Ditangkap

Sembilan terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diamankan Tim Densus 88 Antiteror Polri di sejumlah tempat di Bekasi dan Jakarta, Senin (23/9) kemarin.


Peluang RUU PKS Disahkan Sangat Kecil

Peluang RUU PKS Disahkan Sangat Kecil

Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) sampai saat ini masih menjadi perdebatan.


JK Sebut Kenaikan Iuran BPJS Lebih Kecil Dibanding Beli Rokok

JK Sebut Kenaikan Iuran BPJS Lebih Kecil Dibanding Beli Rokok

Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai tidak seberapa dibandingkan pengeluaran membeli rokok dan pulsa telepon.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!